29 Juli 2009

teruntuk untukku

jam dinding itu tetap saja begitu
jarumnya tak pernah lelah merayap
meski malam beranjak lelap, senyap
sementara…
detaknya tak henti menggema di telinga
menjelma cemas disetiap tarikan nafas

sudahkah kau buat dirimu berguna?

(2009)

0 komentar:

  © Blogger template 'Ultimatum' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP