04 November 2009

Empat puisi buat Antologi Puisi Empati Gempa Padang 7,6 SR - APSAS

#1
Padang berlinang



Ada yang mengguncang.

Atau mungkin bumi terguncang
melihat tingkah manusia semakin lancang?


Jkt, 011009 ; 06.13am


#2
7,6 Skala Richter



Coba rasakan!
Ada yang berguncang
serupa derit ranjang
yang bergoyang
pada malammu yang panjang
tatkala kau asyik menggelinjang.
Coba kau rasa!

Mampukah kau rasa?


Jkt, 291009 ; 07.06pm


#3
L(r)indu



Sebab tenang terasa panjang
Dan aku ingin menggeliat
Melupakan sejenak penat
Melihat tingkah mereka yang tak tahu adat
-melupakan kodrat
Sungguh, aku merindu saat yang tepat

Sebab diam begitu mencekam
Dan aku ingin bergerak
Melepaskan beban yang kian menyesak
Melihat tingkah mereka yang semakin tamak
-juga congkak
Sungguh, aku merindu saat meretak

: Agar mereka tahu akan keberadaanku
saat rindu menjelma lindu*


Jkt, 291009 ; 11.07pm

*lindu n gempa bumi


#4
Setelah Musibah



Rumah tempatku berkisah kini rebah dengan tanah
Kata-kata tercecer tak teratur, huruf-huruf terhambur
Sebagian lainnya lebur bersama duka yang terkubur

Aku tergugu

Sampai kau datang padaku, terseok melewati reruntuhan itu
“Tolong satukan kami kembali menjadi bait-bait puisi.”
Kurasakan goncangan yang sangat besar
Hingga sekujur tubuhku bergetar

Tersadar

Bahwa masih ada esok yang cerah
Untukku terus berbenah dan mengurai kisah
Kembali menoreh sejarah


Jkt, 311009 ; 11.26am


Data diri :
Sri Puji Etiningrum (belongs2eti), penikmat sastra. Saat ini bekerja di perusahaan media di Jakarta. Tulisannya pernah dimuat di Kompas.com dan bisa dinikmati di blog pribadinya http://kotakitakata.blogspot.com/

duka Padang duka kami semua...

1 komentar:

Ratih Soe 5 Mei 2011 pukul 17.27  

Dan betapa tidak berdayanya manusia...

  © Blogger template 'Ultimatum' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP