29 Januari 2011

my LittLe nEphEw

Day 07 – A photo that makes you happy


namanya Angga, dia keponakan saya, anak dari kakak laki-laki saya. April nanti usianya tepat 3 tahun. Ngegemesin anaknya, udah gitu ngomong bahasa jawanya alus, kromo inggil, kalah dech saya hehe...

28 Januari 2011

seJeNaK meNghiLaNgkaN JeJaK

Day 06 – Whatever tickles your fancy

Menghilang… Iya, akhir-akhir ini saya sering banget ngomong “pengen dech bisa ngilang, kemana gitu…” ke teman-teman saya. Beberapa minggu terakhir ini memang lagi jenuh-jenuhnya, entah kenapa. Too much problem & reasons I think, makanya “menghilang” sepertinya menjadi kata favorit saya saat ini. Mungkin teman-teman saya bosan kali ya, karena saya keseringan ngomong begitu… Maaf ya man-teman, semoga kalian mengerti. Atau gimana kalo kita janjian ngilang bareng aja he..he..

Sering saya berkhayal bisa mempunyai kemampuan tribe seperti yang pernah saya baca di tetralogi Klan Otori karangan Lian Hearn. Yaitu tentang anak muda bernama Otori Takeo yang mempunyai kemampuan berada di dua tempat sekaligus, serta mampu menghilang. Dia juga mempunyai pendengaran yang sangat tajam dan jurus tatapan tidur, jadi bisa menidurkan orang atau binatang dengan hanya menatap matanya.

Nah… saya sering membayangkan punya kekuatan semacam itu. Misalnya saja tiba-tiba jenuh, seperti saat ini, yang tiap hari duduk mantengin monitor komputer dan regulary task yang monoton. Dengan kemampuan tribe yang saya miliki, saya akan membuat sosok kedua lalu menyelinap keluar (sedang teman-teman satu ruangan dengan saya akan tetap melihat sosok pertama saya yang tetap terlihat duduk menghadap komputer) dan saya bebas pergi kemanapun saya suka. Paling saya akan jalan-jalan ke Citos, mall tak jauh dari kantor saya hanya sekedar melihat-lihat, ngopi sambil makan donut atau baca-baca di Aksara. Atau kalo enggak memungkinkan untuk kabur keluar kantor, saya akan menyelinap ke mushola dan meringkuk di sana he..he..

Terus misalnya tiba-tiba saya ketahuan nih, maka saya akan menggunakan kemampuan menghilang atau memakai jurus tatapan tidur, saya akan menatap mata orang yang memergoki saya, lalu untuk beberapa saat orang itu terlupa dan akan jatuh tertidur kemudian saya akan kembali aman. Hm… sepertinya sangat menyenangkan :-D

Tapi saya sering berkhayal juga untuk menghilang secara permanen. I mean, pergi meninggalkan semuanya ke suatu tempat di mana saya nggak kenal sama sekali dengan orang-orangnya, begitu juga mereka nggak akan tahu tentang sejarah saya. Hm… negara yang bakal saya pilih adalah New Zealand. Saya bakal memulai hidup saya menjadi petani di sana, punya Ranch (peternakan sapi/domba, kalo di Australia & New Zealand lebih dikenal dengan istilah Outback) di pedalaman desa, punya ladang gandum & peternakan kuda. Dan lagi-lagi, khayalan saya yang ini terinspirasi dari novel impor yang saya beli seharga sepuluh ribu perak jaman saya kuliah dulu, judulnya Return to Opal Reach karangan Clarissa Garland.

Nah… Itu rencana kalo saya bisa "menghilang". Andai kalian dikasih kesempatan menghilang, kalian mau menghilang ke mana??

27 Januari 2011

QuOtatiOn

Day 05 – Your favourite quote

Quote di kaos saya (@1999 official moving blue product)


Only after the last tree has been cut down,
Only after the last river has been poisoned,
Only after the last fish has been caught,

Only then will you find that money cannot be eaten.

-- Cree Indian Prophecy --

26 Januari 2011

tUmbUh bersAmA mAhAbhArAtA, umAr kAyAm & kArl mAy

Day 04 – Your favourite book

Agak susah juga menentukan buku yang paling disukai. Tapi setelah melalui proses seleksi, akhirnya saya bisa menentukan ada 3 (tiga) yang menjadi pilihan saya, yaitu cerita wayang Mahabharata dan buku-buku karya Umar Kayam & Karl May. Kesemuanya tidak ada peringkat, jadi prosentasenya sama rata.
Bisa dibilang masa kecil saya tumbuh bersama mereka bertiga, karena dari sejak saya bisa membaca jaman SD dulu, saya juga membaca ketiganya.

Mahabharata
Dulu hampir setiap malam, embah putri selalu mendongeng wayang untuk saya. Dan cerita favoritnya adalah tentang kakak beradik Bambang Sumantri & Sukrosono dan para Pandawa. Kemudian ketika saya mulai bisa membaca, saya pun membaca cerita Mahabharata ini di majalah bahasa jawa terbitan Surabaya, Penjebar Semangat.

Setelah saya tumbuh dewasa, sudut pandang saya berubah seiring pemikiran saya. Seperti halnya cerita Ramayana, dimana saya lebih respect pada Rahwana daripada Rama, maka di sini saya lebih suka sosok Aradea (Adipati Karna), putra pertama Dewi Kunti dengan Bathara Surya dibandingkan para Pandawa (kalau dulu mungkin karena terpengaruh cerita embah putri saya). Aradea adalah ksatria abu-abu. Dalam dirinya mengalir darah Pandawa, tapi dia berada di pihak Kurawa, karena dia berpegang pada prinsipnya, pada kebenaran yang diyakininya.

Dari sosok Aradea inilah, saya sempat berhasil membuat beberapa puisi tentangnya. Dan buku terakhir yang saya baca adalah Mahabharata versi India karangan Raja Gopalacari.

Umar Kayam
Sama seperti Mahabharata, pertama mengenal tulisan Umar Kayam ini di majalah Penjebar Semangat ketika masih jaman SD. Waktu itu ada cerbung berjudul Sri Sumarah, yang menceritakan tentang konflik bathin seorang perempuan jawa. Sri Sumarah ini seorang tukang pijat di kampung yang sangat njawani yang beranjak tua.

Tapi baru beberapa tahun terakhir ini saya memburu & membaca kembali karya beliau ini, mulai dari cerpennya, novel Para Priyayi juga gleyengannya di tetralogi Mangan Ora Mangan Kumpul. Membaca Para Priyayi karya beliau ini membuat rindu saya terobati, seakan saya kembali ke masa kecil dulu, bercengkrama bersama embah putri & embah kakung saya. Nuansa Jawa di tulisan-tulisan beliau begitu kental. Dan satu lagi, saya jadi tahu dan belajar tentang dharma, dharma kita sebagai manusia.

Karl May
Angkat jempol buat Karl May. Dia telah membawa saya ikut berpetualang bersamanya ke benua Amerika, juga ke Kurdistan hingga ke pelosok-pelosok Balkan. Dari cerita petualangannya itu pula saya bertemu dan jatuh cinta dengan tokoh Winnetou, kepala suku Apache. Dari sinilah saya belajar tentang persahabatan. Bahwa persahabatan itu tidak memandang warna kulit, agama maupun ras, seperti halnya Charley (tokoh "aku" dalam setiap bukunya) dengan Winnetou.

Saking cintanya saya sama Winnetou, saya suka berkhayal menjadi squaw-nya hehe... Juga ikut berpetualang dengannya, berburu bison di lereng Rocky Mountain, mengisap pipa perdamaian, keluar masuk hutan menaiki Iltschi (nama kuda Winnetou). Dan payahnya lagi, sampai sekarang saya masih belum bisa menerima bahwa Winnetou telah mati. Ketika saya membaca Winnetou gugur, saya sampai menangis saking sedihnya.

saya berpakaian Indian, ketika ikut menjaga stand PKMI (Paguyuban Karl May Indonesia) di acara Indonesian Consumunity Expo 2009

24 Januari 2011

InSiDe of Me : FaVouRite : TeLeviSiOn pRogRAmmE

Day 03 – Your favourite television programme

Buat kalian yang masa kecilnya sekitar tahun 90-an, pasti familiar dengan nama Alfafa dan Seiya. Mereka adalah salah satu tokoh dalam serial The Little Rascals dan serial kartun Saint Seiya yang dulu disiarkan oleh ANTV & RCTI (kalau nggak salah inget :D). Dan 2 (dua) serial itulah yang menjadi tontonan favorit saya di televisi.

The Little Rascals

Adalah film komedi yang diadaptasi dari serial TV Amerika yang berjudul "Our Gang" (1920-1940) yang menceritakan tentang kisah persahabatan dan petualangan sekelompok anak-anak yang tergabung dalam gang "He-Man Womun Hater's Club" yang diketuai oleh Spanky. Lucunya lagi, semua yang tergabung dalam gang ini membenci para wanita. Mereka juga mempunyai janji sebagai anggota gang ini :

"...Do solemnly swear to be a he-man and hate women and not play with them or talk to them unless I have to. And especially: never fall in love, and if I do may I die slowly and painfully and suffer for hours - or until I scream bloody murder..."

lucu kan janji mereka :D

Yang bikin saya suka dari serial ini adalah kisah yang sederhana dan akting para pemain cilik ini yang begitu natural, jauh dari kesan dibuat-buat seperti sinetron Indonesia. Apalagi Spanky, lucu banget, chubby & nggemesin. Jadi pengen nyubit pipinya hehe...

Saint Seiya

Nah kalo yang ini manga karya Masami Kurumada - Sensei yang diangkat ke dalam anime. Mengambil latar belakang mitologi yunani tentang lima pendekar anak-anak (disebut juga Bronze Saint atau saint perunggu) yang mempunyai kekuatan khusus (cosmo) yang ditugaskan untuk melindungi putri Saori yang merupakan reinkarnasi dewi Athena (Dewi perang dan kebajikan) dari salah satu saint yang berkhianat di Sanctuary. Mereka mengabdikan seluruh hidupnya untuk keselamatan Athena. Kelima saint itu adalah Pegasus Seiya, Dragon Shiryu, Cygnus Hyoga, Andromeda Shun dan Phoenix Ikki.

Dari kelima saint perunggu itu yang paling keren menurut saya adalah Ikki, dia cenderung temperamen dan suka bertarung, dia sangat tangguh dan merupakan saint perunggu yang paling kuat. Kekuatan dari ikki adalah dia dapat kembali dari manapun dan dimensi apapun. Ikki juga mempunyai jurus andalan yaitu Tinju Ilusi, kekuatan cosmo-nya bisa menyerang langsung ke otak musuhnya, sehingga bisa membuat pikiran musuh hancur dan bisa membuat ilusi yang buruk bagi musuh.

Terlepas dari ke-absurd-an ceritanya, (saat itu) saya sangat menikmati serial kartun ini, bahkan saya sering mbayangin jadi Ikki yang bisa pergi dan kembali ke dimensi manapun hehe....

Jadi pengen nonton mereka lagi :((


Keterangan gambar :
The little rascall mengambil dari sini
Saint seiya mengambil dari sini
Phoenix Ikki mengambil dari sini

InSiDe of Me : FaVouRite : mOviE

Day 02 – Your favourite movie

Berbicara tentang film, berarti sama saja dengan berbicara tentang ketidakmampuan saya untuk membicarakannya hehe.... maksudnya saya tidak pandai untuk menceritakan kembali tentang film yang saya lihat.

Saya pun termasuk yang tidak begitu hobi menonton. Bahkan acara menonton film ke gedung bioskop kalau dihitung-hitung sepertinya belum melebihi jumlah jari tangan dan kaki saya. Selain karena nggak ada teman bareng buat nonton, juga terkadang saya rada kecewa dengan film yang saya tonton (biasanya pada kasus film yang diangkat dari novel).

Tapi ada satu film yang membuat saya terkesan, yaitu trilogi Lord of The Ring, mulai dari The Fellowship of the Ring, The Two Tower dan The Return of the King karya J.R.R. Tolkien. Film yang disutradarai oleh Peter Jackson ini bukan hanya dahsyat tapi benar-benar luar biasa. Penggambaran setting yang benar-benar kolosal, hingga penggunaan teknologi komputer yang habis-habisan. Bagaimana sosok Gholum yang tercipta dari teknologi komputer bisa selaras dengan hobbit yang diperankan oleh aktor, serasa nyata tanpa sekat. Pokoknya angkat jempol buat sang sutradara.

Untuk alur cerita, pasti kalian juga mengetahuinya kan? Karena seperti yang saya sebutkan sebelumnya, saya tidak pandai dalam hal menceritakan kembali :-D.




Pokoknya apa yang saya bayangkan ketika membaca bukunya tidak jauh beda dengan apa yang saya lihat di filmnya, artinya ekspektasi saya antara buku dengan film terbayar sudah.

Dan gara-gara film ini juga, saya jadi mikir bisa jadi beberapa tahun mendatang, makhluk-makhluk menyeramkan anak buah Saruman yang ada di film ini bisa beneran ada dalam kehidupan nyata. Bagaimana tidak, ambil contoh kecil saja, makhluk hidup yang ada di sungai. Sungai-sungai yang tercemari oleh limbah (baik rumah tangga maupun industri) yang mengakibatkan air yang mengalir mengandung bahan-bahan kimia dari limbah tersebut bercampur dengan plankton-plankton yang dimakan oleh ikan-ikan. Lalu daging ikan yang sudah mengandung senyawa kimiawi itu dimakan oleh manusia (saya), lama-kelamaan mungkin bisa jadi manusia (saya) itu akan berubah menjadi monster yang mengandung racun yang kemudian meracuni otak saya sehingga saya akan berfikir kotor dan melakukan hal-hal yang kotor (lebay dah saya hahahaha....).

The moral lesson dari film ini marilah kita menjaga kelestarian bumi tempat kita berpijak ini.



Gambar mengambil dari sini

17 Januari 2011

InSiDe of Me : FaVouRite : sOnG

Day 01-Your favourite song

Hmm... agak susah juga menentukan musik favorit. Secara selera musik saya tergantung dari mood saya saat itu. Semua jenis musik bisa masuk ke telinga saya selama saya enjoy dan bahagia mendengarkannya. Contohnya saja misalnya saya lagi insaf maka saya akan mendengarkan murottal atau lagu-lagu religi, kalau sedih maka saya akan mendengarkan musik yang mellow, terus kalau lagi marah maka saya akan menyetel musik hingar bingar yang memekakkan telinga. Atau kalau saya lagi kangen sama keluarga saya di kampung, saya akan mendengarkan langgam jawa bahkan wayang (di radio). Tapi kalaupun lagi nggak mood, saya akan tetap mendengarkan musik, karena musik bagi saya bukan lagi sekedar hiburan tapi sudah merupakan kebutuhan.

Nah, untuk mengetahui lagu apa yang menjadi favorit saya saat ini gampang banget sebenarnya, karena kalau saya lagi suka sama satu lagu, maka saya akan mendengarkannya terus berulang-ulang (nggak perduli kuping saya jadi keriting :D). Jadi di playlist saya ya satu lagu itu doank yang saya putar. Ada 2 (dua) lagu yang akhir-akhir ini terus berlomba mengeritingkan kuping saya, yang pertama Dave Koz - The Dance dilanjut yang kedua Evanescence - My Immortal.

Dave Koz - The Dance



rasanya tenang kalau mendengarkan saksofon si mas Dave ini, ditambah suara berat dari Park Hyosin, komplit dech :D

Evanescence - My Immortal



Kenapa lagu ini sering saya dengar? Karena setiap buka blog saya ini, lagu pertama yang terdengar ya suaranya mbak Amy ini hehe.... sederhana bukan? :D

14 Januari 2011

it's difficult to begin

Judul di atas mungkin sering terdengar di telinga kita, bisa juga sering kita alami. Ya, memulai itu sulit, seperti halnya mempertahankan apa yang sudah kita raih. masalahnya sama. sulit.


Seperti akhir-akhir ini kalimat tersebut selalu terngiang di telinga saia. Saya ingin menulis lagi, seperti waktu itu, keinginan itu terkadang amat sangat kuat, tetapi ketika dihadapkan pada lembar kertas kosong, saya hanya bisa menatap bengong. Dan masalahnya selalu sama, memulai. Tapi memulai dari mana???

Saya sampai meminta saran sama Om Albert, bagaimana memancing ide dan mood untuk menulis, karena semangat saya hilang, bahkan selama tahun 2010 saya cuma dapat 3 cerpen (kenangan hujan, Doris, Kang Sastro) dan sama sekali tidak berhasil menulis puisi satupun. Benar-benar tahun yang tidak produktif :(
Kata Om Albert, saya hanya kehilangan energi. Sebab menulis harus seperti makan dan minum, menjadi habit. mungkin ada benarnya, habit, kebiasaan, menulis karena kebiasaan, seperti halnya setiap pagi kita ngopi & sarapan :D


Oleh karena itu saya akan memulainya dari racauan. menulis yang sepele, apapun ditulis. bisa apa saja, apa yang saya lihat, apa yang saya dengar dan apa yang saya rasa (mirip judul album hehe...)

Ya... berawal dari sini, saya akan memulai :D

30 hari meme-nya eti

30 Hari Meme memiliki tema yang berbeda setiap harinya, yaitu:


Day 01- Your favourite song
Day 02 – Your favourite movie
Day 03 – Your favourite television programme
Day 04 – Your favourite book
Day 05 – Your favourite quote
Day 06 – Whatever tickles your fancy
Day 07 – A photo that makes you happy
Day 08 – A photo that makes you angry/sad
Day 09 – A photo you took
Day 10 – A photo of you taken over ten years ago
Day 11 – A photo of you taken recently
Day 12 – Whatever tickles your fancy
Day 13 – A fictional book
Day 14 – A non-fictional book
Day 15 – A fanfic
Day 16 – A song that makes you cry (or nearly)
Day 17 – An art piece (painting, drawing, sculpture, etc.)
Day 18 – Whatever tickles your fancy
Day 19 – A talent of yours
Day 20 – A hobby of yours
Day 21 – A recipe
Day 22 – A website
Day 23 – A YouTube video
Day 24 – Whatever tickles your fancy
Day 25 – Your day, in great detail
Day 26 – Your week, in great detail
Day 27 – This month, in great detail
Day 28 – This year, in great detail
Day 29 – Hopes, dreams and plans for the next 365 days
Day 30 – Whatever tickles your fancy

Penunggu KOTA

Penikmat KATA

  © Blogger template 'Ultimatum' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP