02 Oktober 2009

Padang berlinang

Ada yang mengguncang.

Atau mungkin bumi terguncang
melihat tingkah manusia semakin lancang?


(2009)

Lelaki itu (re-post)

Diambang senja, lelaki itu di sana. Berdiri tengadah ke arah cakrawala. Jarinya yang gemetar sesekali menyentuh dahi, mengusap peluh tanpa keluh. Aku mengenalnya. Dia yang dengan tangannya mampu meretakkan gunung dan menguras lautan. Berharap menemukan sekeping asa, untuk diberikan kepada istri dan anaknya, bahwa esok, Tuhan masih bermurah hati pada mereka.

Kala senja, lelaki itu masih di sana. Menikmati semburat jingga di cakrawala. Bibirnya yang tipis menebar senyum manis. Aku mengenalnya. Dia yang dengan khusyuknya membaca kalam di setiap malam. Berharap menemukan satu pencerahan, untuk dinasehatkan kepada istri dan anaknya, bahwa kelak, setiap dharma yang tertunaikan pasti akan mendapat balasan.

Ditepi senja, lelaki itu tetap setia di sana. Menanti gelap menyelimuti cakrawala. Kakinya yang lemah sesekali oleng menahan berat tubuh rentanya. Wajah tuanya menyiratkan pengalaman hidup yang bersahaja. Aku mengenalnya. Dia yang telah menanam wujudku di rahim ibu.

: Ayahku


(2008)

Satu siang di Sewaka

: semua teman SMU-ku

Satu siang di Sewaka
Kita berkumpul bersama
Menyatukan kepingan-kepingan masa lalu
Mengurai cerita-cerita masa dulu
: nostalgia

Satu siang di Sewaka
Waktu berjalan begitu cepat, begitu lesat
Sementara otak kita masih kuat menjaring ingat
Senja datang menjemput dikala bahagia semakin akut, semakin larut
: kembali ke masa kini

Satu siang di Sewaka
Kita berjanji bertemu lagi
: mengabadikan memori


(2009)


Small reunion bareng temen2 SMU @ Bakso Balungan – Lesehan Sewaka, 23-09-09.

  © Blogger template 'Ultimatum' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP