24 Januari 2011

InSiDe of Me : FaVouRite : mOviE

Day 02 – Your favourite movie

Berbicara tentang film, berarti sama saja dengan berbicara tentang ketidakmampuan saya untuk membicarakannya hehe.... maksudnya saya tidak pandai untuk menceritakan kembali tentang film yang saya lihat.

Saya pun termasuk yang tidak begitu hobi menonton. Bahkan acara menonton film ke gedung bioskop kalau dihitung-hitung sepertinya belum melebihi jumlah jari tangan dan kaki saya. Selain karena nggak ada teman bareng buat nonton, juga terkadang saya rada kecewa dengan film yang saya tonton (biasanya pada kasus film yang diangkat dari novel).

Tapi ada satu film yang membuat saya terkesan, yaitu trilogi Lord of The Ring, mulai dari The Fellowship of the Ring, The Two Tower dan The Return of the King karya J.R.R. Tolkien. Film yang disutradarai oleh Peter Jackson ini bukan hanya dahsyat tapi benar-benar luar biasa. Penggambaran setting yang benar-benar kolosal, hingga penggunaan teknologi komputer yang habis-habisan. Bagaimana sosok Gholum yang tercipta dari teknologi komputer bisa selaras dengan hobbit yang diperankan oleh aktor, serasa nyata tanpa sekat. Pokoknya angkat jempol buat sang sutradara.

Untuk alur cerita, pasti kalian juga mengetahuinya kan? Karena seperti yang saya sebutkan sebelumnya, saya tidak pandai dalam hal menceritakan kembali :-D.




Pokoknya apa yang saya bayangkan ketika membaca bukunya tidak jauh beda dengan apa yang saya lihat di filmnya, artinya ekspektasi saya antara buku dengan film terbayar sudah.

Dan gara-gara film ini juga, saya jadi mikir bisa jadi beberapa tahun mendatang, makhluk-makhluk menyeramkan anak buah Saruman yang ada di film ini bisa beneran ada dalam kehidupan nyata. Bagaimana tidak, ambil contoh kecil saja, makhluk hidup yang ada di sungai. Sungai-sungai yang tercemari oleh limbah (baik rumah tangga maupun industri) yang mengakibatkan air yang mengalir mengandung bahan-bahan kimia dari limbah tersebut bercampur dengan plankton-plankton yang dimakan oleh ikan-ikan. Lalu daging ikan yang sudah mengandung senyawa kimiawi itu dimakan oleh manusia (saya), lama-kelamaan mungkin bisa jadi manusia (saya) itu akan berubah menjadi monster yang mengandung racun yang kemudian meracuni otak saya sehingga saya akan berfikir kotor dan melakukan hal-hal yang kotor (lebay dah saya hahahaha....).

The moral lesson dari film ini marilah kita menjaga kelestarian bumi tempat kita berpijak ini.



Gambar mengambil dari sini

17 Januari 2011

InSiDe of Me : FaVouRite : sOnG

Day 01-Your favourite song

Hmm... agak susah juga menentukan musik favorit. Secara selera musik saya tergantung dari mood saya saat itu. Semua jenis musik bisa masuk ke telinga saya selama saya enjoy dan bahagia mendengarkannya. Contohnya saja misalnya saya lagi insaf maka saya akan mendengarkan murottal atau lagu-lagu religi, kalau sedih maka saya akan mendengarkan musik yang mellow, terus kalau lagi marah maka saya akan menyetel musik hingar bingar yang memekakkan telinga. Atau kalau saya lagi kangen sama keluarga saya di kampung, saya akan mendengarkan langgam jawa bahkan wayang (di radio). Tapi kalaupun lagi nggak mood, saya akan tetap mendengarkan musik, karena musik bagi saya bukan lagi sekedar hiburan tapi sudah merupakan kebutuhan.

Nah, untuk mengetahui lagu apa yang menjadi favorit saya saat ini gampang banget sebenarnya, karena kalau saya lagi suka sama satu lagu, maka saya akan mendengarkannya terus berulang-ulang (nggak perduli kuping saya jadi keriting :D). Jadi di playlist saya ya satu lagu itu doank yang saya putar. Ada 2 (dua) lagu yang akhir-akhir ini terus berlomba mengeritingkan kuping saya, yang pertama Dave Koz - The Dance dilanjut yang kedua Evanescence - My Immortal.

Dave Koz - The Dance



rasanya tenang kalau mendengarkan saksofon si mas Dave ini, ditambah suara berat dari Park Hyosin, komplit dech :D

Evanescence - My Immortal



Kenapa lagu ini sering saya dengar? Karena setiap buka blog saya ini, lagu pertama yang terdengar ya suaranya mbak Amy ini hehe.... sederhana bukan? :D

14 Januari 2011

it's difficult to begin

Judul di atas mungkin sering terdengar di telinga kita, bisa juga sering kita alami. Ya, memulai itu sulit, seperti halnya mempertahankan apa yang sudah kita raih. masalahnya sama. sulit.


Seperti akhir-akhir ini kalimat tersebut selalu terngiang di telinga saia. Saya ingin menulis lagi, seperti waktu itu, keinginan itu terkadang amat sangat kuat, tetapi ketika dihadapkan pada lembar kertas kosong, saya hanya bisa menatap bengong. Dan masalahnya selalu sama, memulai. Tapi memulai dari mana???

Saya sampai meminta saran sama Om Albert, bagaimana memancing ide dan mood untuk menulis, karena semangat saya hilang, bahkan selama tahun 2010 saya cuma dapat 3 cerpen (kenangan hujan, Doris, Kang Sastro) dan sama sekali tidak berhasil menulis puisi satupun. Benar-benar tahun yang tidak produktif :(
Kata Om Albert, saya hanya kehilangan energi. Sebab menulis harus seperti makan dan minum, menjadi habit. mungkin ada benarnya, habit, kebiasaan, menulis karena kebiasaan, seperti halnya setiap pagi kita ngopi & sarapan :D


Oleh karena itu saya akan memulainya dari racauan. menulis yang sepele, apapun ditulis. bisa apa saja, apa yang saya lihat, apa yang saya dengar dan apa yang saya rasa (mirip judul album hehe...)

Ya... berawal dari sini, saya akan memulai :D

  © Blogger template 'Ultimatum' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP