<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071</id><updated>2012-01-22T02:07:37.162+07:00</updated><category term='haiku'/><category term='haibun'/><category term='wayang'/><category term='puisi'/><category term='nonet'/><category term='cerita'/><category term='meracau'/><category term='30 hari meme'/><category term='trinet'/><category term='re-post'/><category term='dedicated to'/><category term='sonet'/><category term='fiksimini'/><title type='text'>Kota Kita ; Kata</title><subtitle type='html'>Selamat datang, mari berbincang</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>65</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-4297728988287982820</id><published>2011-06-18T11:32:00.003+07:00</published><updated>2011-11-14T10:01:04.981+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita'/><title type='text'>Halte</title><content type='html'>Hari menjelang sore ketika kau langkahkan kakimu keluar dari salah  satu pusat perbelanjaan. Seperti biasanya kau menghabiskan waktu di  sana, bukan untuk berbelanja apa yang menjadi kebutuhanmu, bukan pula  sekedar nongkrong seperti yang dilakukan orang-orang itu. Tapi kau betah  berlama-lama di sebuah toko buku. Kau bisa menghabiskan waktu  berjam-jam hanya untuk membaca di rak buku sastra, dan kau sanggup  bertahan bertumpu pada kedua kakimu untuk waktu yang lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau  menengadah, mendung tebal menghias langit sore yang semestinya kelabu.  Ah… musim penghujan ini belum berakhir rupanya. Hampir setiap sore  selalu turun hujan, membuatmu tak bisa menikmati candhikkala1), fenomena  alam yang selalu memesona. Padahal kau berharap seperti yang lalu-lalu,  setelah puas membaca kau akan berjalan kaki menuju taman, duduk  melepaskan penat sambil menghabiskan soremu dengan menikmati senja,  menikmati semburat jingga di cakrawala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langit mulai  menggugurkan mendung menjadi gerimis. Kau lanjutkan langkahmu menyusuri  pedestrian, melewati kompleks pertokoan. Betapa bumi ini makin sesak  dengan bangunan-bangunan yang berderet memanjang. Deru mesin kendaraan  yang melintas memenuhi telingamu, diselingi suara klakson yang  membuyarkan konsentrasimu. Sejenak kau menyesali diri, mengapa tak kau  habiskan harimu di rumah saja. Menikmati kesepianmu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba  kau teringat satu persatu teman-temanmu yang sudah menikah. Ah…  menikah? Tidak. Menikah itu menghabiskan sisa umur kita bersama orang  yang sama setiap saat setiap waktu. Banyak temanmu yang bilang, argumen  yang kau lontarkan itu tipikal dari seorang pembosan yang belum  benar-benar mengerti makna cinta sejati. Bahkan kata mereka, cinta bisa  mengatasi rasa bosan. Tapi siapa yang bisa menjamin, selama perjalanan  hidup kita takkan muncul rasa bosan. Justru kebosanan-kebosanan itulah  yang bisa melunturkan cinta itu sendiri. Dan lagi, menikah bukan semata  hanya karena cinta, tapi bagaimana caranya berkompromi dengan egomu  untuk menyatukan perbedaan yang ada. Itu yang masih berat bagimu,  berdamai dengan dirimu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan yang mulai mengguyur  memaksamu untuk mencari tempat berteduh. Kau berlari ke arah halte yang  kebetulan akan kaulewati. Sesampainya di halte, ternyata banyak juga  orang yang senasib denganmu, mencari tempat berlindung dari hujan. Kau  kibas-kibaskan rambutmu, dan memilih tempat agak ke belakang, mendekati  tiang halte untuk bersandar padanya. Banyak di antara mereka pengendara  motor yang terpaksa menghentikan lajunya, ada juga yang penumpang yang  menunggu kendaraan yang akan mengangkut mereka ke tujuan, dan ada juga  pejalan kaki sepertimu. Lalu matamu tertumbuk pada seorang gadis yang  berdiri di ujung halte. Arah tigapuluhlima derajat dari sisi kananmu.  Gadis itu semampai dan berambut panjang terurai. Mungkin umurnya sekitar  duapuluhan. Selebihnya kau tak perdulikan. Kau mulai sibuk bertanya,  berapa lama kau harus berdiri dan pasrah menatap hujan yang rebah ke  tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah hampir satu jam kau berdiri, dan hujan belum  juga berhenti. Sementara kendaraan datang silih berganti,  menaik-turunkan penumpang. Tapi gadis itu tetap bergeming di tempatnya.  Kau mulai penasaran dibuatnya. Kau lihat gadis itu diam, matanya menatap  lurus ke arah jalan. Oh tidak, seperti lebih dari itu, menembus  derasnya hujan. Andai saja kau bisa mengajaknya bicara, pasti kau akan  bertanya kenapa dia bertahan begitu lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apa yang kau tunggu di antara rintik hujan yang jatuh, serupa jeruji langit yang mengelilingi tubuh?&lt;/span&gt; Seakan membaca pikiranmu gadis itu menoleh ke arahmu. Kau tergeragap.  Menggaruk-garuk kepalamu yang tak gatal untuk menutupi kegugupanmu, lalu  kau alihkan pandang ke arah jalan yang kini mulai penuh dengan  genangan. Titik-titik hujan yang jatuh membentuk lingkaran-lingkaran  yang saling bersinggungan. Lalu buyar, mengalir ke sisi jalan dan  berebut masuk ke dalam selokan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin dia memang sedang  menunggu kekasihnya, seperti Shinta yang menunggu kedatangan Rama untuk  membebaskannya. Membebaskan dari hujan yang mengurung tubuhnya. Sejenak  kau tersenyum, membayangkan dirimu menjadi Rahwana. Raksasa dengan  sepuluh muka yang mengurung Shinta, mendamba cintanya. Hingga mau  melakukan apa saja agar bisa memilikinya, termasuk menculiknya dari sisi  Rama, kekasihnya. O, tidak. Kau hanya mengambil apa yang dijanjikan  Dewa, Dewi Widowati yang kau puja yang menitis di dalam tubuh Shinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;O,  Shinta, kenapa kau mau bertahan untuk sesuatu yang sia-sia. Tahukah kau  bahwa Rama, ksatria yang kau agungkan itu bahkan tak berani merebutmu  langsung dari tanganku. Ksatria macam apa dia, yang meragukan  kesetiaanmu, menyangsikan kesucianmu? Dan lagi, kenapa titisan wisnu  yang sakti itu tak jua menjemputmu, sementara kau begitu tabah selama  dibelenggu. Kemana saja dia selama kau menanggung derita? Bukankah ia  hanya seorang laki-laki dengan sayap keperakan dan berbedak cahaya  bulan? Ia laki-laki yang takut hujan!2)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara klakson  mobil membuyarkan lamunanmu. Kau mengutuki dirimu, kenapa bisa  berkhayal sejauh itu, melintasi zaman yang begitu purba. Kau lihat  sekeliling, hujan berhenti menyisakan gerimis halus. Para pengendara  motor yang berteduh sudah mulai meneruskan perjalanannya. Orang-orang  juga mulai berlalu, pergi ke tujuannya masing-masing. Kau lihat arloji,  hampir pukul enam sore. Saatnya kau pulang. Sesaat kau lihat gadis itu  lagi, masih dengan posisi yang sama seperti saat kau tiba. Tapi kali ini  wajahnya menunduk. Kau ayunkan kakimu meninggalkan halte, meninggalkan  sebuah tanya untuk gadis itu. Mungkin memang benar dia sedang menunggu.  Dan sepanjang perjalananmu pulang, pertanyaan itu kembali terngiang. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apa yang kau tunggu di antara rintik hujan yang jatuh, serupa jeruji langit yang mengelilingi tubuh?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;170611 ; 09.57pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;catatan kaki :&lt;br /&gt;1) candhikkala : senjakala, gurat merah di langit senja (kamus bahasa sansekerta)&lt;br /&gt;2) Bait puisi Asmara Sinta Asmara Rahwana – Ganug Nugroho Adi.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-4297728988287982820?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/4297728988287982820/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=4297728988287982820&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/4297728988287982820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/4297728988287982820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2011/06/halte-suatu-sore.html' title='Halte'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-3824627181913218004</id><published>2011-06-14T09:48:00.004+07:00</published><updated>2011-06-14T10:21:19.616+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='haibun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>2nd haibun</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;.::.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau terjaga dari mimpimu. Mimpi yang singkat, namun begitu lekat kau ingat. Tentang sebuah rumah di dekat sawah, dan bunga terompet kuning yang berjejer sepanjang jalan setapak menuju kali di belakang rumah. Setiap pagi kicau burung membangunkan tidurmu, dan hangat mentari pagi menyapamu menerobos selimut kabut yang menghalangi pandang matamu. Lalu kau akan menyusuri setapak menuju kali, berendam dengan tenang sambil mendengarkan suara gemericik air yang membentuk harmoni alam. Raut mukamu tampak damai. Tapi kenyataannya, kau masih saja terperangkap dalam kamarmu yang pengap. Dan sinar matahari yang masuk melalui lubang angin di atas jendela, menyadarkanmu untuk segera bersiap-siap menuju tempatmu bekerja. Menjalani rutinitas yang sebenarnya. Berjalan di lorong sempit padat penghuni, berebut bis kota, terjebak macet, dan berkutat dengan angka-angka yang memusingkan kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kuning pagi&lt;br /&gt;hangat angan merekah&lt;br /&gt;kuncup padma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;130611 ; 03.53 pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;.::.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-3824627181913218004?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/3824627181913218004/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=3824627181913218004&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/3824627181913218004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/3824627181913218004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2011/06/2nd-haibun.html' title='2nd haibun'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-6081715585034727400</id><published>2011-06-13T11:18:00.005+07:00</published><updated>2011-06-13T16:50:04.181+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='haibun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>1st haibun</title><content type='html'>.::.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sudah puaskah dengan apa yang sekarang kau capai?&lt;/span&gt; Pertanyaan itu kembali terngiang di telingamu berulang kali. Kau menghela napas, membuang puntung rokok yang kesekian ke asbak, dan menggantinya dengan batang yang baru. Api memercik dari pemantik, sedetik kemudian asap mengepul dari bibirmu yang hitam. Kau lihat sekeliling. Segalanya kau punya. Rumah seisinya, mobil, deposito bahkan karir yang cemerlang. Tapi semua itu seakan tak berarti ketika tak kau temukan tawa riang bocah dan pendamping hidup yang setia untuk berbagi gelisah. Segalanya sunyi. Sepi yang mengerak dalam hati seperti ampas kopi yang selalu tertinggal di dasar cangkirmu setiap pagi. Kau merasa hampa dan sia-sia. Tiba-tiba kau teringat ibu dan ayah di rumah, yang selalu nampak mesra dan bahagia menjalani hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepak elang&lt;br /&gt;meliuk tembus gemawan&lt;br /&gt;candhikkala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;120611 ; 10.52 pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.::.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih &lt;a href="http://bungabambu.blogspot.com/"&gt;Om Albert&lt;/a&gt; atas koreksi haikunya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-6081715585034727400?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/6081715585034727400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=6081715585034727400&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/6081715585034727400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/6081715585034727400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2011/06/1st-haibun.html' title='1st haibun'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-2076836082259565644</id><published>2011-04-20T14:34:00.002+07:00</published><updated>2011-04-20T15:03:50.671+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dedicated to'/><title type='text'>simbah</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ana pegat ora aruh-aruh&lt;br /&gt;Ana pegat ora ana sing weruh*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih terekam jelas dalam ingatan ketika kau meninabobokanku dengan mengidung tembang pocung, aku tahu saat itu kau merindukan belahan jiwamu yang lebih dulu meninggalkanmu. Seperti halnya saat ini, aku begitu merindumu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19042011 ; 16;47&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*penggalan tembang macapat pocung&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Perpisahan tak pernah memberi tahu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Perpisahan tak ada yang tahu&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-2076836082259565644?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/2076836082259565644/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=2076836082259565644&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/2076836082259565644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/2076836082259565644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2011/04/simbah.html' title='simbah'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-5682967007786404716</id><published>2011-03-29T12:28:00.001+07:00</published><updated>2011-03-29T12:29:40.156+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='haiku'/><title type='text'>seperti haiku</title><content type='html'>matari&lt;br /&gt;terangmu kini berganti.&lt;br /&gt;gelap menyelimuti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;140311&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-5682967007786404716?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/5682967007786404716/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=5682967007786404716&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/5682967007786404716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/5682967007786404716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2011/03/seperti-haiku.html' title='seperti haiku'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-6064357369359808798</id><published>2011-03-25T16:59:00.000+07:00</published><updated>2011-03-25T17:00:38.049+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='haiku'/><title type='text'>[18/31]</title><content type='html'>akhir pekan&lt;br /&gt;bumi berpayung mendung&lt;br /&gt;melankolia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;180311 ; 11;41&lt;br /&gt;'jelang hujan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-6064357369359808798?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/6064357369359808798/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=6064357369359808798&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/6064357369359808798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/6064357369359808798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2011/03/1831.html' title='[18/31]'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-4037642311459477556</id><published>2011-03-24T17:37:00.007+07:00</published><updated>2011-03-24T18:10:15.254+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Tentang Keniscayaan Itu</title><content type='html'>Bukankah kematian adalah keniscayaan? Mungkin kau masih ingat ketika dulu kita membahasnya di malam temaram, ketika derik jangkrik berubah nyanyian suram. Seperti halnya getar cinta yang tiba-tiba terasa olehku saat pertama kali melihatmu, perasaan cinta itu datang tanpa kuundang, dan aku tak mampu menolaknya ketika ada yang berdesir di dada. Begitu juga mati, itu suatu kejadian yang pasti. Dan kita tak pernah tahu kapan hal itu akan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian adalah suatu keniscayaan. Dan mungkin kau akan selalu ingat, seperti saat ini di suatu pagi yang sunyi. Kau letakkan seikat bunga mawar biru di atas pusaraku yang membeku. Keniscayaan itu telah datang padaku, dan mungkin di lain waktu dia akan datang menjemputmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;at office, 240311&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-4037642311459477556?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/4037642311459477556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=4037642311459477556&amp;isPopup=true' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/4037642311459477556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/4037642311459477556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2011/03/tentang-keniscayaan-itu.html' title='Tentang Keniscayaan Itu'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-6439346602243261127</id><published>2011-02-09T11:15:00.002+07:00</published><updated>2011-02-09T15:47:12.117+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='30 hari meme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='meracau'/><title type='text'>PoTreT buRaM NegEriKu</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Day 12 – Whatever tickles your fancy&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sebenarnya ini tulisan lama di blog lama saya yang sudah saya delete, cuma karena akhir-akhir ini mencuat kembali masalah anarkisme berkaitan dengan agama, ya saya ingin menyegarkan ingatan saya kembali dengan membaca tulisan saya ini yang kemudian saya update lagi (padahal lagi nggak ada ide buat bikin tulisan hehe...)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beginikah wajah islam di Indonesia (sorry sekedar uneg-uneg)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena kekerasan yang dialami salah satu kelompok aliran agama yang dianggap sesat (Ahmadiyah), yang tak lain dilakukan oleh salah satu organisasi massa yang berlandaskan agama di Indonesia, memunculkan satu pertanyaan dalam benak saya, beginikah wajah Islam di Indonesia??? Atau mungkin lebih luas lagi, beginikah tingkah laku orang Indonesia, yang katanya beragama, ramah, tahu adat &amp;amp; sopan santun???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lihat berita di TV dan koran, terjadi lagi bentrok antara ahmadiyah dengan ormas islam yang kali ini terjadi di Cikeusik, Pandeglang Banten, setelah sebelumnya sering terjadi tindakan kekerasan (bentrok) antara dua kubu tersebut di beberapa tempat di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau memang aliran Ahmadiyah dinyatakan sesat sebagaimana tercantum dalam Fatwa MUI, kenapa tuntutan pembubaran aliran ini harus dengan jalan kekerasan seperti itu. Kenapa tidak dengan jalan damai, dialog &amp;amp; apabila dengan jalan dialog tidak mempan juga, ya dirangkul &amp;amp; diluruskan dong, diarahkan untuk kembali kepada Alquran &amp;amp; hadist, tanpa harus ada kekerasan dan pengrusakan yang menimbulkan kerugian. Kita ini negara hukum kok, setiap warga negara punya hak untuk dilindungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan lagi, tindak kekerasan ini tidak akan menyelesaikan masalah. Ini bukan seperti meluruskan besi yang bengkok dengan jalan ditempa untuk menjadi lurus kembali. Ini masalah aqidah, masalah keyakinan, di mana setiap orang berhak meyakini apa yang menurut mereka benar. Kalau ternyata keyakinan mereka melenceng dari aqidah islam, ya meluruskannya dengan jalan pendekatan persuasif, yaitu membujuk secara halus tanpa menggunakan kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sebagaimana yang kita ketahui, Ahmadiyah sudah ada di Indonesia hampir satu abad lalu, yaitu sekitar tahun 1925 ajaran Ahmadiyah pertama kali masuk ke Indonesia disebarkan oleh Maulana Rahmat Ali Haot yang datang dari Qadian, India. Dan itu berarti sudah dua generasi ajaran Ahmadiyah ini berkembang di Indonesia. Jadi tidak segampang itu kita bisa mengembalikan keyakinan mereka karena mereka sudah menganut ajaran ini sudah bertahun-tahun lalu bahkan mungkin sudah dari lahir karena mengikuti keyakinan orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan lagi, Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia &amp;amp; katanya hampir 90% penduduk Indonesia adalah penganut Islam. Nah, melihat kenyataan yang seperti itu kan, seharusnya yang mayoritas mengayomi/melindungi yang minoritas. Apalagi ini dalam tubuh islam sendiri, kalo memang ada yang dianggap melenceng dari aqidah (Alquran &amp;amp; Hadist), ya diluruskan. Dengan catatan, tanpa anarki. Bukankah Islam mengajarkan kebaikan?? Islam yang saya tahu tidak mengajarkan kekerasan dan pengrusakan.&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Saya jadi nggak habis pikir, maunya mereka itu apa sih??? Sering banget melakukan tindakan anarki. Bagi saya, mereka seperti gerombolan manusia (maaf, mungkin lebih tepatnya gerombolan preman) yang beringas &amp;amp; buas yang ga punya hati. Melakukan pengrusakan &amp;amp; kekerasan sambil meneriakkan nama Tuhan. Menyebut nama Tuhan dengan sia-sia. Kenapa kukatakan sia-sia, karena mereka menyebut nama Tuhan untuk pembenaran melakukan kekerasan. Menurut saya, selain menyebut nama Tuhan ketika kita Shalat &amp;amp; berdoa, menyebut nama Tuhan itu juga untuk mengingat &amp;amp; mengharap ridho atas perbuatan baik yang kita lakukan &amp;amp; menyebut nama Tuhan seyogyanya dalam kondisi hati kita damai &amp;amp; bersih dari rasa dengki &amp;amp; marah, sehingga diharapkan rahmat Tuhan akan senantiasa menaungi kita (semoga saja anggapan saya tidak salah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus kemana HAM (Hak Asasi Manusia) yang selama ini banyak digembar-gemborkan. Bukankah tindakan yang dilakukan mereka itu salah satu bentuk pelanggaran HAM? Setiap warga negara berhak untuk hidup aman &amp;amp; bebas dari rasa takut seperti yang pernah dicetuskan Franklin D. Roseevelt hampir satu abad yang lalu. Kalo seperti ini kan, mereka (salah satu ormas yang berlandaskan agama) sudah menebarkan ketakutan, mengintimidasi, meneror dll. Saya yakin, mereka melakukan ini, karena Pemerintah tidak cepat bertindak dalam mengantisipasi hal-hal yang mungkin terjadi sebagai akibat dikeluarkannya fatwa sesat dari MUI. Aparat keamanan kan dibentuk untuk melindungi masyarakat, tapi kok mereka seakan tidak berdaya &amp;amp; hanya menutup mata melihat banyaknya peristiwa kekerasan seperti itu. Terus lembaga yang melek hukum seperti LBH atau LSM yang peduli pada kasus-kasus pelanggaran HAM kok ya tidak kedengaran gaungnya dalam masalah ini, padahal biasanya mereka berteriak lantang bila ada penyimpangan. Departemen Agama (Depag) apalagi. Sama sekali tidak ada tindakan, mungkin karena kasus ini tidak ada duitnya kali ya, tidak seperti penyelenggaraan haji yang sarat pungutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutku saya, lebih baik organisasi masyarakat yang tumbuh di Indonesia yang mengatasnamakan agama (FPI dll) &amp;amp; suku (FBR, Forkabi &amp;amp; organisasi sejenisnya dari suku2 di Indonesia seperti Batak, Madura, Jawa dll) dibubarkan saja. Karena dengan adanya organisasi seperti itu malah menimbulkan jurang perbedaan yang ada semakin dalam. Mereka akan saling bersaing untuk mengukuhkan eksistensi kelompoknya tanpa melihat keadaan sekelilingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mustinya kita kembali lagi ke Falsafah Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika. Bahwa adanya perbedaan itu seharusnya menjadikan kita lebih solid &amp;amp; harus siap untuk melebur menjadi satu yaitu Indonesia, tanpa melihat suku, agama, ras &amp;amp; antar golongan (SARA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau mungkin memang Indonesia seharusnya dijajah lagi? Sehingga masyarakatnya baru bisa benar-benar mengerti maknanya persatuan &amp;amp; pentingnya Pancasila sebagai pedoman hidup dalam berbangsa &amp;amp; bernegara???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jd emosi niy.... :(&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-6439346602243261127?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/6439346602243261127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=6439346602243261127&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/6439346602243261127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/6439346602243261127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2011/02/potret-buram-negeriku.html' title='PoTreT buRaM NegEriKu'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-7451611821670124914</id><published>2011-02-08T16:29:00.005+07:00</published><updated>2011-02-09T09:37:20.446+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='30 hari meme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='meracau'/><title type='text'>(kem)AyU</title><content type='html'>&lt;i&gt;Day 11 – A photo of you taken recently&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;" align="center" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TVEEK8yRenI/AAAAAAAAAGk/hAHIqUAD-XM/s1600/resepsi17.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TVEEK8yRenI/AAAAAAAAAGk/hAHIqUAD-XM/s320/resepsi17.jpg" width="320" border="0" height="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;*saya yang paling casual di antara yang feminim hehe... berkerudung &amp;amp; berbatik coklat&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Foto ini diambil kira-kira dua bulan yang lalu, menggunakan kamera &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;saya Digicam Canon Powershot A550 di acara resepsi pernikahan salah satu temen kantor saya yang bernama Wiwid&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;. Nah, foto di atas itu bersama teman-teman satu departemen dengan saya, yaitu bagian hitung-menghitung :-D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebenarnya  saya orangnya narsis, dimana ada kamera disitu ada wajah saya. Cuma  sudah beberapa bulan ini saya lagi nggak begitu suka dengan  potret-memotret. Bahkan sejak saya tepar kena DBD oktober waktu  itu sampai sekarang, saya tidak pernah lagi dateng ke acara kumpul sastra (Reboan, RTS dll), padahal di acara-acara tersebut biasanya  saya berburu objek untuk saya abadikan di kamera saya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-7451611821670124914?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/7451611821670124914/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=7451611821670124914&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/7451611821670124914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/7451611821670124914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2011/02/kemayu.html' title='(kem)AyU'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TVEEK8yRenI/AAAAAAAAAGk/hAHIqUAD-XM/s72-c/resepsi17.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-6559925596366324679</id><published>2011-02-04T13:13:00.005+07:00</published><updated>2011-02-04T13:29:59.639+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='30 hari meme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='meracau'/><title type='text'>MetaMorFosA(?)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TUub1d0w2lI/AAAAAAAAAGc/MK5VdpRlwkM/s1600/13.jpg"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;Day 10 – A photo of you taken over ten years ago&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TUub1d0w2lI/AAAAAAAAAGc/MK5VdpRlwkM/s1600/13.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 392px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TUub1d0w2lI/AAAAAAAAAGc/MK5VdpRlwkM/s320/13.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5569716707015055954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-6559925596366324679?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/6559925596366324679/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=6559925596366324679&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/6559925596366324679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/6559925596366324679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2011/02/metamorfosa.html' title='MetaMorFosA(?)'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TUub1d0w2lI/AAAAAAAAAGc/MK5VdpRlwkM/s72-c/13.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-475177106453878919</id><published>2011-02-02T13:55:00.012+07:00</published><updated>2011-02-02T16:19:23.180+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='30 hari meme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='meracau'/><title type='text'>MengAbAdikAn MakhLuk TuhAn</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Day 09 – A photo you took&lt;/span&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TUkLDZJ6sSI/AAAAAAAAAGE/6C3yV0Z6nrA/s1600/reboan6.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fotografi"&gt;Fotografi&lt;/a&gt; adalah proses melukis dengan menggunakan media cahaya. Nah, bidang seni ini sedang saya pelajari, bagaimana mendapatkan moment yang pas dari segi pencahayaan juga sudut pandang. Berikut ini beberapa hasil jepretan amatir dari tangan saya :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TUkLDZJ6sSI/AAAAAAAAAGE/6C3yV0Z6nrA/s1600/reboan6.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TUkLDZJ6sSI/AAAAAAAAAGE/6C3yV0Z6nrA/s320/reboan6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568994567140323618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/pringadiabdi.surya"&gt;Pringadi Abdi Surya&lt;/a&gt; sedang membaca puisi di panggung Sastra Reboan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TUkLL_3VInI/AAAAAAAAAGM/SvIz8AiKEwE/s1600/jogja25.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TUkLL_3VInI/AAAAAAAAAGM/SvIz8AiKEwE/s320/jogja25.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568994714970301042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://pecintakesunyian.blogspot.com/"&gt;Nana S&lt;/a&gt; dengan candi prambanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TUkUl9ejRaI/AAAAAAAAAGU/aFnYe_SOqh0/s1600/riungan29.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TUkUl9ejRaI/AAAAAAAAAGU/aFnYe_SOqh0/s320/riungan29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5569005056610747810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://www.kompasiana.com/jodhiyudono"&gt;Jodhi Yudono&lt;/a&gt;, dedengkot Tangerang Serumpun yang juga redaktur sastra kompas.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TUkKXQdpL1I/AAAAAAAAAF8/fbCKY2SoD2g/s1600/IMG_3054.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TUkKXQdpL1I/AAAAAAAAAF8/fbCKY2SoD2g/s320/IMG_3054.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568993808892899154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Trie_Utami"&gt;Trie Utami&lt;/a&gt; saat peluncuran buku puisinya Abhayagiri di acara Riungan Tangerang Serumpun&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TUkKNxA8k2I/AAAAAAAAAF0/oEPMnFoCJtI/s1600/IMG_2953.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TUkKNxA8k2I/AAAAAAAAAF0/oEPMnFoCJtI/s320/IMG_2953.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568993645832213346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://www.bukabuku.com/authorscorner/detail/939/johannes-sugianto.html"&gt;Johannes Sugiyanto&lt;/a&gt;, dedengkot dan penggiat Sastra Reboan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TUkJybM3HJI/AAAAAAAAAFk/VvbFjNPEoxk/s1600/IMG_2837.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TUkJybM3HJI/AAAAAAAAAFk/VvbFjNPEoxk/s320/IMG_2837.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568993176120138898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://karyahudan.wordpress.com/"&gt;Hudan Hidayat,&lt;/a&gt; si lelaki ikan dan nabi tanpa wahyu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TUkJnuVC0_I/AAAAAAAAAFc/KUMs35u-tNE/s1600/IMG_1378.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TUkJnuVC0_I/AAAAAAAAAFc/KUMs35u-tNE/s320/IMG_1378.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568992992276173810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://sutaniwansoekri.blogspot.com/"&gt;Iwan Soekri&lt;/a&gt;, cerpenis dan novelis (foto ini rencananya untuk cover buku terbarunya :D)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dari semua gambar di atas, ada satu hal penting yang bisa saya dapat yaitu melatih kesabaran. Saya benar-benar menikmati kesabaran saya untuk mendapatkan moment yang pas yang menurut saya susah saya dapatkan, seperti gambar Om Iwan Soekri yang sedang menyalakan rokok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;semua foto di atas menggunakan Digicam Canon Powershot A550&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-475177106453878919?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/475177106453878919/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=475177106453878919&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/475177106453878919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/475177106453878919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2011/02/mengabadikan-makhluk-tuhan.html' title='MengAbAdikAn MakhLuk TuhAn'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TUkLDZJ6sSI/AAAAAAAAAGE/6C3yV0Z6nrA/s72-c/reboan6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-6956160043514549404</id><published>2011-02-01T14:07:00.010+07:00</published><updated>2011-02-01T14:26:37.082+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='30 hari meme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='meracau'/><title type='text'>B(r)enCaNa aLaM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TUe0fE78GlI/AAAAAAAAAFQ/f6Fpon5DL_k/s1600/rzi-akan-bantu-1000-kaleng-kornet-bencana-galodo-tanah-datar.jpg"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Day 08 - A photo that makes you sad&lt;/span&gt;/&lt;span style="font-style: italic;"&gt;angry&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TUe0fE78GlI/AAAAAAAAAFQ/f6Fpon5DL_k/s1600/rzi-akan-bantu-1000-kaleng-kornet-bencana-galodo-tanah-datar.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TUe0fE78GlI/AAAAAAAAAFQ/f6Fpon5DL_k/s320/rzi-akan-bantu-1000-kaleng-kornet-bencana-galodo-tanah-datar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568617910260996690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TUe0QUPFoUI/AAAAAAAAAFA/H6GxDWs0vhg/s1600/lumpur-lapindo.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 198px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TUe0QUPFoUI/AAAAAAAAAFA/H6GxDWs0vhg/s320/lumpur-lapindo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568617656669806914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TUe0K07_zbI/AAAAAAAAAE4/Y1MO8jBU5nA/s1600/images.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 182px; height: 277px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TUe0K07_zbI/AAAAAAAAAE4/Y1MO8jBU5nA/s320/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568617562368888242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TUe0WyMsbuI/AAAAAAAAAFI/LkHtwSDprpM/s1600/merapi.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TUe0WyMsbuI/AAAAAAAAAFI/LkHtwSDprpM/s320/merapi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568617767792045794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TUez0ihdjsI/AAAAAAAAAEw/E405U-vNrE0/s1600/dampak_dari_erusi_merapi_101027174319.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 231px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TUez0ihdjsI/AAAAAAAAAEw/E405U-vNrE0/s320/dampak_dari_erusi_merapi_101027174319.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568617179468631746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TUezvS_slGI/AAAAAAAAAEo/oDKWgNd39zo/s1600/bencana-2.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TUezvS_slGI/AAAAAAAAAEo/oDKWgNd39zo/s320/bencana-2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568617089401132130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TUezpPUiNDI/AAAAAAAAAEg/xChAMuqJpwo/s1600/banjir-wasior-papua-kecil.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 176px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TUezpPUiNDI/AAAAAAAAAEg/xChAMuqJpwo/s320/banjir-wasior-papua-kecil.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568616985335575602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TUezh3DnRwI/AAAAAAAAAEY/7IkQP2YXfQ4/s1600/banjir-wasior-papua-besar.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 188px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TUezh3DnRwI/AAAAAAAAAEY/7IkQP2YXfQ4/s320/banjir-wasior-papua-besar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568616858563069698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apa yang kau tanam, itulah yang kau tuai. pepatah itu (mungkin) ada benarnya, bahwa dharma yang tertunaikan pasti akan mendapat balasan. Sama halnya dengan apa yang kita lakukan kepada alam, ketika kita sudah tidak mampu menghargai alam (dengan eksploitasi diluar batas kewajaran) maka alam pun (mungkin) mempunyai rencana untuk kita, salah satunya (mungkin) dengan isyarat bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;*gambar mengambil dari berbagai sumber di internet&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-6956160043514549404?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/6956160043514549404/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=6956160043514549404&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/6956160043514549404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/6956160043514549404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2011/02/brencana-alam.html' title='B(r)enCaNa aLaM'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TUe0fE78GlI/AAAAAAAAAFQ/f6Fpon5DL_k/s72-c/rzi-akan-bantu-1000-kaleng-kornet-bencana-galodo-tanah-datar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-4191398140445904646</id><published>2011-01-29T09:49:00.005+07:00</published><updated>2011-01-29T10:32:24.584+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='30 hari meme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='meracau'/><title type='text'>my LittLe nEphEw</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Day 07 – A photo that makes you happy&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TUOI_B4eIEI/AAAAAAAAAEI/luxdP3KVPsU/s1600/angga%2B3.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 243px; height: 271px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TUOI_B4eIEI/AAAAAAAAAEI/luxdP3KVPsU/s320/angga%2B3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5567444180778491970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TUOJa_1kI0I/AAAAAAAAAEQ/OBdOQG7B61g/s1600/angga%2B1.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 224px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TUOJa_1kI0I/AAAAAAAAAEQ/OBdOQG7B61g/s320/angga%2B1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5567444661265769282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;namanya Angga, dia keponakan saya, anak dari kakak laki-laki saya. April nanti usianya tepat 3 tahun. Ngegemesin anaknya, udah gitu ngomong bahasa jawanya alus, kromo inggil, kalah dech saya hehe...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-4191398140445904646?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/4191398140445904646/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=4191398140445904646&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/4191398140445904646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/4191398140445904646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2011/01/my-little-nephew.html' title='my LittLe nEphEw'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TUOI_B4eIEI/AAAAAAAAAEI/luxdP3KVPsU/s72-c/angga%2B3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-3941540022700802711</id><published>2011-01-28T10:00:00.006+07:00</published><updated>2011-01-28T11:31:22.169+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='30 hari meme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='meracau'/><title type='text'>seJeNaK meNghiLaNgkaN JeJaK</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Day 06 – Whatever tickles your fancy&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghilang… Iya, akhir-akhir ini saya sering banget ngomong “pengen dech bisa ngilang, kemana gitu…” ke teman-teman saya. Beberapa minggu terakhir ini memang lagi jenuh-jenuhnya, entah kenapa. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Too much problem &amp;amp; reasons I think&lt;/span&gt;, makanya “menghilang” sepertinya menjadi kata favorit saya saat ini. Mungkin teman-teman saya bosan kali ya, karena saya keseringan ngomong begitu… Maaf ya man-teman, semoga kalian mengerti. Atau gimana kalo kita janjian &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngilang &lt;/span&gt;bareng aja he..he..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering saya berkhayal bisa mempunyai kemampuan tribe seperti yang pernah saya baca di tetralogi Klan Otori karangan Lian Hearn. Yaitu tentang anak muda bernama Otori Takeo yang mempunyai kemampuan berada di dua tempat sekaligus, serta mampu menghilang. Dia juga mempunyai pendengaran yang sangat tajam dan jurus tatapan tidur, jadi bisa menidurkan orang atau binatang dengan hanya menatap matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah… saya sering membayangkan punya kekuatan semacam itu. Misalnya saja tiba-tiba jenuh, seperti saat ini, yang tiap hari duduk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mantengin&lt;/span&gt; monitor komputer dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;regulary task&lt;/span&gt; yang monoton. Dengan kemampuan tribe yang saya miliki, saya akan membuat sosok kedua lalu menyelinap keluar (sedang teman-teman satu ruangan dengan saya akan tetap melihat sosok pertama saya yang tetap terlihat duduk menghadap komputer) dan saya bebas pergi kemanapun saya suka. Paling saya akan jalan-jalan ke Citos, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mall&lt;/span&gt; tak jauh dari kantor saya hanya sekedar melihat-lihat, ngopi sambil makan donut atau baca-baca di Aksara. Atau kalo enggak memungkinkan untuk kabur keluar kantor, saya akan menyelinap ke mushola dan meringkuk di sana he..he..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus misalnya tiba-tiba saya ketahuan nih, maka saya akan menggunakan kemampuan menghilang atau memakai jurus tatapan tidur, saya akan menatap mata orang yang memergoki saya, lalu untuk beberapa saat orang itu terlupa dan akan jatuh tertidur kemudian saya akan kembali aman. Hm… sepertinya sangat menyenangkan :-D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya sering berkhayal juga untuk menghilang secara permanen. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;I mean,&lt;/span&gt; pergi meninggalkan semuanya ke suatu tempat di mana saya nggak kenal sama sekali dengan orang-orangnya, begitu juga mereka nggak akan tahu tentang sejarah saya. Hm… negara yang bakal saya pilih adalah New Zealand. Saya bakal memulai hidup saya menjadi petani di sana, punya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ranch&lt;/span&gt; (peternakan sapi/domba, kalo di Australia &amp;amp; New Zealand lebih dikenal dengan istilah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Outback&lt;/span&gt;) di pedalaman desa, punya ladang gandum &amp;amp; peternakan kuda. Dan lagi-lagi, khayalan saya yang ini terinspirasi dari novel impor yang saya beli seharga sepuluh ribu perak jaman saya kuliah dulu, judulnya Return to Opal Reach karangan Clarissa Garland.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah… Itu rencana kalo saya bisa "menghilang". Andai kalian dikasih kesempatan menghilang, kalian mau menghilang ke mana??&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-3941540022700802711?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/3941540022700802711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=3941540022700802711&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/3941540022700802711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/3941540022700802711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2011/01/sejenak-menghilangkan-jejak.html' title='seJeNaK meNghiLaNgkaN JeJaK'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-1833082833650299310</id><published>2011-01-27T10:13:00.004+07:00</published><updated>2011-01-27T10:29:36.064+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='30 hari meme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='meracau'/><title type='text'>QuOtatiOn</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Day 05 – Your favourite quote&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TUDl3kNYCfI/AAAAAAAAAEA/hnaZrc8VM9M/s1600/quotation.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TUDl3kNYCfI/AAAAAAAAAEA/hnaZrc8VM9M/s320/quotation.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566701882205276658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Quote di kaos saya (@1999 official moving blue product)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Only after the last tree has been cut down,&lt;br /&gt;Only after the last river  has been poisoned,&lt;br /&gt;Only after the last fish has been caught,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Only then  will you find that money cannot be eaten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                 -- &lt;a href="http://www.aaanativearts.com/"&gt;&lt;b&gt;Cree Indian Prophecy&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; --&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-1833082833650299310?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/1833082833650299310/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=1833082833650299310&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/1833082833650299310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/1833082833650299310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2011/01/quotation.html' title='QuOtatiOn'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TUDl3kNYCfI/AAAAAAAAAEA/hnaZrc8VM9M/s72-c/quotation.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-960293761482279</id><published>2011-01-26T11:54:00.009+07:00</published><updated>2011-01-26T17:04:16.046+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='30 hari meme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='meracau'/><title type='text'>tUmbUh bersAmA mAhAbhArAtA, umAr kAyAm &amp; kArl mAy</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Day 04 – Your favourite book&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agak susah juga menentukan buku yang paling disukai. Tapi setelah melalui proses seleksi, akhirnya saya bisa menentukan ada 3 (tiga) yang menjadi pilihan saya, yaitu cerita wayang Mahabharata dan buku-buku karya Umar Kayam &amp;amp; Karl May. Kesemuanya tidak ada peringkat, jadi prosentasenya sama rata.&lt;br /&gt;Bisa dibilang masa kecil saya tumbuh bersama mereka bertiga, karena dari sejak saya bisa membaca jaman SD dulu, saya juga membaca ketiganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mahabharata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dulu hampir setiap malam, embah putri selalu mendongeng wayang untuk saya. Dan cerita favoritnya adalah tentang kakak beradik Bambang Sumantri &amp;amp; Sukrosono dan para Pandawa. Kemudian ketika saya mulai bisa membaca, saya pun membaca cerita Mahabharata ini di majalah bahasa jawa terbitan Surabaya, &lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=102282317009"&gt;Penjebar Semangat&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah saya tumbuh dewasa, sudut pandang saya berubah seiring pemikiran saya. Seperti halnya cerita Ramayana, dimana saya lebih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;respect&lt;/span&gt; pada Rahwana daripada Rama, maka di sini saya lebih suka sosok Aradea (Adipati Karna), putra pertama Dewi Kunti dengan Bathara Surya dibandingkan  para Pandawa (kalau dulu mungkin karena terpengaruh cerita embah putri saya). Aradea adalah ksatria abu-abu. Dalam dirinya mengalir darah Pandawa, tapi dia berada di pihak Kurawa, karena dia berpegang pada prinsipnya, pada kebenaran yang diyakininya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sosok Aradea inilah, saya sempat berhasil membuat beberapa &lt;a href="http://kotakitakata.blogspot.com/search/label/wayang"&gt;puisi&lt;/a&gt; tentangnya. Dan buku terakhir yang saya baca adalah Mahabharata versi India karangan Raja Gopalacari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Umar Kayam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti Mahabharata, pertama mengenal tulisan &lt;a href="http://www.umarkayam.org/index.php?option=com_frontpage&amp;amp;Itemid=1"&gt;Umar Kayam&lt;/a&gt; ini di majalah Penjebar Semangat ketika masih jaman SD. Waktu itu ada cerbung berjudul Sri Sumarah, yang menceritakan tentang konflik bathin seorang perempuan jawa. Sri Sumarah ini seorang tukang pijat di kampung yang sangat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;njawani&lt;/span&gt; yang beranjak tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi baru beberapa tahun terakhir ini saya memburu &amp;amp; membaca kembali karya beliau ini, mulai dari cerpennya, novel Para Priyayi juga &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gleyengan&lt;/span&gt;nya di tetralogi Mangan Ora Mangan Kumpul. Membaca Para Priyayi karya beliau ini membuat rindu saya terobati, seakan saya kembali ke masa kecil dulu, bercengkrama bersama embah putri &amp;amp; embah kakung saya. Nuansa Jawa di tulisan-tulisan beliau begitu kental. Dan satu lagi, saya jadi tahu dan belajar tentang dharma, dharma kita sebagai manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Karl May&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Angkat jempol buat &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Karl_May"&gt;Karl May&lt;/a&gt;. Dia telah membawa saya ikut berpetualang bersamanya ke benua Amerika, juga ke Kurdistan hingga ke pelosok-pelosok Balkan. Dari cerita petualangannya itu pula saya bertemu dan jatuh cinta dengan tokoh Winnetou, kepala suku Apache. Dari sinilah saya belajar tentang persahabatan. Bahwa persahabatan itu tidak memandang warna kulit, agama maupun ras, seperti halnya Charley (tokoh "aku" dalam setiap bukunya) dengan Winnetou.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking cintanya saya sama Winnetou, saya suka berkhayal menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;squaw&lt;/span&gt;-nya hehe... Juga ikut berpetualang dengannya, berburu bison di lereng Rocky Mountain, mengisap pipa perdamaian, keluar masuk hutan menaiki Iltschi (nama kuda Winnetou). Dan payahnya lagi, sampai sekarang saya masih belum bisa menerima bahwa Winnetou telah mati. Ketika saya membaca Winnetou gugur, saya sampai menangis saking sedihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT_qURwjOZI/AAAAAAAAAD4/nQplUOTBxA4/s1600/eti%2Bin%2Bwinnetou.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 239px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT_qURwjOZI/AAAAAAAAAD4/nQplUOTBxA4/s320/eti%2Bin%2Bwinnetou.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566425298538543506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;saya berpakaian Indian, ketika ikut menjaga stand PKMI (Paguyuban Karl May Indonesia) di acara Indonesian Consumunity Expo 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-960293761482279?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/960293761482279/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=960293761482279&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/960293761482279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/960293761482279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2011/01/tumbuh-bersama-mahabharata-umar-kayam.html' title='tUmbUh bersAmA mAhAbhArAtA, umAr kAyAm &amp; kArl mAy'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT_qURwjOZI/AAAAAAAAAD4/nQplUOTBxA4/s72-c/eti%2Bin%2Bwinnetou.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-6772173755059256638</id><published>2011-01-24T14:01:00.008+07:00</published><updated>2011-01-25T16:08:14.522+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='30 hari meme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='meracau'/><title type='text'>InSiDe of Me : FaVouRite : TeLeviSiOn pRogRAmmE</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Day 03 – Your favourite television programme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Buat kalian yang masa kecilnya sekitar tahun 90-an, pasti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;familiar&lt;/span&gt; dengan nama &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Carl_Switzer"&gt;Alfafa&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pegasus_Seiya"&gt;Seiya&lt;/a&gt;. Mereka adalah salah satu tokoh dalam serial The Little Rascals dan serial kartun Saint Seiya yang dulu disiarkan oleh ANTV &amp;amp; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;RCTI &lt;/span&gt;&lt;span&gt;(kalau nggak salah inget :D). Dan 2 (dua) serial itulah yang menjadi tontonan favorit saya di televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.thelittlerascals.net/main_menu.html"&gt;The Little Rascals&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT52oMRRrEI/AAAAAAAAADg/onKuygadG_c/s1600/220px-Little_rascals_ver2.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 205px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT52oMRRrEI/AAAAAAAAADg/onKuygadG_c/s320/220px-Little_rascals_ver2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566016622337043522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span&gt;Adalah film komedi yang diadaptasi dari serial TV Amerika yang berjudul "Our Gang" (1920-1940) yang menceritakan tentang kisah persahabatan dan petualangan sekelompok anak-anak yang tergabung dalam gang &lt;/span&gt;"He-Man Womun Hater's Club" yang diketuai oleh Spanky. Lucunya lagi, semua yang tergabung dalam gang ini membenci para wanita. Mereka juga mempunyai janji sebagai anggota gang ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"...Do solemnly swear to be a he-man and hate women and not play with  them or talk to them unless I have to. And especially: never fall in  love, and if I do may I die slowly and painfully and suffer for hours -  or until I scream bloody murder..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lucu kan janji mereka :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bikin saya suka dari serial ini adalah kisah yang sederhana dan akting para pemain cilik ini yang begitu natural, jauh dari kesan dibuat-buat seperti sinetron Indonesia. Apalagi &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/George_McFarland"&gt;Spanky&lt;/a&gt;, lucu banget,&lt;span style="font-style: italic;"&gt; chubby&lt;/span&gt; &amp;amp; nggemesin. Jadi pengen nyubit pipinya hehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Saint_Seiya"&gt;Saint Seiya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT536SkEfFI/AAAAAAAAADo/Gx4yeOcpsRI/s1600/saintseiya.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 320px; height: 279px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT536SkEfFI/AAAAAAAAADo/Gx4yeOcpsRI/s320/saintseiya.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566018032775756882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Nah kalo yang ini manga karya Masami Kurumada - Sensei yang diangkat ke dalam anime. Mengambil latar belakang mitologi yunani tentang lima pendekar anak-anak (disebut juga &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bronze Saint&lt;/span&gt; atau saint perunggu) yang mempunyai kekuatan khusus (cosmo) yang ditugaskan untuk melindungi putri Saori yang merupakan reinkarnasi dewi Athena (Dewi perang dan kebajikan) dari salah satu saint yang berkhianat di Sanctuary. Mereka mengabdikan seluruh hidupnya untuk keselamatan Athena. Kelima saint itu adalah Pegasus Seiya, Dragon Shiryu, Cygnus Hyoga, Andromeda Shun dan Phoenix Ikki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT54I6CKH_I/AAAAAAAAADw/JAv_FIHTh0o/s1600/Phoenixikki3rdcloth.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT54I6CKH_I/AAAAAAAAADw/JAv_FIHTh0o/s200/Phoenixikki3rdcloth.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566018283889106930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dari kelima saint perunggu itu yang paling keren menurut saya adalah Ikki, dia cenderung temperamen dan suka bertarung, dia sangat tangguh dan merupakan saint perunggu yang paling kuat. Kekuatan dari ikki adalah dia dapat kembali dari manapun dan dimensi apapun. Ikki juga mempunyai jurus andalan yaitu Tinju Ilusi, kekuatan cosmo-nya bisa menyerang langsung ke otak musuhnya, sehingga bisa membuat pikiran musuh hancur dan bisa membuat ilusi yang buruk bagi musuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari ke-absurd-an ceritanya, (saat itu) saya sangat menikmati serial kartun ini, bahkan saya sering mbayangin jadi Ikki yang bisa pergi dan kembali ke dimensi manapun hehe....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi pengen nonton mereka lagi :((&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Keterangan gambar :&lt;br /&gt;The little rascall mengambil dari &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/The_Little_Rascals_%28film%29"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saint seiya mengambil dari &lt;a href="http://kotakalong.files.wordpress.com/2009/12/saintseiya.jpg"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Phoenix Ikki mengambil dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Phoenixikki3rdcloth.jpg"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-6772173755059256638?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/6772173755059256638/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=6772173755059256638&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/6772173755059256638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/6772173755059256638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2011/01/inside-of-me-favourite-television.html' title='InSiDe of Me : FaVouRite : TeLeviSiOn pRogRAmmE'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT52oMRRrEI/AAAAAAAAADg/onKuygadG_c/s72-c/220px-Little_rascals_ver2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-829450477611014904</id><published>2011-01-24T09:59:00.007+07:00</published><updated>2011-01-25T15:14:20.047+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='30 hari meme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='meracau'/><title type='text'>InSiDe of Me : FaVouRite : mOviE</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Day 02 – Your favourite movie&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Berbicara tentang film, berarti sama saja dengan berbicara tentang ketidakmampuan saya untuk membicarakannya hehe.... maksudnya saya tidak pandai untuk menceritakan kembali tentang film yang saya lihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun termasuk yang tidak begitu hobi menonton. Bahkan acara menonton film ke gedung bioskop kalau dihitung-hitung sepertinya belum melebihi  jumlah jari tangan dan kaki saya. Selain karena nggak ada teman bareng buat nonton, juga terkadang saya rada kecewa dengan film yang saya tonton (biasanya pada kasus film yang diangkat dari novel).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT0irjfF92I/AAAAAAAAAC4/t6qUlNIZyKs/s1600/220px-LOTR_dvdcover.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 220px; height: 315px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT0irjfF92I/AAAAAAAAAC4/t6qUlNIZyKs/s320/220px-LOTR_dvdcover.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565642846155175778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span&gt;Tapi ada satu film yang membuat saya terkesan, yaitu trilogi &lt;a href="http://www.lordoftherings.net/"&gt;Lord of The Ring&lt;/a&gt;, mulai dari The Fellowship of the Ring, The Two Tower dan The Return of the King&lt;/span&gt; karya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/J._R._R._Tolkien"&gt;J.R.R. Tolkien&lt;/a&gt;. Film yang disutradarai oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Peter_Jackson"&gt;Peter Jackson&lt;/a&gt; ini bukan hanya dahsyat tapi benar-benar luar biasa. Penggambaran &lt;span style="font-style: italic;"&gt;setting&lt;/span&gt; yang benar-benar kolosal, hingga penggunaan teknologi komputer yang habis-habisan. Bagaimana sosok Gholum yang tercipta dari teknologi komputer bisa selaras dengan hobbit yang diperankan oleh aktor, serasa nyata tanpa sekat. Pokoknya angkat jempol buat sang sutradara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Untuk alur cerita, pasti kalian juga mengetahuinya kan? Karena  seperti yang saya sebutkan sebelumnya, saya tidak pandai dalam hal  menceritakan kembali :-D.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe title="YouTube video player" class="youtube-player" type="text/html" src="http://www.youtube.com/embed/SYdbLdJR3ag" allowfullscreen="" width="480" frameborder="0" height="390"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Pokoknya apa yang saya bayangkan ketika membaca bukunya tidak jauh beda dengan apa yang saya lihat di filmnya, artinya ekspektasi saya antara buku dengan film terbayar sudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan gara-gara film ini juga, saya jadi mikir bisa jadi beberapa tahun mendatang, makhluk-makhluk menyeramkan anak buah Saruman yang ada di film ini bisa beneran ada dalam kehidupan nyata.  Bagaimana tidak, ambil contoh kecil saja, makhluk hidup yang ada di sungai. Sungai-sungai yang tercemari oleh limbah (baik rumah tangga maupun industri) yang mengakibatkan air yang mengalir mengandung bahan-bahan kimia dari limbah tersebut bercampur dengan plankton-plankton yang dimakan oleh ikan-ikan. Lalu daging ikan yang sudah mengandung senyawa kimiawi itu dimakan oleh manusia (saya), lama-kelamaan mungkin bisa jadi manusia (saya) itu akan berubah menjadi monster yang mengandung racun yang kemudian meracuni otak saya sehingga saya akan berfikir kotor dan melakukan hal-hal yang kotor (lebay dah saya hahahaha....).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;The moral lesson&lt;/span&gt; dari film ini marilah kita menjaga kelestarian bumi tempat kita berpijak ini. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-size: 85%;"&gt;Gambar mengambil dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/The_Lord_of_the_Rings"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-829450477611014904?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/829450477611014904/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=829450477611014904&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/829450477611014904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/829450477611014904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2011/01/inside-of-me-favourite-movie.html' title='InSiDe of Me : FaVouRite : mOviE'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT0irjfF92I/AAAAAAAAAC4/t6qUlNIZyKs/s72-c/220px-LOTR_dvdcover.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-2467549378635190377</id><published>2011-01-17T15:51:00.006+07:00</published><updated>2011-01-24T14:33:15.669+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='30 hari meme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='meracau'/><title type='text'>InSiDe of Me : FaVouRite : sOnG</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Day 01-Your favourite song&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm... agak susah juga menentukan musik favorit. Secara selera musik saya tergantung dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mood&lt;/span&gt; saya saat itu. Semua jenis musik bisa masuk ke telinga saya selama saya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;enjoy&lt;/span&gt; dan bahagia mendengarkannya. Contohnya saja misalnya saya lagi insaf maka saya akan mendengarkan murottal atau lagu-lagu religi, kalau sedih maka saya akan mendengarkan musik yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mellow&lt;/span&gt;, terus kalau lagi marah maka saya akan menyetel musik hingar bingar yang memekakkan telinga. Atau kalau saya lagi kangen sama keluarga saya di kampung, saya akan mendengarkan langgam jawa bahkan wayang (di radio). Tapi kalaupun lagi nggak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mood&lt;/span&gt;, saya akan tetap mendengarkan musik, karena musik bagi saya bukan lagi sekedar hiburan tapi sudah merupakan kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, untuk mengetahui lagu apa yang menjadi favorit saya saat ini gampang banget sebenarnya, karena kalau saya lagi suka sama satu lagu, maka saya akan mendengarkannya terus berulang-ulang (nggak perduli kuping saya jadi keriting :D). Jadi di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;playlist&lt;/span&gt; saya ya satu lagu itu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;doank&lt;/span&gt; yang saya putar. Ada 2 (dua) lagu yang akhir-akhir ini terus berlomba mengeritingkan kuping saya, yang pertama Dave Koz - The Dance dilanjut yang kedua Evanescence - My Immortal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dave Koz - The Dance&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="480" height="385"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/UCkRAdNB-kw?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/UCkRAdNB-kw?fs=1&amp;amp;hl=en_US" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rasanya tenang kalau mendengarkan saksofon si mas Dave ini, ditambah suara berat dari Park Hyosin, komplit dech :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Evanescence - My Immortal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="480" height="385"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/n5LJWG-sQys?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/n5LJWG-sQys?fs=1&amp;amp;hl=en_US" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa lagu ini sering saya dengar? Karena setiap buka blog saya ini, lagu pertama yang terdengar ya suaranya mbak Amy ini hehe.... sederhana bukan? :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-2467549378635190377?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/2467549378635190377/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=2467549378635190377&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/2467549378635190377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/2467549378635190377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2011/01/inside-of-me-favorit-song.html' title='InSiDe of Me : FaVouRite : sOnG'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-6201677414967405128</id><published>2011-01-14T15:57:00.005+07:00</published><updated>2011-01-24T17:26:24.888+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='meracau'/><title type='text'>it's difficult to begin</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TTARBXQU4EI/AAAAAAAAACw/iJxJBRYgh-o/s1600/gse_multipart64541.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 220px; height: 138px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TTARBXQU4EI/AAAAAAAAACw/iJxJBRYgh-o/s320/gse_multipart64541.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561964254922596418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Judul di atas mungkin sering terdengar di telinga kita, bisa juga sering kita alami. Ya, memulai itu sulit, seperti halnya mempertahankan apa yang sudah kita raih. masalahnya sama. sulit.&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;Seperti akhir-akhir ini kalimat tersebut selalu terngiang di telinga saia. Saya ingin menulis lagi, seperti waktu itu, keinginan itu terkadang amat sangat kuat, tetapi ketika dihadapkan pada lembar kertas kosong, saya hanya bisa menatap bengong. Dan masalahnya selalu sama, memulai. Tapi memulai dari mana???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sampai meminta saran sama &lt;a href="http://bungabambu.blogspot.com/"&gt;Om Albert&lt;/a&gt;, bagaimana memancing ide dan &lt;i&gt;mood&lt;/i&gt; untuk menulis, karena semangat saya hilang, bahkan selama tahun 2010 saya cuma dapat 3 cerpen (kenangan hujan, Doris, Kang Sastro) dan sama sekali tidak berhasil menulis puisi satupun. Benar-benar tahun yang tidak produktif :(&lt;br /&gt;Kata Om Albert, saya hanya kehilangan energi. Sebab menulis harus seperti makan dan minum, menjadi &lt;i&gt;habit&lt;/i&gt;. mungkin ada benarnya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;habit&lt;/span&gt;, kebiasaan, menulis karena kebiasaan, seperti halnya setiap pagi kita ngopi &amp;amp; sarapan :D&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Oleh karena itu saya akan memulainya dari racauan. menulis yang sepele, apapun ditulis. bisa apa saja, apa yang saya lihat, apa yang saya dengar dan apa yang saya rasa (mirip judul album hehe...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya... berawal dari sini, saya akan memulai :D&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-6201677414967405128?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/6201677414967405128/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=6201677414967405128&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/6201677414967405128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/6201677414967405128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2011/01/its-difficult-to-begin.html' title='it&apos;s difficult to begin'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TTARBXQU4EI/AAAAAAAAACw/iJxJBRYgh-o/s72-c/gse_multipart64541.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-1690074548889604757</id><published>2011-01-14T15:30:00.005+07:00</published><updated>2011-01-17T16:11:09.067+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='30 hari meme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='meracau'/><title type='text'>30 hari meme-nya eti</title><content type='html'>&lt;p&gt;30 Hari Meme memiliki tema yang berbeda setiap harinya, yaitu:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Day 01- Your favourite song&lt;br /&gt;Day 02 – Your favourite movie&lt;br /&gt;Day 03 – Your favourite television programme&lt;br /&gt;Day 04 – Your favourite book&lt;br /&gt;Day 05 – Your favourite quote&lt;br /&gt;Day 06 – Whatever tickles your fancy&lt;br /&gt;Day 07 – A photo that makes you happy&lt;br /&gt;Day 08 – A photo that makes you angry/sad&lt;br /&gt;Day 09 – A photo you took&lt;br /&gt;Day 10 – A photo of you taken over ten years ago&lt;br /&gt;Day 11 – A photo of you taken recently&lt;br /&gt;Day 12 – Whatever tickles your fancy&lt;br /&gt;Day 13 – A fictional book&lt;br /&gt;Day 14 – A non-fictional book&lt;br /&gt;Day 15 – A fanfic&lt;br /&gt;Day 16 – A song that makes you cry (or nearly)&lt;br /&gt;Day 17 – An art piece (painting, drawing, sculpture, etc.)&lt;br /&gt;Day 18 – Whatever tickles your fancy&lt;br /&gt;Day 19 – A talent of yours&lt;br /&gt;Day 20 – A hobby of yours&lt;br /&gt;Day 21 – A recipe&lt;br /&gt;Day 22 – A website&lt;br /&gt;Day 23 – A YouTube video&lt;br /&gt;Day 24 – Whatever tickles your fancy&lt;br /&gt;Day 25 – Your day, in great detail&lt;br /&gt;Day 26 – Your week, in great detail&lt;br /&gt;Day 27 – This month, in great detail&lt;br /&gt;Day 28 – This year, in great detail&lt;br /&gt;Day 29 – Hopes, dreams and plans for the next 365 days&lt;br /&gt;Day 30 – Whatever tickles your fancy&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-1690074548889604757?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/1690074548889604757/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=1690074548889604757&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/1690074548889604757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/1690074548889604757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2011/01/30-hari-meme-nya-eti.html' title='30 hari meme-nya eti'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-2594024759875292150</id><published>2010-11-09T16:45:00.005+07:00</published><updated>2010-11-09T16:55:08.878+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita'/><title type='text'>Kenangan Hujan</title><content type='html'>Sisa hujan siang itu  menyisakan genangan di beberapa ruas jalan. Travel yang membawaku  kembali ke Jakarta penuh penumpang, maklum libur akhir pekan. Mungkin  sebagian dari mereka adalah para pekerja di Jakarta yang setiap minggu  pulang ke rumahnya di Bandung, dan sebagian lagi mungkin sekedar mengisi  liburan dengan kegiatan berbelanja di beberapa &lt;em&gt;Factory Outlet&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Distro&lt;/em&gt;  yang banyak tersebar di sana. Sementara aku ke Bandung dalam rangka  mengunjungi ibu mertuaku. Dulu kegiatan ini sering kulakukan bersama  suamiku, tapi entah kenapa akhir-akhir ini ada saja kegiatan di saat  bersamaan, jadi terpaksa aku berangkat ke sana sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Travel  baru saja melintasi gerbang tol Pasteur ketika kulihat arloji  menunjukkan pukul 5.20 sore. Beberapa penumpang terlihat ada yang mulai  tertidur, ada yang sibuk dengan ponselnya, ada juga yang ngobrol santai  dengan penumpang di sebelahnya. Kebetulan tempat dudukku di jok paling  belakang, di pinggir, sehingga aku bisa menikmati pemandangan sepanjang  perjalanan dari balik kaca mobil.&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Memasuki Purwakarta,  rinai kembali berderai. Sepanjang sore hujan memang berhenti, tapi  mendung seakan enggan pergi. Tetap menggelayut. Kini gumpalan awan-awan  itu pun kembali luruh, membentuk kristal-kristal bening yang jatuh. Dan  aku, begitu menikmati pemandangan itu. Butiran-butiran kristal yang  pecah di kaca. Saat-saat seperti ini aku jadi teringat ketika di panti  dulu, tempatku menghabiskan masa kecilku. Saat hujan menyapa, seperti  biasa aku akan terduduk diam di dekat jendela, menatap langit, mencoba  membaca dan memahami pesan yang terbawa bersama butiran-butiran air yang  meresap ke tanah. Atau ketika tak juga kupahami, aku akan pergi ke  tanah lapang yang letaknya persis di halaman belakang. Berlari-lari  kecil ke arah tengah. Lalu aku akan berdiri tengadah. Menantang langit.  Meresapi setiap tetesnya yang menimpa tubuh kecilku. Kesenangan itu akan  terhenti tiba-tiba ketika kudengar teriakan Laksmi –teman sekamarku-  memanggil-manggil namaku, menandakan bahwa Bu Tini -pengasuh panti-  melakukan pemeriksaan ke seluruh asrama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kilat yang  menggores langit membuyarkan kenanganku. Sesaat kemudian guntur  terdengar bergemuruh, gaungnya terasa merayap semakin jauh. Kulihat  hampir semua penumpang pulas tertidur, sedang Pak sopir tampak  konsentrasi mengemudi, menerobos deras hujan yang luruh bagai jeruji.  Kuambil ponsel di dalam tas dan mencoba menelpon suamiku untuk  mengabarkan kepulanganku, tapi tidak ada respon. Mungkin sedang  berkendara. Dia memang ada kegiatan sastra di daerah Bulungan pada siang  harinya. Dan panitia memintanya tampil untuk membacakan karya. Beberapa  hari yang lalu dia sempat bercerita padaku, untuk pementasan kali ini  dia akan membawakan salah satu puisinya dengan gaya teaterikal, gerak  puisi demikian istilah dia untuk menyebutnya. Kolaborasi dengan beberapa  teman teaternya. Membayangkan pementasannya seperti menggali ingatanku  saat pertama kali bertemu dengannya dulu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kami berkenalan  di suatu acara yang diadakan salah satu komunitas sastra di Jakarta.  Waktu itu aku terpana melihat penampilannya di atas panggung. Betapa  pembacaan puisinya begitu menyihir orang-orang yang melihatnya, tak  terkecuali aku. Dari sana akhirnya kami berkenalan, kemudian berlanjut  dengan saling bertukar nomor telepon dan sepakat untuk bertemu di  kegiatan-kegiatan sastra berikutnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hingga suatu malam di  pertemuan ketiga, ketika aku diantarkannya pulang, dia meminta  kesediaanku untuk menjadi istrinya. Menjadi istri, pendamping hidup,  bukan semata kekasih. Pernyataannya yang serius, membuatku berfikir  sangat serius. Kutatap matanya dalam diam, mencari sesuatu yang lebih  berbicara dari sekedar kata-kata. Ada binar yang berpendaran. Dan aku  yakin, sangat yakin, di sendu bola matanya itu terbias masa depanku.  Tanpa proses yang panjang, aku mengiyakannya. Banyak yang beranggapan  bahwa aku terlalu gegabah, tergesa-gesa dalam mengambil keputusan, tapi  sungguh, aku sudah memikirkan semuanya, lengkap dengan segala  konsekuensinya. Bahkan ketika aku bersedia menerimanya, di saat itu pula  aku siap untuk kehilangannya. Mungkin ini yang Tuhan gariskan untukku,  untuk menjalani sisa waktuku dengan menemani pengelana kata-kata itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah  persiapan yang singkat, tiga bulan kemudian kami menikah. Pernikahan  sederhana, hanya dihadiri keluarga dan teman-teman dekat. Setelahnya  hidup kami berjalan apa adanya. Mengalir apa adanya. Dia sebagai kepala  keluarga dan aku sebagai ibu rumah tangga, mengabdikan seluruh hidupku  untuknya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tiba-tiba ponselku bergetar. Ada sms masuk.  Ternyata dari Laksmi, teman masa kecilku. Dia mengabarkan bahwa bulan  depan akan kembali ke Indonesia, ada beberapa dokumen yang harus  diurusnya. Dia juga memintaku menemaninya selama di Jakarta,  bernostalgia dengan masa lalu, berkunjung ke panti tempat kami  dibesarkan dulu. Akhirnya setelah sekian lama menyepi di Lhasa, turun  gunung juga dia. Kurasakan bibirku menarik seulas senyum. Pasti akan  kusambut dengan suka cita, betapa kerinduanku sudah menggunung sejak  kami berpisah di asrama dulu, bertahun-tahun lalu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Arloji  di pergelangan tanganku menunjukkan pukul delapan malam ketika travel  melaju di jalan tol lingkar luar Jakarta, mengarah ke Bintaro. Dalam  hitungan menit aku akan tiba di rumah. Perjalanan ini terasa lebih cepat  dari biasanya, mungkin karena sepanjang jalan aku sibuk merangkai  ingatan. Seperti memunguti potongan-potongan &lt;em&gt;puzzle&lt;/em&gt; yang tercecer, lalu menyusunnya kembali menjadi gambar yang utuh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tak  berapa lama, Travel sampai di pangkalannya di salah satu ruko di  kawasan niaga di Bintaro. Dari sana aku melanjutkan perjalananku dengan  Taksi. Lima belas menit kemudian gerbang perumahan tempatku tinggal  sudah terlewati. Taxi mengarah ke blok terakhir dan berhenti di rumah  paling pinggir. Aku turun. Lalu taksi itupun berlalu, menghilang dari  pandanganku. Sesaat kulihat sekeliling sebelum langkahku mendekat ke  pagar dan membukanya. Memasuki halaman rumah, mobil suamiku terparkir di  garasi. Sudah pulang rupanya. Tak sabar aku menuju pintu. Tak terkunci.  Tapi sepi. Mungkin suamiku sedang di ruang kerjanya. Kuletakkan  oleh-oleh titipan ibu mertuaku di meja makan. Lalu aku beranjak ke  kamar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Belum sempat aku membukanya, sayup-sayup terdengar  olehku suara pelan dari dalam. Bisikan-bisikan yang disertai rintihan  manja. Suara perempuan dan laki-laki di saat bersamaan. Suara laki-laki  itu pasti suamiku, aku sangat mengenal suara bariton yang keluar dari  mulutnya, tapi suara perempuan itu.... Siapa? Siapa yang telah berani  bercumbu di dalam kamarku, kamar pengantinku?! Kurasakan ada yang  mendidih di kepalaku. Jemari tanganku menegang lalu mengepal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Braaakkkk!!!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kubuka  pintu dengan kasar. Sepasang manusia tanpa busana tampak terkejut.   Reflek tangan-tangan mereka menarik apa saja untuk menutupi tubuh-tubuh  telanjangnya yang berkilat karena keringat. Sesaat aku terpaku,  berharap adegan di depan mataku hanya sebuah mimpi buruk di tengah  tidurku. Tapi ini nyata, kurasakan perih di dada. Kulihat suamiku  berdiri dan tergesa melangkah ke arahku, dari mulutnya keluar  penjelasan-penjelasan yang olehku terdengar seperti dengungan tawon yang  mengerubung tepat di atas kepalaku. Tangannya mencoba menghalauku untuk  keluar kamar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku berontak. Ini tak bisa dimaafkan.  Sungguh. Selingkuh adalah wujud pengkhianatan. Dan yang menyedihkan  lagi, perbuatan itu dilakukan suamiku di rumah kami, istana yang  kubangun dengan kejujuran hati. Kukibaskan tangan suamiku yang mencoba  menghalangi, aku semakin merangsek ke dalam, mendekati perempuan itu  yang menggigil takut, terisak di sudut. Pucat. Dadaku bergetar, mulutku  getir. Kutampar pipinya lalu kuseret ke kamar mandi, tubuhnya  meronta-ronta mencoba melepaskan diri. Suamiku yang mencoba  melindunginya membuatku semakin kalap, kudorong dia sekuat tenaga hingga  tersungkur membentur siku meja. Lalu kakiku menendang apa saja, kaki,  tangan bahkan sekujur tubuhnya.  Aku tak tahu, kekuatan apa yang  merasukiku. Sampai kemudian kulihat dia tak bergerak, hanya mulutnya  yang meringis kesakitan. Mungkin ada salah satu tulangnya yang patah,  entahlah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perempuan itu berteriak histeris, kubekap  mulutnya dan kubenamkan kepalanya berulang kali ke dalam bak mandi,   hingga lemas tak sadarkan diri. Selesai berurusan dengan perempuan itu,  aku melangkah mendekati suamiku. Tubuhnya masih meringkuk di dekat  meja, sesekali mencoba berdiri bertumpu pada kedua lututnya. Tangannya  menggapai ke arahku yang berdiri beberapa langkah darinya. Rasa bersalah  yang terlukis di wajahnya tak mampu meredakan amarahku yang terlanjur  tumpah. Cinta yang kupupuk selama ini seketika lumer, meleleh tak  berbentuk lagi. Rasa percaya yang coba kutanamkan padanya langsung  tumbang. Potongan-potongan gambar kebersamaanku dengannya tiba-tiba  terhambur, berputar-putar, melayang mengelilingiku. Pusing. Kepalaku  terasa pening. Kugeleng-gelengkan kepalaku, berharap gambar-gambar itu  terlepas dari ingatanku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku harus membuangnya. Melenyapkannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kuambil belati yang selalu kusimpan rapi di kotak riasku, di bawah tumpukan peralatan &lt;em&gt;make up&lt;/em&gt;,  aman tersembunyi. Lalu secepat kilat kubenamkan belati itu ke dadanya.  Pelan kuputar gagang belati sebelum akhirnya kucabut dengan hati-hati.  Lubang yang menganga langsung teraliri darah segar, menciptakan genangan  di lantai kamar. Banjir darah. Kedua matanya mengiba. Tak berkedip.  Tetap saja kurasakan perih mendera tatkala kulihat tubuhnya mengejang,  setelahnya geming. Hening.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lelaki itu, suamiku mati di tanganku. Mati dengan caraku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Sekarang  katakan padaku, Apakah suami yang telah berkhianat dan tidak bisa  bertanggung jawab terhadap istri dan keluarganya patut dipertahankan?"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semua  orang yang hadir di ruang sidang itu terdiam. Semua mata tertuju pada  sosok perempuan yang duduk gemetar di kursi pesakitan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TNkYnJ4Ew3I/AAAAAAAAACU/VCtqkMFCVYo/s1600/girl-and-rain-dark-1.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 227px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TNkYnJ4Ew3I/AAAAAAAAACU/VCtqkMFCVYo/s320/girl-and-rain-dark-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5537484277773812594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Gerimis  kecil berjatuhan ketika kakiku menapaki jalan di pemakaman. Pohon-pohon  kamboja berdiri rindang, menaungi nisan-nisan yang berderet panjang. Di  deret paling ujung, agak menyendiri, tampak olehku sebuah makam yang  masih baru. Bergegas langkahku ke sana. Gundukan tanah merah basah  dengan taburan bunga yang mulai layu di atasnya. Aku terpaku menatap  sebuah nama terukir di nisan yang beku. Nania Salindri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nania,  teman masa kecilku. Dia ditemukan meninggal dalam keadaan sangat  mengenaskan, mati bunuh diri dengan cara memotong nadi. Kabar yang  kuketahui, sejak dipenjara atas pembunuhan yang dilakukannya, dia  mengalami depresi, lalu memutuskan mengakhiri hidup dengan caranya  sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hening. Desau angin dingin menyergap tubuhku.  Langkahku mendekati nisan, seikat bunga mawar putih kuletakkan di atas  pusaranya. Mawar kesukaannya. Mawar yang katanya melambangkan perjuangan  yang tak henti, meski kini dia telah tidur abadi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hujan  mulai turun. Butiran-butiran air tercurah menimpa ranting-ranting dan  dedaunan kamboja, kemudian memercik menabrak nisan-nisan di pemakaman.  Bebatuan dan rerumputan nampak basah. Tubuhku kuyup. Kenanganku kembali  ke masa dulu, ke masa di mana aku dan dia pernah menghabiskan masa kecil  di panti. Belajar dan bermain bersama. Satu yang selalu kuingat  tentangnya, dia begitu mencintai hujan. Dia akan betah berlama-lama  menikmati hujan dari bibir jendela, mendengarkan suaranya yang katanya  bagai nyanyian kegalauan. Atau di saat yang lain, dia akan berlari ke  tengah lapangan, lalu berdiri dengan tangan terentang, wajahnya menatap  langit. Matanya terpejam. Diam. Meresapi setiap tetesnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tiba-tiba mataku menghangat. Tak terasa bulir-bulir airmataku berjatuhan tanpa bisa kutahan, mengalir bersama deraian hujan. &lt;em&gt;Dan saat ini aku baru mengerti kenapa kau begitu mencintai hujan. Sebab di dalam hujan tangismu tak kelihatan.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;﻿&lt;/p&gt;&lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;sept' 2010&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;dalam hujan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;gambar dicopas dari http://i723.photobucket.com/albums/ww231/scene90215/girl-and-rain-dark-1.jpg&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-2594024759875292150?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/2594024759875292150/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=2594024759875292150&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/2594024759875292150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/2594024759875292150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2010/11/kenangan-hujan.html' title='Kenangan Hujan'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TNkYnJ4Ew3I/AAAAAAAAACU/VCtqkMFCVYo/s72-c/girl-and-rain-dark-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-5253749097239870589</id><published>2010-08-26T10:19:00.005+07:00</published><updated>2010-08-26T17:29:11.807+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita'/><title type='text'>Doris</title><content type='html'>Galeri utama ini tampak megah dengan pilar-pilar penyangga atap yang berdiri gagah. Bola-bola lampu kristal berukuran sedang tergantung tepat di tengah ruang. Juga ada beberapa guci keramik yang sepertinya sengaja ditata sedemikian rupa untuk menimbulkan kesan klasik. Kuedarkan pandang ke seluruh ruang, sore ini tampak lengang. Hanya ada beberapa pengunjung yang terlihat mengamati beberapa lukisan yang terpajang di sepanjang dinding. Mereka melihat-lihat lukisan satu demi satu secara bergantian, menggeser posisi dengan perlahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara seorang gadis di sebelahku masih berdiri terpaku. Matanya menatap lurus ke lukisan di depannya, seakan ingin menembus kanvas dan masuk ke dalamnya. Sudah hampir satu jam dia terdiam. Aku jadi berpikir kira-kira apa yang membuatnya tampak begitu tersihir, hingga matanya terus menatap, tak sekalipun mengerjap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kulihat lukisan itu. Sebuah gambar pemandangan yang menurutku sederhana. Dermaga tua dengan latar belakang senja yang hampir purna. Ada beberapa kapal kecil penangkap ikan yang tertambat di bagian kanan. Sementara air laut tampak tenang dengan pendar sinar keemasan. Lalu ada sosok lelaki tua yang berdiri di ujung dermaga, bertopi pet, dengan tangan kiri mendekap dada, sementara tangan kanannya memegang tongkat yang menopang tubuh rentanya. Pandangannya ke arah siluet jingga tepat di garis cakrawala. Itu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Begitu berbicara,” kudengar dia menggumam. Takjub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menoleh ke arahnya. Matanya masih menatap serius ke lukisan, tapi kali ini disertai senyuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pilihan tema yang pas, komposisi warna yang juga pas. Begitu hidup. Aku ingin lukisanku seperti itu.” Kali ini pandangannya beralih ke arahku. Matanya berbinar riang, namun sedetik kemudian berangsur hilang, “tapi susah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayolah... kamu pasti bisa.” Ucapku seraya meregangkan kedua kakiku. Pegal juga ternyata setelah berdiri cukup lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ahh... Arya, bilang dong kalau kamu capek berdiri. Nggak usah pakai isyarat begini. Gimana kalau ke &lt;i&gt;Cafe&lt;/i&gt; saja. Kita bisa duduk-duduk ngobrol di sana sambil menikmati senja, menikmati lukisan yang sebenarnya.” Tangannya menggamit lenganku. Lalu langkah kami beranjak keluar dari galeri utama, meninggalkan gambar si lelaki tua di ujung dermaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doris namanya, lengkapnya Doris Septia. Aku mengenalnya belum lama, tepatnya hampir satu bulan lalu. Ketika itu kami bertemu di Pulau Tidung, yang masih merupakan gugusan kepulauan Seribu. Kebetulan aku dan dia tergabung dalam satu paket wisata yang sama. Aku menikmati secuil waktu di sela-sela jadwal kegiatan juga &lt;i&gt;deadline&lt;/i&gt; pekerjaan yang mencekikku, sementara dia berlibur sekalian observasi untuk obyek lukisannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku ingin membuat lukisan tentang keindahan bawah laut.” Ucapnya ketika berada di atas kapal yang membawa kami ke pantai Karang Beras, tempat paling tepat untuk &lt;i&gt;snorkeling&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;diving&lt;/i&gt;, menikmati pemandangan bawah laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukankah obyek lukisan itu luapan imaji pelukisnya? Seperti Da Vinci dengan Monalisa, atau Basuki Abdullah dengan Nyi Roro Kidul?” Tanyaku. Lukisan adalah salah satu obyek seni yang sampai sekarang masih menjadi misteri, sulit kumengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kebanyakan memang begitu, tapi aku belum seimajinatif mereka, dan aku masih belajar bagaimana membuat lukisan yang nampak bernyawa, serasa nyata. Apalagi ini tentang kehidupan bawah laut, setidaknya aku tahu wujud karang, batu koral juga habitat air itu seperti apa. Biar nggak kelihatan banget bodohnya hahaha....“ Tawanya lepas ke langit luas. Tubuh mungilnya terguncang seirama kapal yang melaju kencang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, dari pertemuan itu akhirnya kami berteman. Sifatnya yang ramah dan &lt;i&gt;easy going&lt;/i&gt; membuat hubungan pertemanan ini terasa menyenangkan. Kadang di waktu luang akhir pekan, kami bertemu sekedar ngobrol sambil minum kopi atau duduk-duduk di taman kota seraya menikmati senja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Hot Coffee&lt;/i&gt; sama &lt;i&gt;Orange Juice&lt;/i&gt; ya mbak,” ucap Doris sambil menyerahkan daftar menu, si pelayan mengangguk dan meninggalkan meja.&lt;br /&gt;“Tumben, pesan &lt;i&gt;Orange Juice&lt;/i&gt;. Sudah bosan minum kopi?”&lt;br /&gt;“Nggak juga.”&lt;br /&gt;“Lalu?”&lt;br /&gt;“Lagi pengen aja. Keluar dari kebiasaan.”&lt;br /&gt;“Aneh.”&lt;br /&gt;“Apanya?”&lt;br /&gt;“Nggak apa-apa.”&lt;br /&gt;“Kok?”&lt;br /&gt;“Nggak biasanya.”&lt;br /&gt;“Kan tadi aku bilang, keluar dari kebiasaan.” Kepalan kecil &lt;i&gt;tissue&lt;/i&gt; dilemparkannya ke arahku. Wajahnya merengut. Aku tergelak melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bookscafe&lt;/i&gt; tampak ramai. Hampir seluruh meja terisi. Tampak beberapa pasang remaja asyik menikmati obrolan mereka. Ada juga yang memanfaatkan &lt;i&gt;hot spot&lt;/i&gt; gratis dengan berselancar di dunia maya. Sementara meja di sudut ruang bagian dalam, seorang lelaki paruh baya khusyuk dengan rokok kreteknya, menikmati nikotin di setiap hisapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelayan tadi tampak berjalan menghampiri meja kami, kali ini tangan kirinya membawa nampan berisi minuman yang kami pesan. Setelah meletakkan minuman ke atas meja dan basa basi sekedarnya, pelayan itupun berlalu meninggalkan kami berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuaduk kopiku pelan, lalu kureguk dengan perlahan. Sementara Doris sibuk memainkan jemarinya di bibir gelas, matanya jauh memandang ke angkasa. Sengaja kami memilih meja persis di sebelah pintu masuk, sehingga kami bisa menikmati pemandangan luar dari balik kaca. Menikmati senja, lalu lalang orang-orang juga kendaraan yang melintas di jalanan yang tak begitu luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Candhikkala. Fenomena alam yang selalu mempesona”. Gumamnya lirih, “seperti halnya terbit fajar. Yang selalu melahirkan semangat baru.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat langit merona jingga. Pendar sinar matahari kuning keemasan memantul di kaca-kaca, sewarna dengan lampu-lampu jalan dan kendaraan yang mulai menyala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku dengar kamu lagi menyiapkan pementasan. Lakon apa?” Ucapnya membuka percakapan.&lt;br /&gt;“Perjalanan Kehilangan.”&lt;br /&gt;“Noorca M. Masardi?”&lt;br /&gt;“Yup.”&lt;br /&gt;“Sudah sampai mana?”&lt;br /&gt;“Baru proses &lt;i&gt;reading&lt;/i&gt; . Terus lagi mengeksplorasi musiknya biar dapat yang pas dengan jalan ceritanya.”&lt;br /&gt;“Memang kapan rencananya?”&lt;br /&gt;“Mungkin sekitar awal tahun, tiga bulan lagi. Masih menyesuaikan jadwal dengan teman-teman yang lain. Kebetulan aku juga sibuk menyelesaikan beberapa naskah untuk kumpulan cerpenku.”&lt;br /&gt;“Wah... udah mau terbit ya. Bisa dapat gratis nih.”&lt;br /&gt;“Pastinya. Tapi aku minta salah satu lukisan kamu untuk desain sampul bukunya ya hehehe....”&lt;br /&gt;“Curang. Nggak mau rugi.”&lt;br /&gt;“Zaman sekarang mana ada yang gratis Non.” Mataku mengerling.&lt;br /&gt;“Dasar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tertawa bersamaan. Gelap perlahan mulai merayap. Hiasan lampu kelap-kelip yang merambat di dinding &lt;i&gt;Cafe&lt;/i&gt; menambah suasana lebih gemerlap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oia, kamu sendiri gimana? Kabar lukisanmu?”&lt;br /&gt;“Buruk.”&lt;br /&gt;“Buruk?”&lt;br /&gt;“Iya. Lukisan yang aku inginkan belum selesai juga sampai sekarang.”&lt;br /&gt;“Masalahnya?”&lt;br /&gt;“Entahlah, aku merasa tak mampu menyelesaikannya.”&lt;br /&gt;“Kenapa?”&lt;br /&gt;“Masih ada yang kurang menurutku. Tapi aku tak tahu dimananya.” Wajahnya putus asa.&lt;br /&gt;“Mungkin kamu perlu &lt;i&gt;break&lt;/i&gt; sebentar. Jangan terlalu dipaksakan.” Aku tak bisa menyarankan apa-apa, karena aku sama sekali buta dengan dunia melukisnya.&lt;br /&gt;“Apa yang aku lihat waktu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;diving&lt;/span&gt; dulu sudah coba aku tuangkan semua. Karang, ikan-ikan, juga habitat laut lainnya. Aku masih mencari ide kira-kira obyek apa lagi yang pas buat menyempurnakannya.” Jelasnya padaku.&lt;br /&gt;“Iya. Pasti nanti ketemu jalannya. Aku tahu kamu bisa.” Ucapku meyakinkannya.&lt;br /&gt;“Makasih ya. Oia, kapan-kapan boleh kan ikut kamu latihan. Siapa tahu aku pindah haluan, tertarik bermain teater hahaha....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doris. Dia pintar sekali mengalihkan pembicaraan. Seakan tidak ingin orang lain ikut merasakan kegundahan dalam hatinya. Wajahnya selalu nampak ceria, meski kadang kulihat matanya yang pualam seperti menyimpan misteri yang kelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang yang mendung. Matahari seakan enggan menampakkan diri. Aku masih berkutat dengan &lt;i&gt;keyboard&lt;/i&gt; komputerku, ketika tiba-tiba ponselku berbunyi. Sms masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Doris tertera di layar ponselku. Klik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11-Oct-10 10.53 am&lt;br /&gt;Arya, aku tahu bagaimana caranya menyempurnakan lukisanku. Sepertinya aku harus lebih akrab lagi dengan kanvasku, biar ide dalam kepalaku ini bisa lebih menyatu. Ahh... jadi nggak sabar untuk menyelesaikannya dan melihat kau terkesima melihat hasil akhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah tiga hari sejak smsnya yang terakhir, ponsel Doris tidak bisa dihubungi. Nomornya tidak aktif. Panggilanku tak terjawab, smsku semua tertunda. Aku jadi bertanya-tanya, kira-kira pergi kemana dia. Apa mungkin dia &lt;i&gt;travelling&lt;/i&gt; lagi, mencari inspirasi untuk obyek lukisannya? Tapi kenapa dia tidak meninggalkan pesan apa-apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kucoba mengingat-ngingat pertemuan terakhirku dengannya, mungkin dia pernah bilang akan kemana dan aku tak mendengarkannya. Tapi seingatku dia tidak mengatakan apa-apa, selain tentang lukisan yang sedang dikerjakannya. Sekali lagi aku coba meneleponnya, sia-sia. Tak ada jawaban. Aku mulai gelisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku harus bertemu dengannya, memastikan dia baik-baik saja. Kubongkar lagi tumpukan brosur di laci meja, aku ingat dia pernah menuliskan alamat kost-nya ketika kami berpisah setelah dari Pulau Tidung dulu. Ketemu. Jalan Sawo Atas No. 15 Jakarta Selatan. Tanpa menunggu lama, aku langsung menuju ke sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di sana, tampak sepi. Kata Bapak si penjaga rumah, dia juga sudah beberapa hari ini tidak melihat Doris. Tapi tak ada pesan yang ditinggalkan seperti halnya ketika dia akan lama bepergian. Akhirnya aku meminta ijin juga bantuan pak penjaga untuk membuka paksa pintu kamar Doris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu. Dua. Tiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brakkkk!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu terbuka. Pelan aku masuk ke dalamnya. Segalanya tampak tertata sesuai dengan tempatnya. Tumpukan buku-buku di atas meja, tempat tidur yang rapi juga beberapa pigura yang terpasak di dinding kamar. Lalu kuas dan cat lukisan yang mulai mengering tergeletak di atas meja, berdampingan dengan kanvas berukuran besar yang masih terpasang kaki tiga tiang penyangga. Dekat jendela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/THXh-Tvez3I/AAAAAAAAACE/hWZC12SXvnc/s1600/thedeepmysteryii.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 256px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/THXh-Tvez3I/AAAAAAAAACE/hWZC12SXvnc/s320/thedeepmysteryii.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5509558179725234034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Pandanganku beralih ke kanvas. Kulihat gambar panorama bawah laut yang pernah dia ceritakan padaku beberapa hari yang lalu. Ada karang-karang, bebatuan koral, juga ikan-ikan yang berenang. Tapi kali ini ada yang beda. Ada sosok perempuan anggun melayang di dalamnya. Kaki kirinya lurus memanjang sementara kaki kanannya menekuk ke depan bertumpu pada lutut kaki kirinya, menutupi bagian kewanitaannya. Kedua tangannya menyilang di dada, menutupi kedua payudaranya. Samar-samar sisik keperakkan berkilau di sekujur tubuhnya. Sementara kedua ujung sirip tampak berkibar di sela-sela ikan-ikan yang berenang mengelilinginya, seperti selendang yang menjuntai dari balik punggungnya. Rambutnya yang panjang sebahu terurai mengikuti arus air. Lalu mataku menangkap wajah yang sangat kukenal, wajah yang belakangan ini sangat kuhafal. Bibir tipis, hidung lancip, juga sepasang mata pualam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kukerjapkan mataku berulang kali, berharap aku sedang berhalusinasi. Tapi sosok itu tetap ada, begitu nyata. Tiba-tiba aku teringat tentang sosok Dewi laut mitologi Yunani yang pernah aku baca dalam ensiklopedi. Mungkinkah dia?&lt;br /&gt;Entahlah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tamat&lt;br /&gt;13062010 ; 04.10 pm&lt;br /&gt;Ditemani ‘Princess of the night’ by Richard Clayderman &amp;amp; teh manis hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Doris : Dewi laut bulan dalam mitologi Yunani. Anak dari Okeanos dan Tethys. Juga merupakan istri Nereus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar di Copas dari http://dezzan.deviantart.com/art/Deep-mystery-155499244?q=boost%3Apopular+deep+mystery&amp;amp;qo=10&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-5253749097239870589?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/5253749097239870589/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=5253749097239870589&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/5253749097239870589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/5253749097239870589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2010/08/doris.html' title='Doris'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/THXh-Tvez3I/AAAAAAAAACE/hWZC12SXvnc/s72-c/thedeepmysteryii.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-4241889286887876727</id><published>2010-04-01T13:40:00.003+07:00</published><updated>2010-04-01T14:13:07.758+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita'/><title type='text'>Kang Sastro</title><content type='html'>Kamar kontrakan paling ujung itu masih tertutup rapat. Lampu bohlam lima &lt;span style="font-style: italic;"&gt;watt&lt;/span&gt; yang tergantung dalam ruang itu masih tampak menyala, terlihat dari lubang udara tepat di atas pintu yang menghadap ke utara. Sudah dua hari ini Kang Sastro, penghuni kamar itu tak terlihat, mungkin dia pergi di malam gelap ketika semua penghuni kamar khusyuk terlelap. Lalu pulang menjelang fajar kemudian dia diam mendekam dalam kamar. Mungkin dia tidur? Entahlah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kang Sastro, begitu orang-orang memanggilnya. Usianya kira-kira hampir empatpuluh tahun. Aku tahu namanya dari ibuku, katanya orang-orang sini tidak pernah tahu siapa nama aslinya, cuma suatu kali dia pernah berkata kalau dirinya itu bukan buruh atau pedagang seperti kebanyakan penghuni kontrakan yang lain, tetapi dia senang sama yang namanya seni, makanya pekerjaannyapun tidak tentu alias serabutan. Kata ibuku, dia pernah melihat Kang Sastro &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngemper&lt;/span&gt; di dekat stasiun jadi pelukis, pernah juga melihatnya ngamen di terminal &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nembang&lt;/span&gt; geguritan campursari, juga adakalanya baca puisi yang ia tulis sendiri. Pernah juga tetangga kontrakan melihatnya main tobong, ludruk, atau jadi penabuh kendang di acara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tayub&lt;/span&gt;-an, pokoknya apa saja yang penting nyastro katanya. Ditambah penampilannya yang nyentrik mirip seniman, maka orang-orang memanggilnya Kang Sastro seperti yang aku tahu sekarang. Bisa jadi memang dia seniman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kang Sastro itu agak tertutup orangnya, aku jarang melihat dia ngobrol dengan para bapak yang suka kumpul malam-malam di warung kopi di mulut gang. Aku juga jarang melihatnya bercengkrama dengan penghuni kontrakan yang lain. Aku lebih sering melihatnya terdiam, tak banyak bicara tapi tangannya bekerja, kadang menulis atau melukis sesuatu. Tapi anehnya, dia senang bercerita untukku. Dia akan cerita apa saja, dan aku betah berlama-lama mendengarkannya. Kadang dia mendongeng legenda Timun Mas, Joko Tarub, Ajisaka, Ande-ande Lumut, Sangkuriang, juga cerita rakyat lainnya. Kadang tentang lakon tobong atau ludruk yang baru saja dimainkannya. Tapi terkadang dia juga cerita tentang perjalanan hidupnya. Aku tak tahu kenapa dia begitu terbuka padaku, mungkin dia percaya padaku, dia yakin aku tidak bakat jadi penyebar isu. Terlebih lagi, mungkin karena aku bisu, dan itu alasan yang paling masuk akal bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah dia bercerita tentang istrinya yang katanya dulunya kembang desa di kampungnya yang pada akhirnya pergi meninggalkannya karena tidak mampu bertahan dengan gaya hidupnya, dengan kemiskinannya. Juga tentang anak perempuan satu-satunya yang menderita leukemia yang akhirnya meninggal dunia karena tak ada biaya untuk pengobatannya, bahkan untuk biaya pemakamannya. Lalu kepergiannya merantau ke Surabaya demi menghapus segala kenangan tentang masa lalunya yang begitu menyakitkan baginya. Pun tentang hubungannya dengan pemain tayub yang katanya janda beranak dua yang ditinggal pergi oleh suaminya yang akhirnya mendekatkan keduanya karena merasa sama-sama senasib ditinggalkan oleh orang yang mereka cinta. Semuanya dia ceritakan padaku, pada kebisuanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tatkala Kang Sastro sedang tidak ingin bercerita, maka aku akan menemaninya menulis maupun melukis. Aku akan duduk di dekat pintu, menyandar sambil memeluk lutut. Lalu kang Sastro dengan tekun mengerjakan pekerjaannya tanpa suara. Diam. Dan itu bisa berlangsung berjam-jam. Sering aku berkhayal untuk menepis kebosanan. Ketika Kang Sastro sedang asyik menulis, kubayangkan tiba-tiba dia membeku dan ada yang retak di kepalanya, lalu huruf-huruf berjejalan berebut keluar dari dalamnya. Ada yang melompat, ada yang terbang, ada pula yang meluncur berpegangan pada rambut panjangnya. Lalu mereka semua akan berkumpul di atas selembar kertas di atas meja, menari-nari membentuk formasi, membentuk rangkaian kata. Tanpa pena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau manakala dia sedang melukis, kubayangkan warna-warna menganak sungai keluar dari mulutnya, hidungnya, telinganya bahkan dari kedua matanya. Merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu. Warna-warna pelangi itu dengan teratur mengalir mengikuti alur tangannya dan berakhir di kanvas di hadapannya. Mereka saling memuncratkan diri ke atas kanvas, membaur -tak teratur, membentuk gambar-gambar abstrak yang sarat gradasi warna. Tanpa kuas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan khayalanku akan berakhir dengan sendirinya manakala kudengar teriakan ibu yang memanggil namaku. Yang merupakan tanda bahwa ibu sudah pulang dari berjualan di pasar, dan aku harus segera pulang menemuinya. Seperti biasanya Kang Sastro akan tersenyum lalu berbicara pelan padaku “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wis nduk&lt;/span&gt;, pulang sana. Ibumu pasti membawakan banyak jajanan untukmu.” Aku hanya mengangguk dan beranjak pulang dengan tergesa. Meninggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunyi gaduh membangunkan tidurku dan kulihat ibu sudah tak ada di sebelahku. Langsung aku menghambur keluar ke tempat kegaduhan itu berasal. Sejenak aku terhenyak, hari masih gelap tapi kenapa banyak sekali orang-orang berkerumun di depan kamar kontrakan Kang Sastro. Terus ada Pak RT dan Pak Tarno si pemilik kontrakan. Aneh, tidak biasanya begini. Pasti ada sesuatu yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kucoba mencari-cari sosok ibuku di antara kerumunan itu. Kulihat ibu berdiri di depan kamar Budhe Sumi yang letaknya tepat di sebelah kamar Kang Sastro. Aku langsung berlari padanya. Ibu sertamerta memelukku dan berbisik kalau Kang Sastro sudah tiada. Katanya lagi, Budhe Sumi curiga karena mencium bau busuk yang menyengat dari kamar Kang Sastro, lantas dia melapor ke Pak Tarno -pemilik kontrakan. Makanya Pak Tarno meminta bantuan bapak-bapak untuk mendobrak pintu kamar Kang Sastro. Dan setelahnya mendapati Kang Sastro tergeletak sudah tak bernyawa. Setengah tak percaya, aku berlari menerobos kerumunan itu. Sesampainya di pintu, aku terpaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat tubuh Kang Sastro tergeletak seperti yang diceritakan ibu. Diam, layaknya orang yang pulas tertidur. Kulihat ada sesuatu yang mengalir dari mulutnya, hidungnya, telinganya bahkan dari kedua matanya. Cairan kental berwarna pekat. Tapi bukan warna-warna pelangi yang sering kubayangkan. Bukan pula hitam. Tapi darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-tamat-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhir maret 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-4241889286887876727?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/4241889286887876727/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=4241889286887876727&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/4241889286887876727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/4241889286887876727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2010/04/kang-sastro.html' title='Kang Sastro'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-8248295338553534553</id><published>2009-12-16T09:58:00.001+07:00</published><updated>2011-03-23T14:15:02.216+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Ia ingin menikah di bulan Dzulhijjah</title><content type='html'>/1/&lt;br /&gt;Ia ingin menikah di bulan Dzulhijjah&lt;br /&gt;Bulan penuh pengorbanan katanya&lt;br /&gt;Seperti hewan-hewan kurban yang bersedia&lt;br /&gt;kehilangan nyawanya, menjalani takdirnya&lt;br /&gt;Begitu pula dengan cinta, yang harus rela&lt;br /&gt;dikorbankan agar keyakinan tetap terjaga&lt;br /&gt;seutuhnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;/2/&lt;br /&gt;Ia ingin menikah di bulan Dzulhijjah&lt;br /&gt;Dibayangkannya ia duduk di pelaminan&lt;br /&gt;Bersanding dengan perempuan pilihan&lt;br /&gt;Jelmaan dari tulang rusuknya yang sekian&lt;br /&gt;lama hilang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;/3/&lt;br /&gt;Ia ingin menikah di bulan Dzulhijjah&lt;br /&gt;Tapi bukan sekarang katanya&lt;br /&gt;Mungkin tahun depan&lt;br /&gt;atau entah kapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-8248295338553534553?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/8248295338553534553/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=8248295338553534553&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/8248295338553534553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/8248295338553534553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2009/12/ia-ingin-menikah-di-bulan-dzulhijjah.html' title='Ia ingin menikah di bulan Dzulhijjah'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-5040865039534324557</id><published>2009-12-15T10:45:00.002+07:00</published><updated>2009-12-15T11:05:33.246+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sonet'/><title type='text'>[Sonnet] Siang Bersamamu</title><content type='html'>Siang berapi ketika aku tiba di rumahmu&lt;br /&gt;yang sunyi. Kau masih seperti dulu menyambutku mesra&lt;br /&gt;dengan senyuman dan tatap matamu yang sendu.&lt;br /&gt;Lalu kita berdua duduk bercengkrama di beranda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin yang hangat menampar&lt;br /&gt;tak menyurutkan jemarimu menari diantara&lt;br /&gt;senar gitar yang tak henti bergetar.&lt;br /&gt;Sementara kata-kata terus berhamburan dari mulut kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lihat," katamu. Kuikuti arah tanganmu yang menunjuk&lt;br /&gt;ke rumpun perdu. Kulihat sepasang burung gereja&lt;br /&gt;terbang rendah, sesekali menyentuh tanah. Meliuk-liuk&lt;br /&gt;seakan tak perduli dengan panas yang mendera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diam-diam di langit biru&lt;br /&gt;ada yang terus membakar cemburu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-5040865039534324557?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/5040865039534324557/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=5040865039534324557&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/5040865039534324557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/5040865039534324557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2009/12/sonnet-siang-bersamamu.html' title='[Sonnet] Siang Bersamamu'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-1693596896147002310</id><published>2009-11-20T17:38:00.000+07:00</published><updated>2009-11-20T17:43:04.798+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita'/><title type='text'>Cangkir si Penyair</title><content type='html'>Malam belum lagi larut ketika dia pulang dengan wajah kusut. Rambut panjangnya yang dibiarkan tergerai terlihat masai. Setelah menutup pintu, perlahan dia berjalan ke arahku yang diam terpaku disebalik tumpukan buku. Sampai di meja yang merapat ke jendela dia berhenti. Sempat kulihat dia menarik nafas dan menghembuskannya kuat-kuat, seakan berharap beban di pundaknya ikut terangkat. Dan kurasakan bau alkohol yang begitu menyengat. Hmm… sepertinya dia menenggak arak lagi malam ini. Lalu diletakkan tas butut kesayangannya di atas meja dan berlalu begitu saja. Berlalu begitu saja. Tak memperhatikanku. Mengabaikan keberadaanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah… betapa bodohnya aku. Bagaimana mungkin dia memperhatikan aku, aku bukan sesuatu yang istimewa baginya. Tak seperti kertas dan kanvas yang selalu menjadi tempat menumpahkan isi kepalanya, luapan imajinya. Aku bahkan tak seperti tas kulit bututnya, yang selalu menemani kemanapun dia pergi. Juga tak seperti batang rokok yang setiap saat bisa disulutnya, menghilangkan asam di mulutnya. Aku hanya sebuah cangkir. Ya… cangkir. Aku hanya bisa memberikan kesetiaanku, itupun bila dia masih membutuhkanku. Itu saja. Apa lagi yang bisa kutawarkan padanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini kulihat dia sudah telentang di ranjang, matanya menerawang. Wajahnya terlihat sangat lelah, sepertinya dia telah melewati hari-harinya dengan susah payah. Akhir-akhir ini memang dia sering terlihat bingung, kadang merenung, terkadang tampak murung. Mungkin memikirkan hidupnya yang semakin sulit, beban yang semakin menghimpit. Atau mungkin dia sedang jatuh cinta, dengan seorang pelacur di luar sana, terus otaknya tak henti berpikir, bagaimana cara membebaskan kekasihnya itu dari rumah bordir. Hmm… entahlah, aku tak bisa mengira-ngira apa yang ada dalam benaknya. Sesaat kemudian kudengar dia mendengkur, semoga saja dia pulas tertidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanang, sebut saja begitu atau begitu biasanya aku menyebutnya. Aku tak tahu siapa namanya dan aku tak berniat untuk menanyakannya. Ah… kalian tahu sendiri kan, aku tak bisa bicara. Aku tak ingat kapan persisnya dia memilikiku. Yang aku ingat waktu itu diam-diam dia memasukkanku ke dalam tas bututnya ketika dia mampir di kedai kopi langganannya. Dan sampai sekarang aku bersamanya. Menemaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti pagi ini, saat dia menyeduh kopi. Kebiasaan yang selalu dia lakukan. Disaat-saat seperti ini aku merasa sangat bahagia, karena aku dibutuhkannya. Ditemani beberapa linting rokok (mungkin ganja), dia akan memulai aktivitas pertamanya dengan berdiam diri di kamar mandi, setelah itu dia akan duduk di bibir jendela, menikmati hangat mentari yang menerobos masuk ke kamarnya. Tapi terkadang dia juga hanya duduk menekur di pinggir tempat tidur. Tak jelas apa pekerjaannya. Terkadang kulihat dia menulis, kadang melukis. Tapi aku tak pernah tahu kisah apa yang ditulisnya atau gambar apa yang dia tuang dari isi kepalanya. Yang aku tahu, dia akan betah berlama-lama memainkan kuas di atas kanvas, menggambar sesuatu yang tak jelas. Lukisan dengan warna muram, seperti menggambarkan sisi hidupnya yang kelam. Dilain waktu kulihat dia menulis puisi dengan menghabiskan berlembar-lembar kertas, lalu dia akan membacanya keras-keras, dengan tangan mengacung, dada membusung. Mungkin dia seorang penyair. Entahlah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu dia pergi. Meninggalkanku dengan ampas kopi masih tertinggal di dasar tubuhku. Selalu begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam menjelang tapi Lanang belum juga pulang. Sudah beberapa hari dia tak kembali. Mungkin dia tidur di kolong jembatan, di emperan pertokoan atau bisa jadi di tempat pelacuran. Entahlah, orang sepertinya bisa tidur dimana saja, kapan saja. Dan aku tak pernah mencemaskannya, seperti halnya dia tak pernah mencemaskanku. Tapi aku sering memikirkannya, lebih tepatnya merindukannya. Merindukan dia ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti malam ini yang begitu lambat merayap, sementara aku terperangkap dalam kamar yang gelap juga pengap. Senyap. Kamar sempit dengan ranjang usang di sudut ruang, kamar mandi di seberangnya dan beberapa lukisan abstrak yang terpasak di dinding yang mulai retak. Ada sebuah lemari kayu didekat pintu, lemari tempatnya menyimpan segala perabotan, mungkin juga kenangan. Aku pernah melihat ke dalamnya, selain tumpukan baju, ada beberapa gulungan lukisan yang diikat jadi satu, juga sebuah kotak beludru, mungkin isinya lembaran masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku masih teronggok kaku disebalik tumpukan buku, bersama lampu baca dan beberapa lembar kertas di atas meja, juga asbak berbentuk segitiga dengan abu yang masih melekat di dasarnya. Diam membatu. O Lanang, kemana kau berpetualang, tak tahukah kau di sini aku sendiri, sepi? Betapa aku semakin merindukannya. Merindukan saat bibirnya menyentuh bibirku, juga jemarinya yang menari-nari di permukaan bibirku. Atau ketika dia menghirup harum kopi yang menguar dari tubuhku. Bisa kucium nikotin yang terhembus bersama nafasnya yang halus. Ah… betapa aku mendamba kehadirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai tak berdaya, menahan jiwaku&lt;br /&gt;yang semakin merindu dan ragaku yang kian melemah,&lt;br /&gt;lelah meredam amarah dan menahan kalut yang begitu akut*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara kau pergi begitu saja, tanpa kata&lt;br /&gt;Menjelma sunyi dalam dada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fajar baru saja terbit ketika kudengar pintu menderit, langkah kaki diseret perlahan dan pintu ditutup dengan pelan. Lanang pulang. Seperti biasanya dia berjalan ke arah meja, meletakkan tas butut kesayangannya. Sejenak diam, menarik nafas dalam-dalam. Tiba-tiba dia menoleh ke arahku yang teronggok kaku didekat tumpukan buku. Tangannya meraihku, aku membeku. Lalu dia membersihkan ampas kopi yang mulai mengerak di tubuhku, kurasakan lembut tangannya menyapuku, membasuhku. Betapa aku menikmati setiap detik kebersamaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berapa lama, kopi tubruk kesukaannya sudah terseduh lagi. Kedua tangannya menggenggam tubuhku, seraya duduk di bibir jendela menikmati hangat mentari yang menerobos masuk ke kamarnya. Dari genggamannya aku bisa melihat wajahnya yang tirus, membuatnya terlihat semakin kurus. Lanang, gerangan apa yang kau pikirkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Dia bangkit. Diletakkannya aku di atas meja, lalu dia meraih ponselnya. Kemudian kudengar dia berteriak-teriak marah. Sementara aku tak bisa berbuat apa-apa, hanya diam mendengarkan amarahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa menit berlalu. Lanang masih berteriak berang, sementara aku mulai gamang. Dari balik tumpukan buku-buku, kulihat ada yang bergerak-gerak mendekat ke arahku. Langkahnya maju mundur, seperti menghitung aba-aba untuk tempur. Dan tiba-tiba, seperti ada yang tercebur. Kurasakan ada yang bergerak-gerak tak tenang, seperti berenang, hingga kopi ditubuhku serasa bergelombang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tut..tut..tut…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telepon terputus. Lanang membanting ponselnya. Sepertinya dia benar-benar murka dengan seseorang di ujung sana. Kulihat dia berjalan mondar mandir tak tenang. Lalu aku disambarnya dan kopi direguknya dengan tergesa. Tapi sedetik kemudian, diam. Pelan aku diturunkannya, ditatapnya dengan seksama, mungkin dia menyadari ada sesuatu di dalam kopinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dasar kecoa sialan,” rutuknya, sambil melemparku ke dinding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praaaaannngg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat hening. Kurasakan tubuhku remuk dan berserak. Sempat kulihat lanang berlalu dan membanting pintu. Dan aku tak tahu harus berbuat apa, tubuhku hancur dibuatnya. Mungkin inilah akhir pengabdianku, batas kesetiaanku. Sementara itu kulihat seekor kecoa tertelentang tak jauh dariku. Kaki-kakinya bergerak-gerak menggapai udara. Bisa kulihat matanya yang kian meredup, karena badannya tak kunjung menelungkup. Lalu kedua matanya memejam, diam. Sepertinya kecoa itu sudah kehabisan tenaga. Kasihan sekali dia. Semoga saja Tuhan cepat-cepat mengambil nyawanya. Agar dia tak merasakan derita terlalu lama. Juga agar dia tidak berakhir tragis sepertiku. Seperti nasibku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-tamat-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;201109 ; 06.53 am&lt;br /&gt;Pagi, ditemani secangkir kopi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*dikutip dari puisi menunggu, belongs2eti 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-1693596896147002310?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/1693596896147002310/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=1693596896147002310&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/1693596896147002310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/1693596896147002310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2009/11/cangkir-si-penyair.html' title='Cangkir si Penyair'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-4005008337644235003</id><published>2009-11-04T09:58:00.000+07:00</published><updated>2009-11-04T10:00:08.210+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dedicated to'/><title type='text'>Empat puisi buat Antologi Puisi Empati Gempa Padang 7,6 SR - APSAS</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;#1&lt;br /&gt;Padang berlinang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang mengguncang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau mungkin bumi terguncang&lt;br /&gt;melihat tingkah manusia semakin lancang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jkt, 011009 ; 06.13am&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;#2&lt;br /&gt;7,6 Skala Richter&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba rasakan!&lt;br /&gt;Ada yang berguncang&lt;br /&gt;serupa derit ranjang&lt;br /&gt;yang bergoyang&lt;br /&gt;pada malammu yang panjang&lt;br /&gt;tatkala kau asyik menggelinjang.&lt;br /&gt;Coba kau rasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mampukah kau rasa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jkt, 291009 ; 07.06pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;#3&lt;br /&gt;L(r)indu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab tenang terasa panjang&lt;br /&gt;Dan aku ingin menggeliat&lt;br /&gt;Melupakan sejenak penat&lt;br /&gt;Melihat tingkah mereka yang tak tahu adat&lt;br /&gt;-melupakan kodrat&lt;br /&gt;Sungguh, aku merindu saat yang tepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab diam begitu mencekam&lt;br /&gt;Dan aku ingin bergerak&lt;br /&gt;Melepaskan beban yang kian menyesak&lt;br /&gt;Melihat tingkah mereka yang semakin tamak&lt;br /&gt;-juga congkak&lt;br /&gt;Sungguh, aku merindu saat meretak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;: Agar mereka tahu akan keberadaanku&lt;br /&gt;saat rindu menjelma lindu*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jkt, 291009 ; 11.07pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;*lindu n gempa bumi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;#4&lt;br /&gt;Setelah Musibah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah tempatku berkisah kini rebah dengan tanah&lt;br /&gt;Kata-kata tercecer tak teratur, huruf-huruf terhambur&lt;br /&gt;Sebagian lainnya lebur bersama duka yang terkubur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tergugu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kau datang padaku, terseok melewati reruntuhan itu&lt;br /&gt;“Tolong satukan kami kembali menjadi bait-bait puisi.”&lt;br /&gt;Kurasakan goncangan yang sangat besar&lt;br /&gt;Hingga sekujur tubuhku bergetar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersadar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa masih ada esok yang cerah&lt;br /&gt;Untukku terus berbenah dan mengurai kisah&lt;br /&gt;Kembali menoreh sejarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jkt, 311009 ; 11.26am&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data diri :&lt;br /&gt;Sri Puji Etiningrum (belongs2eti), penikmat sastra. Saat ini bekerja di perusahaan media di Jakarta. Tulisannya pernah dimuat di Kompas.com dan bisa dinikmati di blog pribadinya http://kotakitakata.blogspot.com/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;duka Padang duka kami semua...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-4005008337644235003?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/4005008337644235003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=4005008337644235003&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/4005008337644235003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/4005008337644235003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2009/11/empat-puisi-buat-antologi-puisi-empati.html' title='Empat puisi buat Antologi Puisi Empati Gempa Padang 7,6 SR - APSAS'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-5569122226336130052</id><published>2009-10-28T15:13:00.001+07:00</published><updated>2009-12-15T11:05:55.428+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wayang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sonet'/><title type='text'>[Sonnet] Wani ngalah luhur wekasane*</title><content type='html'>Betapa pertemuan ini telah kunanti&lt;br /&gt;ketika kau menjelma pengemis renta&lt;br /&gt;untuk meminta anting serta baju zirahku yang sakti&lt;br /&gt;seperti yang pernah diperingatkan ayahku, Batara Surya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu kau pasti sangat terkejut ketika &lt;br /&gt;langsung saja kusayat senjata yang melekat &lt;br /&gt;di tubuhku dan kuberikan padamu tanpa banyak tanya&lt;br /&gt;meskipun harus kurasakan sakit yang teramat sangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan penyamaranmupun luntur perlahan ke wujud aslimu&lt;br /&gt;kemudian Konta kau berikan padaku sebagai pengganti.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Karna, katakan padaku, mengapa kau luluskan permintaanku?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;tanyamu sesaat sebelum kau pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O Batara Indra, bagaimana aku bisa gugur sebagai ksatria&lt;br /&gt;bila ada yang selalu melindungiku dari bahaya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;281009 ; 01.05pm&lt;br /&gt;lunch break&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wani ngalah luhur wekasane* : Berani mengalah akan luhur/mulia pada akhirnya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-5569122226336130052?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/5569122226336130052/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=5569122226336130052&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/5569122226336130052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/5569122226336130052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2009/10/sonnet-wani-ngalah-luhur-wekasane.html' title='[Sonnet] Wani ngalah luhur wekasane*'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-8193000483396692808</id><published>2009-10-26T12:32:00.004+07:00</published><updated>2009-10-26T12:57:47.442+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sonet'/><title type='text'>Dual Version : Renjana &amp; Dahaga [Sonnet]</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renjana (17+)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senja siapsiap beranjak pulang ketika pintuku diketuk seseorang, kemudian kubuka perlahan, sesosok tubuh berdiri kukuh, tertegun menatap pintuku yang anggun. Tangan kanannya menggenggam seikat mimpi sementara tangan kirinya terkepal seperti ada benda kecil sembunyi dibalik jemari. “ijinkan aku masuk dan mengembangkan layarku, biar kuarungi sepimu.” pintanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terdiam. Coba mencerna setiap kata dan menggali arti yang tersembunyi. Mencari makna di kedalaman matanya. Tak kutemukan ragu di situ. “tapi aku mau bingar, mampukah kau membuatku ingar?” tanyaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu tangan kanannya diulurkannya padaku. Mulutnya mengulum senyum “aku membawakanmu seikat mimpi, dan kita bisa bersamasama merajutnya dalam sepi”. Kemudian kepal tangan kirinya terbuka perlahan, “aku juga akan memberimu sebutir berahi, benda kecil ini bisa membuatmu terbakar, hingga sepimu akan berubah bingar,” ucapnya seraya tertawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kupersilahkan dia masuk. Awalnya kami saling mengurai sepi lalu menyulam rindu kemudian berdansa seirama denyut jantung yang semakin riang. Hingga akhirnya kakikaki saling mengunci dan sibuk menguliti, lalu tibatiba tangannya menjelma sepasang ular, membelit tubuhku yang menari liar dan mulutnya berubah menjadi lebah yang menyengatku dari segala arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melihat bara di matanya semakin besar, lalu membakar tubuhnya dan menjalar ke tubuhku, menghanguskan segala rasa hingga banjir peluhpun tak mampu memadamkan nyalanya. “aku dahaga,” rintihku. Lalu tanpa suara, dia bimbing aku ke arah alirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam senyap aku menyesap. menikmati setiap tetes madu lingganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;: harta karunnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jkt, 19th Dec ‘08&lt;br /&gt;Lunch break, 12.15&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sonnet : Dahaga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam semakin larut, ketika dia datang menembus kabut.&lt;br /&gt;Lelaki dengan bekas luka di dagu, membentuk garis biru ungu,&lt;br /&gt;sementara tangannya menggenggam rindu yang akut bagai maut.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ijinkan kukembangkan layarku, biar kuarungi sepimu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terdiam, kutatap matanya yang kelam dalam-dalam.&lt;br /&gt;Sedetik kemudian kami saling melepas rindu dan mengurai sepi, &lt;br /&gt;lalu menari seirama degup jantung yang berdentam bagai meriam. &lt;br /&gt;Hingga akhirnya kakikaki saling mengunci dan sibuk menguliti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba tangannya menjelma sepasang ular, membelit tubuhku yang menari liar&lt;br /&gt;lalu mulutnya berubah menjadi lebah dan menyengatku dari segala arah.&lt;br /&gt;Kulihat matanya berkobar, menjalar ke arahku dan terus membakar, &lt;br /&gt;hingga banjir peluhpun tak mampu padamkan gairah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Aku dahaga.&lt;/span&gt; Tanpa suara, dia bimbing aku ke arah alirnya. &lt;br /&gt;Dalam senyap aku menyesap. menikmati setiap tetes madu lingganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;191208 – re-edit 241009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sonnetnya judulnya berubah dari judul aslinya Renjana (rasa hati yang kuat akan rindu, cinta kasih, birahi) menjadi Dahaga, agar lebih pas (menurutku). Isinya juga ada beberapa yang dihilangkan dan mengalami penyesuaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terinspirasi dari kalimat “kutelan dia sambil memaku tubuhku.” Vagistin by Oka Rusmini&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-8193000483396692808?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/8193000483396692808/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=8193000483396692808&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/8193000483396692808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/8193000483396692808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2009/10/dual-version-renjana-dahaga-sonnet.html' title='Dual Version : Renjana &amp; Dahaga [Sonnet]'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-3834171040699309873</id><published>2009-10-22T13:05:00.001+07:00</published><updated>2009-10-22T13:07:08.268+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dedicated to'/><title type='text'>teruntuk : 15 Oktober</title><content type='html'>: ku, aya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waktu berjalan begitu cepat&lt;br /&gt;---mendekat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cukupkah waktu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;151009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-3834171040699309873?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/3834171040699309873/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=3834171040699309873&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/3834171040699309873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/3834171040699309873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2009/10/teruntuk-15-oktober.html' title='teruntuk : 15 Oktober'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-2952454188488191664</id><published>2009-10-06T16:43:00.002+07:00</published><updated>2009-12-15T11:06:57.811+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dedicated to'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wayang'/><title type='text'>Puisi peribahasa : Ngunduh wohing pakarti</title><content type='html'>Puisi ini aku dedikasikan untuk mbah kakungku, Poncowae Lou yang sangat menyukai tokoh panutan saya, Karna dan juga mengenalkanku dengan puisi peribahasa kreasinya.&lt;br /&gt;__________________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi peribahasa : Ngunduh wohing pakarti*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu siang di tepi Gangga, saat matahari tepat di atas kepala :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Aku Kunti, Ibumu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ibu? O perempuan agung, bahkan gaung namamu terasa asing berdengung.&lt;br /&gt;Tak seperti Radha yang sudra, begitu sederhana, begitu mencintaiku apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tapi aku yang melahirkanmu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika benar kau ibuku, kenapa kau tega merenggut hakku dimasa lalu?&lt;br /&gt;Kenapa baru sekarang kau datang, mengabarkan kebenaran?&lt;br /&gt;Disaat perang menjelang dan nasib anak-anakmu sangat kau cemaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah dari dulu kau tak mengharapkan keberadaanku?&lt;br /&gt;Tentu kau tak lupa, kau yang membuangku ke sungai Gangga.&lt;br /&gt;Ketahuilah, apa yang telah kau buang, tak bisa (lagi) kau dapatkan.&lt;br /&gt;Apa yang kau tanam, itu yang akan kau tuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Maafkan aku Anakku. Tapi kau tak tahu riwayatmu sendiri. Di tubuhmu mengalir darah Pandawa, maka penuhilah tugasmu membela darahmu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kenapa… Kenapa setelah semua kehinaan yang kuterima, &lt;br /&gt;kau baru mengakuiku sebagai anakmu, darah dagingmu?&lt;br /&gt;Mungkin darahku benar Pandawa, tapi Kurawa-lah yang menghidupkan jiwaku.&lt;br /&gt;Adalah Duryudana, yang telah menyelamatkan hidupku, mengangkat derajatku.&lt;br /&gt;Hingga aku bisa menantang Arjuna, menantang kesombongannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini kau datang memintaku bersekutu denganmu?&lt;br /&gt;Bukankah itu melanggar dharma, dharmaku sebagai ksatria?&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin aku membalas kebaikan dengan pengkhianatan?&lt;br /&gt;Aku tak bisa memuntahkan asam garam yang telah kumakan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tapi anakku, tak bisakah kau mengurungkan diri dari perang besar ini? Bayangkan betapa remuk hatiku melihatmu bertempur melawan saudaramu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tidak Dewi. Permintaanmu tak bisa kupenuhi.&lt;br /&gt;Baratayudha bukan hanya sekedar perang, pun bukan &lt;br /&gt;perkara siapa yang menang. Di sana segala kehormatan dipertaruhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kau tak perlu cemas, aku tak akan melukai anakmu yang lain.&lt;br /&gt;Urusanku hanya dengan Arjuna, karena aku telah bersumpah untuk membunuhnya.&lt;br /&gt;Dan di pertempuran nanti, siapapun yang mati, aku atau Arjuna.&lt;br /&gt;Kau tak akan kehilangan putra. Putramu akan tetap lima.&lt;br /&gt;Sebab Pandawa haruslah lima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;*Ngunduh wohing pakarti&lt;/span&gt; : Wong kih bakal nompo wales opo kang ditindakake -orang hidup itu akan memetik hasil amalannya (buah pekerti/tindakannya).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-2952454188488191664?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/2952454188488191664/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=2952454188488191664&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/2952454188488191664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/2952454188488191664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2009/10/puisi-peribahasa-ngunduh-wohing-pakarti.html' title='Puisi peribahasa : Ngunduh wohing pakarti'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-1347262514789105645</id><published>2009-10-02T11:57:00.001+07:00</published><updated>2009-10-02T11:58:46.842+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Padang berlinang</title><content type='html'>Ada yang mengguncang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau mungkin bumi terguncang&lt;br /&gt;melihat tingkah manusia semakin lancang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-1347262514789105645?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/1347262514789105645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=1347262514789105645&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/1347262514789105645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/1347262514789105645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2009/10/padang-berlinang.html' title='Padang berlinang'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-222964904689665339</id><published>2009-10-02T11:55:00.001+07:00</published><updated>2009-10-02T11:57:34.022+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='re-post'/><title type='text'>Lelaki itu (re-post)</title><content type='html'>Diambang senja, lelaki itu di sana. Berdiri tengadah ke arah cakrawala. Jarinya yang gemetar sesekali menyentuh dahi, mengusap peluh tanpa keluh. Aku mengenalnya. Dia yang dengan tangannya mampu meretakkan gunung dan menguras lautan. Berharap menemukan sekeping asa, untuk diberikan kepada istri dan anaknya, bahwa esok, Tuhan masih bermurah hati pada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala senja, lelaki itu masih di sana. Menikmati semburat jingga di cakrawala. Bibirnya yang tipis menebar senyum manis. Aku mengenalnya. Dia yang dengan khusyuknya membaca kalam di setiap malam. Berharap menemukan satu pencerahan, untuk dinasehatkan kepada istri dan anaknya, bahwa kelak, setiap dharma yang tertunaikan pasti akan mendapat balasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditepi senja, lelaki itu tetap setia di sana. Menanti gelap menyelimuti cakrawala. Kakinya yang lemah sesekali oleng menahan berat tubuh rentanya. Wajah tuanya menyiratkan pengalaman hidup yang bersahaja. Aku mengenalnya. Dia yang telah menanam wujudku di rahim ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;: Ayahku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2008)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-222964904689665339?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/222964904689665339/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=222964904689665339&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/222964904689665339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/222964904689665339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2009/10/lelaki-itu-re-post.html' title='Lelaki itu (re-post)'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-4856286824208147164</id><published>2009-10-02T11:23:00.003+07:00</published><updated>2009-10-02T11:54:46.913+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dedicated to'/><title type='text'>Satu siang di Sewaka</title><content type='html'>: semua teman SMU-ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu siang di Sewaka&lt;br /&gt;Kita berkumpul bersama&lt;br /&gt;Menyatukan kepingan-kepingan masa lalu&lt;br /&gt;Mengurai cerita-cerita masa dulu&lt;br /&gt;: nostalgia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu siang di Sewaka&lt;br /&gt;Waktu berjalan begitu cepat, begitu lesat&lt;br /&gt;Sementara otak kita masih kuat menjaring ingat&lt;br /&gt;Senja datang menjemput dikala bahagia semakin akut, semakin larut&lt;br /&gt;: kembali ke masa kini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu siang di Sewaka&lt;br /&gt;Kita berjanji bertemu lagi&lt;br /&gt;: mengabadikan memori&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/SsWHhbDfZwI/AAAAAAAAAB0/Kh7iqKIk5n8/s1600-h/8519_1223575465747_1119780770_30704804_8113726_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 149px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/SsWHhbDfZwI/AAAAAAAAAB0/Kh7iqKIk5n8/s320/8519_1223575465747_1119780770_30704804_8113726_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387861537486497538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Small reunion bareng temen2 SMU @ Bakso Balungan – Lesehan Sewaka, 23-09-09.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-4856286824208147164?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/4856286824208147164/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=4856286824208147164&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/4856286824208147164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/4856286824208147164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2009/10/satu-siang-di-sewaka.html' title='Satu siang di Sewaka'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/SsWHhbDfZwI/AAAAAAAAAB0/Kh7iqKIk5n8/s72-c/8519_1223575465747_1119780770_30704804_8113726_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-160425615824493696</id><published>2009-08-31T17:58:00.000+07:00</published><updated>2009-08-31T17:59:18.606+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wayang'/><title type='text'>Karna Gugur</title><content type='html'>Padang Kuru hening, sejenak geming&lt;br /&gt;hanya tangis Kunti begitu menyayat hati&lt;br /&gt;Kurawa berkabung, Pandawa menunduk murung&lt;br /&gt;bahkan Arjuna yang menyebabkannya tiada&lt;br /&gt;tak mampu menyamarkan kedukaannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karna kekasihku, ksatria beranting mustika itu&lt;br /&gt;-kini terbujur kaku&lt;br /&gt;bertabur ribuan kembang aneka rupa dan wangi dupa&lt;br /&gt;para pendeta mengucap mantra, berjalan lambat &lt;br /&gt;mengelilingi api kremasi yang mengeluarkan asap hitam pekat&lt;br /&gt;sementara tembang-tembang megatruh&lt;br /&gt;mulai berkumandang bagai gemuruh &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;ada perih yang tertahan&lt;br /&gt;saat jasadnya diperabukan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-160425615824493696?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/160425615824493696/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=160425615824493696&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/160425615824493696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/160425615824493696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2009/08/karna-gugur.html' title='Karna Gugur'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-1656108646490232952</id><published>2009-08-31T17:57:00.001+07:00</published><updated>2009-08-31T18:00:28.373+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiksimini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita'/><title type='text'>[100 karakter] Pengorbanan cinta</title><content type='html'>“Aku mencintaimu Bam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bohong!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sungguh!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Buktinya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku menceraikan istriku untuk hidup bersamamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-1656108646490232952?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/1656108646490232952/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=1656108646490232952&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/1656108646490232952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/1656108646490232952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2009/08/100-karakter-pengorbanan-cinta.html' title='[100 karakter] Pengorbanan cinta'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-2207466359217305743</id><published>2009-08-24T02:44:00.001+07:00</published><updated>2009-08-24T03:01:20.609+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dedicated to'/><title type='text'>[Hikayat] Hidup</title><content type='html'>: semua temanku &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Hidup itu berputar seperti roda. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak sedang bersepeda sambil menikmati senja. &lt;br /&gt;Kita juga tidak berputar seperti jarum jam, yang kembali ke asal menjadi awal. &lt;br /&gt;Kita melangkah, mengikuti kemana kaki mengarah, mencari berkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kalau begitu, hidup itu sebuah perjalanan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tapi kita tidak sedang pesiar ke Eropa seperti yang kita impikan. &lt;br /&gt;Kita juga tidak sedang di jalan bercabang, yang membuat kita bimbang. &lt;br /&gt;Kita mengalir, seperti air menghilir, mengikuti takdir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jadi hidup itu seperti sungai.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Kita sedang menyusurinya bukan? &lt;br /&gt;Kita mengamati arusnya, yang  terkadang beriak terkadang tenang, &lt;br /&gt;ada yang dangkal ada pula yang dalam, adakalanya banjir adapula kerontang, &lt;br /&gt;ada yang lurus ada yang berkelok-kelok. &lt;br /&gt;Tapi semua sungai bermuara ke laut yang sama. &lt;br /&gt;Bukankah di dunia ini hanya ada satu lautan –hanya namanya saja yang berbeda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ahh… aku tahu sekarang. Bukankah kita adalah sungai? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kau benar kawan, kita mengalir dari mata air yang beda tapi bermuara sama. &lt;br /&gt;Aliran sungai kita menuju laut yang sama, menuju-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-2207466359217305743?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/2207466359217305743/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=2207466359217305743&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/2207466359217305743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/2207466359217305743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2009/08/hikayat-hidup.html' title='[Hikayat] Hidup'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-6765035464358229163</id><published>2009-08-19T14:21:00.000+07:00</published><updated>2009-08-19T14:25:39.944+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wayang'/><title type='text'>Balada Shinta</title><content type='html'>Baiklah Rama, kau tak perlu menunggu lama&lt;br /&gt;Aku tahu kau akan tega melihatku binasa&lt;br /&gt;Terbakar dalam kobaran api di bawah sana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ketahuilah, api penyucian itu takkan membuktikan apa-apa&lt;br /&gt;Dengan atau tanpa melompat ke dalamnya, aku tetap istrimu yang setia&lt;br /&gt;Menjaga kesucianku dari Dasamuka –si buruk rupa.&lt;br /&gt;Tapi rupanya kau tak memahami&lt;br /&gt;Kau tak mengerti bahwa setiap orang mempunyai riwayat sendiri&lt;br /&gt;Kau menginginkan sejarah yang suci -menghapus sisi gelapku dengan api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bukankah aku tak pernah meragukanmu?&lt;br /&gt;Kemana saja kau selama aku dibelenggu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rama kekasihku, jangan menunggu&lt;br /&gt;Cepat lemparkan aku ke dalam api cemburumu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-6765035464358229163?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/6765035464358229163/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=6765035464358229163&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/6765035464358229163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/6765035464358229163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2009/08/balada-shinta.html' title='Balada Shinta'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-3592852208773909149</id><published>2009-08-06T11:43:00.000+07:00</published><updated>2009-08-06T11:44:13.179+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Sang Dwiwarna</title><content type='html'>Meski warnamu telah memudar&lt;br /&gt;tapi kau akan terus berkibar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di sini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;menunjuk dada sebelah kiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jelang tujuhbelasan, yang gregetnya kian hilang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-3592852208773909149?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/3592852208773909149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=3592852208773909149&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/3592852208773909149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/3592852208773909149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2009/08/sang-dwiwarna.html' title='Sang Dwiwarna'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-6074656046007716089</id><published>2009-08-06T11:30:00.000+07:00</published><updated>2009-08-06T11:43:19.392+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dedicated to'/><title type='text'>Ilalang</title><content type='html'>Telah ku tempuh perjalanan jauh&lt;br /&gt;Berbekal cinta yang kekal&lt;br /&gt;Dan berjuta asa tersimpan di dada&lt;br /&gt;Menujumu, tempatku janji bertemu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah kuresapi terik mentari dan tetesan hujan&lt;br /&gt;Pun telah kudengarkan angin yang membisik pelan&lt;br /&gt;Tapi tak jua kudengar kabarnya&lt;br /&gt;Tak jua kutemukan dirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awan mana harus kutitip resah&lt;br /&gt;Pada angin mana harus kutitip gelisah&lt;br /&gt;Sedang elang yang melintas, hanya mengisyaratkan cemas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O, padang Ilalang…&lt;br /&gt;dimana kau sembunyikan kekasihku yang kurindu&lt;br /&gt;Tak tahukah kau, aku mulai gamang&lt;br /&gt;berpijak diantara rumpunmu yang tak henti bergoyang?&lt;br /&gt;Tak tahukah kau?&lt;br /&gt;Tak tahukah??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;teruntuk kakakku -puji kismowati-, keresahanmu keresahanku juga. Sabar ya Sis. Tuhan pasti punya rencana lain yang baik untukmu. Love U.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-6074656046007716089?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/6074656046007716089/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=6074656046007716089&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/6074656046007716089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/6074656046007716089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2009/08/ilalang.html' title='Ilalang'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-1842723133932076127</id><published>2009-08-03T14:08:00.001+07:00</published><updated>2011-01-26T10:44:28.071+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wayang'/><title type='text'>Sayembara ; Drupadi</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saya adalah putri raja, karenanya&lt;br /&gt;tidak mungkin menikah dengan pria berdarah sudra&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab aku hanya berkasta sudra&lt;br /&gt;Dan putra seorang sais kereta&lt;br /&gt;Maka aku tak pantas bersanding denganmu?&lt;br /&gt;O, perempuan bermata sendu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah kuangkat gendewa pusaka&lt;br /&gt;Dan akan kupasang anak panahnya&lt;br /&gt;Tapi kau memaksaku mengurungkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah putri Pancali, aku pergi&lt;br /&gt;akupun tak sudi menjadikanmu sebagai istri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan ksatria beranting mustika itu meninggalkan arena sayembara, kecewa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayo Dursasana, kau telah memenangkan permainan dadu, maka&lt;br /&gt;kau bebas melakukan apa saja dengan hasil taruhanmu&lt;br /&gt;bahkan bila kau ingin mengulitinya saat ini juga”,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangeran Astina itupun termakan bujukannya&lt;br /&gt;Serta merta merenggut paksa kain yang dipakai Drupadi, istri para Pandawa&lt;br /&gt;Sedang para suaminya tak mampu berbuat apa-apa.&lt;br /&gt;Sementara suara tawa para kurawa menggelegar ke seluruh penjuru Astinapura&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Diam-diam ada yang menyeringai puas&lt;br /&gt;Karena sakit hatinya telah terbalas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-1842723133932076127?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/1842723133932076127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=1842723133932076127&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/1842723133932076127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/1842723133932076127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2009/08/sayembara-drupadi.html' title='Sayembara ; Drupadi'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-899794055661985649</id><published>2009-07-29T13:11:00.001+07:00</published><updated>2009-07-29T13:12:41.381+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>teruntuk untukku</title><content type='html'>jam dinding itu tetap saja begitu&lt;br /&gt;jarumnya tak pernah lelah merayap&lt;br /&gt;meski malam beranjak lelap, senyap&lt;br /&gt;sementara…&lt;br /&gt;detaknya tak henti menggema di telinga&lt;br /&gt;menjelma cemas disetiap tarikan nafas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;sudahkah kau buat dirimu berguna?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-899794055661985649?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/899794055661985649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=899794055661985649&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/899794055661985649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/899794055661985649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2009/07/teruntuk-untukku.html' title='teruntuk untukku'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-1600829610251802995</id><published>2009-07-29T12:48:00.000+07:00</published><updated>2009-07-29T13:09:45.171+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sonet'/><title type='text'>Sonet : Siang itu</title><content type='html'>Matahari begitu tinggi ketika kita kembali &lt;br /&gt;melewati perempatan jalan menuju &lt;br /&gt;rumahmu, sementara debu terlihat menari &lt;br /&gt;mengikuti kemana angin pergi ‘ada orang gila,’ ucapmu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pelan. Seorang tua berdiri membungkuk &lt;br /&gt;berambut ikal dengan pakaian kumal, bertelanjang kaki &lt;br /&gt;kedua tangannya saling bertaut dengan kepala menunduk &lt;br /&gt;‘mungkin dia terobsesi menjadi padi, yang semakin berisi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semakin merunduk’ kataku lalu mempererat &lt;br /&gt;genggaman tanganku. Sejenak kau berhenti, &lt;br /&gt;kepalamu mendongak menantang panas yang kiat menyengat, &lt;br /&gt;senyum tipis menghiasi bibirmu ‘pasti dia malu dengan matahari.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki tua itu tiba-tiba menengadah&lt;br /&gt;sementara kaki kita semakin jauh melangkah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-1600829610251802995?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/1600829610251802995/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=1600829610251802995&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/1600829610251802995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/1600829610251802995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2009/07/sonet-siang-itu.html' title='Sonet : Siang itu'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-9165791578990777315</id><published>2009-07-11T10:04:00.001+07:00</published><updated>2009-07-11T10:45:58.440+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nonet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Nonet : Di Perpustakaan</title><content type='html'>/1/&lt;br /&gt;“Rumahku selalu terbuka&lt;br /&gt;untukmu menjelajahi&lt;br /&gt;dunia kata.” Itu&lt;br /&gt;yang selalu kau&lt;br /&gt;ucap, setiap&lt;br /&gt;kali aku&lt;br /&gt;kembali&lt;br /&gt;pada&lt;br /&gt;mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;/2/&lt;br /&gt;Deretan buku-buku itu &lt;br /&gt;tanpa lelah merayuku &lt;br /&gt;untuk memilihnya dan &lt;br /&gt;berpetualang di &lt;br /&gt;dalamnya lalu &lt;br /&gt;memaknai &lt;br /&gt;setiap &lt;br /&gt;kata &lt;br /&gt;nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;/3/&lt;br /&gt;“Sudah dapat apa yang kau &lt;br /&gt;cari? Jika belum, maka&lt;br /&gt;telusuri setiap &lt;br /&gt;kalimat sampai &lt;br /&gt;tamat, cobalah &lt;br /&gt;endapkan dan &lt;br /&gt;rasakan,” &lt;br /&gt;kata &lt;br /&gt;mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;/4/&lt;br /&gt;Notaku telah terisi dan&lt;br /&gt;kini tiba saat pergi. &lt;br /&gt;Kupandang lagi deret&lt;br /&gt;buku itu. “Aku&lt;br /&gt;akan selalu&lt;br /&gt;merindumu&lt;br /&gt;sahabat.”&lt;br /&gt;Bathin&lt;br /&gt;ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;/5/&lt;br /&gt;“Terimakasih untuk kata &lt;br /&gt;dan makna yang kau beri &lt;br /&gt;semoga hadirku tak&lt;br /&gt;membuatmu bosan.”&lt;br /&gt;pamitku “Tentu,&lt;br /&gt;sama-sama,” &lt;br /&gt;terucap &lt;br /&gt;tulus &lt;br /&gt;mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-9165791578990777315?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/9165791578990777315/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=9165791578990777315&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/9165791578990777315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/9165791578990777315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2009/07/nonet-di-perpustakaan.html' title='Nonet : Di Perpustakaan'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-1218851270325730168</id><published>2009-07-09T11:21:00.001+07:00</published><updated>2009-07-09T11:36:00.742+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita'/><title type='text'>Kesetanan (full version)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Maafkan aku Ayah, aku terpaksa melakukan ini.” Ucapku seraya menghujamkan pisauku tepat ke jantungnya. Seketika darah segar muncrat dari dadanya. Tubuhnya terjengkang dan untuk sejenak mengejang kemudian tenang. Mungkin nyawanya sudah hilang, terbang. Aku tersenyum penuh kemenangan. Puas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu di sudut kamar, ibu tiriku berdiri mematung, terpana melihatku. Pucat. Ahh, makin cantik saja, tatapku nyalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akhirnya tak ada yang menghalangiku lagi.” Ucapku lalu menghampiri ibu tiriku yang masih terpaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau pikir aku cemburu? Tidak!! Aku hanya tidak rela tubuhmu dinikmati olehnya.” Pekikku seraya memandang jijik wajah ayah yang tak bernyawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Don, kumohon…” pintanya memelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Memohon apa? Kau ingin aku membunuhmu juga?” tanyaku, “Hmm, sedang kupikirkan caranya agar kau merasakan sakitnya hatiku karena telah mengacuhkanku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku diam sejenak. Ibu tiriku mulai terisak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ahh, tentu tidak sayang, aku tidak setega itu,” ucapku melembut. Kubelai pipinya yang kencang, lalu jemariku menari menyusuri lehernya yang jenjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Don, jangan lakukan ini padaku. Donita kumohon…”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubungkam bibirnya yang ranum dengan cium, kulumat penuh kesumat. Ibu tiriku berontak, darahku menggelegak. Isak yang menyesak membuat birahiku semakin memuncak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Donita, kumohon….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutatap mata ibu tiriku yang sembab. Aku terdiam sesaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku takkan melukaimu asal kau menurut padaku,” ucapku dingin seraya mendorongnya ke ranjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudahlah, kau milikku sekarang.” Kataku lalu kuciumi ibu tiriku membabi buta dan kujelajahi setiap lekuk tubuhnya. Tak kuperdulikan mayat ayahku yang teronggok kaku di dekat pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurasakan sensasi kesetanan kala bibirku berpagut mesra dengan rintihnya, nafasku menderu senada detak jantungnya dan aliran darahku sederas lelehan airmatanya, bergulat peluh, berpacu desah, beradu irama hingga kata tak lagi bermakna dan suara tak lagi berjiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Arrrghhhhhh……”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatiku gemas, tangannya kuremas, tubuhku terkulai lemas, dan mulutku menyeringai puas. Kesetanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Tok… tok…” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara ketukan membuatku tersentak. Jam dinding menunjukkan pukul sepuluh malam. Kulihat ibu tiriku tergolek kelelahan. Telanjang. Aku tersenyum penuh hasrat melihatnya. Kukecup lembut bibirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tok… tok…” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketukan itu terdengar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa sih yang datang malam-malam begini.” gerutuku sebal seraya bangkit dan berpakaian lalu keluar, melewati mayat ayahku yang masih tergeletak di lantai kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tok… tok…” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, sebentar……” Seruku. Kuputar kunci pintu depan dan kubuka dengan kasar. Seketika aku tertegun melihat sosok anggun yang berdiri didepanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bunda, kenapa datang kesini?” tanyaku gelisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatiku deg-degan, badanku menggigil gemeteran, setengah sadar setengah pingsan, mulutku meracau tidak karuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bunda, aku terpaksa membunuhnya. Aku terpaksa membunuhnya…” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak tahu sudah berapa puluh kali kuteriakkan kata-kata itu. Aku tak sadar sudah berapa lama mulutku meracau kesetanan. Sampai kurasakan dekapan yang sangat kukenal. “Bunda…” gumamku lega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kelegaanku cuma sekejap. Kurasakan cengkeraman keras tangan bunda di bahuku. Matanya menatap lurus menembus retinaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi kau sudah membunuhnya?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terdengar nada sendu dalam tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau langsung membunuhnya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, kutikam tepat ke jantungnya.” Jawabku tak kuasa berdusta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bodoh!! Kenapa tak kau siksa saja, hingga Ayahmu merasakan derita. Maka sakit hati bundamu ini terbalaskan!” pekiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda menatapku penuh amarah, wajahnya memerah darah. Aku terperangah. Ternyata perlakuan Ayah telah membuatnya mendendam begitu dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekarang tunjukkan mayatnya!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamipun berjalan ke kamar. Sesampainya di sana, kulihat ibu tiriku siuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Urusi Ayahmu, biar dia menjadi bagianku.” kata bunda seraya menghampiri ibu tiriku. Aku mulai membungkus mayat Ayah yang membiru kaku dengan karpet dan mengikatnya. Sempat kulihat tatapan aneh antara Bunda dan Ibu tiriku. Seperti ada sesuatu yang mengikat mereka. Entahlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku berbalik arah dan mulai menyeret mayat Ayah, tapi tiba-tiba…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Buukkkkk…,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menghantam kepalaku, seketika gelap menyelimuti pandanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terhuyung, jalanku sempoyongan, tanganku mencari-cari pegangan dan tubuhku terasa ringan. Pingsan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku terjaga, tapi sekelilingku gelap tak bercahaya. Kurasakan tubuhku ringan, seperti terbang. Hmm… tidak, aku tidak melayang, masih kurasakan dinginnya lantai menembus kulitku dan rasa sakit yang mendera kepalaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mencoba menggeliat, tapi… hei kenapa tangan dan kakiku terikat? Kupaksa berteriak dan berontak. Sia-sia, mulutku tersumbat dan ikatannya terlalu kuat. Sayup-sayup terdengar suara tapi entah darimana datangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akhirnya berjalan sesuai rencana”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, tapi dia benar-benar kesetanan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu harga yang pantas kau bayar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebegitu mahalkah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hahaha… bagaimana denganku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau kau lain ceritanya sayang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian terdengar tawa berderai. Seperti ada yang dahaga birahi di sudut tak berpenghuni. Huh, menjijikkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayolah… kapan lagi kalau bukan sekarang?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nada manja menggema di udara. Kupaksa otakku untuk fokus pada tubuhku. Aku mulai berfikir bagaimana bisa lepas dari ikatan yang menyiksa ini. Sementara derai tawa itu semakin lama semakin menghilang berganti dengan rintihan disertai lenguhan. Kutulikan pendengaranku tapi suara-suara itu tetap saja bisa menembus gendang telingaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kucoba untuk diam memejam. Berharap malaikat maut datang menjemput mencabut nyawaku dengan lembut, tanpa kalut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Deru suara mesin mobil mengagetkanku. Kurasakan tubuhku bergoyang seiring mobil yang melaju kencang. Tangan dan kakiku masih terikat, bahkan semakin kuat. Dan seperti ada sesuatu yang besar menghimpit tubuhku. Mungkin aku di dalam bagasi bersama segala macam barang yang mereka bawa pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan seperti ini aku jadi teringat Ayah. Sungguh malang nian nasibnya. Ditinggal pergi istrinya, mati ditangan anak perempuan semata wayangnya, lalu istri mudanya menghianatinya. Ayah, maafkan aku. Aku tidak sadar kalau ternyata aku dijebak oleh mereka. Mataku menghangat. Ahh… menangispun tak ada artinya sekarang. Aku mencoba menggerak-gerakkan tubuhku dan jemariku meraba-raba sekelilingku. Yang pertama terasa olehku adalah seperti kain yang bertekstur kasar dengan tali-tali yang mengikatnya. Tanpa berpikir keras, aku langsung menduga itu jasad ayahku yang telah tewas. Jadi kami diikat bersama-sama. Aku dan Ayahku -yang mati ditanganku. Hmm… sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurasakan bibirku menarik seulas senyum –entah takut dengan situasi yang kurasa genting atau mungkin aku yang mulai sinting. Aku mulai berpikir, mungkin mereka akan membuangku –bersama Ayahku. Menghilangkan jejak. Potongan-potongan adegan film yang pernah kulihat berkelebat di otakku. Mungkin aku akan dibuang ke jurang, dilempar ke semak belukar, dihanyut ke laut, dilebur dalam kubur atau dibenam di danau yang dalam. Entahlah, semua pilihan terasa begitu menyeramkan… Hufffff!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba mobil berhenti. Mesin mobil menderu sebentar, lalu tak terdengar. Kemudian pintu dibuka dan ditutup dengan tergesa. Kudengar langkah kaki mendekat lalu seperti membuka bagasi dimana di dalamnya aku berada, tersembunyi. Beberapa saat kemudian tubuhku ditarik keluar dengan kasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cepat, jangan sampai kita terlambat. Sebentar lagi pagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdengar suara yang begitu akrab ditelingaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, ini juga sudah cepat, tapi memang tubuh mereka terlalu berat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita seret saja bersamaan, toh jaraknya tidak begitu jauh dari jembatan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jembatan? Dalam keadaan tak wajar aku masih berpikir sadar. Mungkin mereka akan membuatku merasakan terjun bebas ke sungai. Betapa baiknya mereka, karena tahu aku begitu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;phobia&lt;/span&gt; dengan ketinggian. Sungguh benar-benar skenario yang matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kurasakan tubuhku diseret, aku berani sumpah pasti sekujur tubuhku lecet. Kudengar nafas mereka ngos-ngosan, sepertinya begitu kelelahan. Mungkin karena tubuh ayahku yang kelebihan beban, jadi perlu energi tambahan untuk menyeretnya tanpa hambatan. Sedetik kemudian diam. Pasti sudah sampai tempat untukku dieksekusi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat tubuhku terangkat lalu terbang. Kurasakan diriku melayang. Ahh, kenapa disaat begini aku jadi teringat Tuhan -yang sudah lama kulupakan. Dia yang datang ke dunia untuk menebus dosa umat-Nya, yang rela disiksa demi kebenaran iman-Nya. Kenangan-kenangan masa kecil bersama Ayah Bundaku saat misa ke gereja mulai berputar di kepalaku, bagai potongan-potongan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;puzzle&lt;/span&gt; yang terhambur. Awur, tak teratur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba otakku terasa bebal, susah mengingat kalimat yang dulu sangat kuhapal. Doa. Iya, untaian kata-kata yang penuh makna. Tapi bagaimana aku bisa memaknai disaat genting begini, bahkan kalimat pembuka doa pun aku lupa. Kalimat sederhana yang terucap di setiap harap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya aku mulai berhalusinasi. Kulihat diriku dari masa dulu. Tubuh kecil berlutut, dengan tangan saling bertaut dan mata terpejam. Diam. Lalu tangan kanan bergerak ke arah dahi, turun ke dada tengah, kiri dan kanan. Membentuk tanda salib. Aku melihat mulut mungilku bergerak-gerak seperti berucap dengan patuh, entahlah aku tidak mendengar secara utuh. Seperti mengucap kata-kata Atas nama…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingat sekarang. Iya, doa pembuka yang dulu sering kuucap sekian kali dalam sehari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas nama…1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nama…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Byuuuuurrr&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gereleb sleb…2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Byuuuuurrr&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tergeragap. Megap-megap. Kurasakan dingin air menyelimuti tubuhku. Seketika aku meronta, tanganku menggapai-gapai udara. Tubuh Ayah. Aku ingat. Ayah harus terlepas dari tubuhku agar aku tidak tenggelam semakin dalam. Kujejak-jejak kakiku berharap bisa terbebas dari belitan tali dan terlepas. Tapi sepertinya sia-sia. Aku kehabisan tenaga. Kurasakan tubuhku menggigil. Mungkin sekarang saatnya Azra-El 3) datang memanggil. Tiba-tiba seberkas cahaya terang menyinari wajahku. Mungkin seperti inilah wujud malaikat, tanpa rupa hanya cahaya. Tapi bukannya Azra-El malaikat pencabut nyawa? Yang kubayangkan seram dengan tubuh raksasa. Bukan terang seperti Gabriel yang datang mewartakan kebenaran. Mataku memicing, tubuhku bergeming. Hening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Donita  apa-apaan ini!! Kau tak malu dengan matahari. Lihat dia sudah merangkak tinggi sementara kau enak-enakan bergelung dengan mimpi! Bangun!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubuka mataku perlahan. Kulihat ibu tiriku menatap sinis ke arahku, berdiri dekat jendela kamarku. Ternyata terang yang kulihat tadi adalah cahaya matahari yang menerobos masuk ke kamarku. Bagus. Mimpi yang sempurna, serasa nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hei, malah bengong!! Cepat bangun. Dasar pemalas!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tertegun. Kulihat ibu tiriku mulai mendekat ke ranjang. Tangannya menarik selimutku dengan kasar, matanya nanar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau pikir bisa seenaknya begini sementara ayahmu pergi? Jangan harap!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahh… Ayah sudah pergi? Spontan aku melompat berdiri. Sepertinya ini saat yang tepat untukku meluruskan mimpiku. Aku harus mencari skenario yang lebih relevan agar mimpiku tak berubah kenyataan. Otot-otot tubuhku terasa mengejang, menunggu saat menggelinjang. Kurasakan sepasang tanduk menyala merah menyembul di sela-sela rambutku yang basah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu tiriku yang cantik dan kejam, langsung kusergap diam-diam…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;Tamat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan :&lt;br /&gt;1). Atas nama Bapa, Putra &amp; Roh Kudus, kalimat yang harus diucapkan sebelum dan sesudah berdoa bagi umat Katholik.&lt;br /&gt;2). Dari baris puisi Misteri Puisi, Man Atek, Kemudian.com Okt 08.&lt;br /&gt;3). Malaikat pencabut nyawa dalam agama katholik, sama dengan Izrail dalam agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Okt ’08 – Nov 09, pernah diposting di situs Kemudian.com dengan format 100 kata bersambung.&lt;br /&gt;090709; 04.12am, finishing dengan beberapa editan dari cerita 100 kata sebelumnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-1218851270325730168?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/1218851270325730168/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=1218851270325730168&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/1218851270325730168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/1218851270325730168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2009/07/kesetanan-full-version.html' title='Kesetanan (full version)'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-3313709731173177037</id><published>2009-07-06T23:06:00.004+07:00</published><updated>2009-07-07T10:50:18.757+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Aku, Kau dan Sungai Itu</title><content type='html'>sajak 5-4-3-2-1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Adalah sungai yang tak pernah lelah mengurai&lt;br /&gt;kisahnya,’&lt;/span&gt; ucapmu di ujung senja ketika &lt;br /&gt;kita membelah ilalang yang menari gemulai&lt;br /&gt;diterpa semilir angin musim bunga menuju utara&lt;br /&gt;dimana sungai berakhir di muara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumpun ilalang itu tak henti bergoyang dan &lt;br /&gt;angin tak pernah lelah membelah sunyi sementara&lt;br /&gt;suara gemericik air menabrak bebatuan&lt;br /&gt;mulai terdengar riuh di telinga kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak hening. Kita terdiam. Dan aku tak mampu mengelak&lt;br /&gt;ketika kau tiba-tiba bertanya padaku &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘maukah kau&lt;br /&gt;menjadi mata air untuk anak-anak sungaiku kelak?’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kita semakin mempercepat langkah, sementara&lt;br /&gt;tangan kita tak pernah lepas satu dengan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diam-diam arus sungai itu berpindah ke mataku, mengalir haru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-3313709731173177037?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/3313709731173177037/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=3313709731173177037&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/3313709731173177037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/3313709731173177037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2009/07/aku-kau-dan-sungai.html' title='Aku, Kau dan Sungai Itu'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-8417299599045809849</id><published>2009-07-06T16:30:00.000+07:00</published><updated>2009-07-06T16:31:08.975+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nonet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Nonet : Mungkin</title><content type='html'>Bulan di atas sana mungkin&lt;br /&gt;tak tahu ada pungguk yang&lt;br /&gt;selalu merindunya&lt;br /&gt;sebagaimana&lt;br /&gt;aku di sini&lt;br /&gt;yang selalu&lt;br /&gt;mendamba&lt;br /&gt;kasih&lt;br /&gt;-mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-8417299599045809849?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/8417299599045809849/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=8417299599045809849&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/8417299599045809849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/8417299599045809849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2009/07/nonet-mungkin.html' title='Nonet : Mungkin'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-8328531183398363477</id><published>2009-07-06T16:07:00.001+07:00</published><updated>2009-07-06T16:29:53.293+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='trinet'/><title type='text'>Trinet : Lelah</title><content type='html'>/1/&lt;br /&gt;Desah angin&lt;br /&gt;membelah dingin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rindu yang kusemai di renta pijakku&lt;br /&gt;mulai memburai tak sempat kutuai, terkulai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rumpun ilalang&lt;br /&gt;enggan bergoyang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;/2/&lt;br /&gt;langit pekat&lt;br /&gt;menjelma isyarat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gerabah yang kucipta mulai lelah menadah&lt;br /&gt;aliran rindu yang menderas di mataku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nada ritmis&lt;br /&gt;gerimis menangis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-8328531183398363477?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/8328531183398363477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=8328531183398363477&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/8328531183398363477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/8328531183398363477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2009/07/trinet-lelah.html' title='Trinet : Lelah'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-6270780034757395052</id><published>2009-07-06T16:05:00.001+07:00</published><updated>2009-07-06T16:07:51.241+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Kau</title><content type='html'>Pagi;&lt;br /&gt;Kutemukan bibirmu mengapung di secangkir kopi, merekah menunggu mesra lidahku mencecap rasanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang;&lt;br /&gt;Kutemukan tubuhmu menari-nari riang, mengikuti kepulan asap rokok yang bergerak bebas diterpa matahari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam;&lt;br /&gt;Kutemukan senyummu di langit hitam, manis serupa sabit bulan yang bersinar dikegelapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2009)&lt;br /&gt;komentar dadakan di puisinya Arther Panther Olii&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-6270780034757395052?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/6270780034757395052/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=6270780034757395052&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/6270780034757395052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/6270780034757395052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2009/07/kau.html' title='Kau'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-3886565605504588923</id><published>2009-07-06T13:07:00.000+07:00</published><updated>2009-07-06T13:09:51.049+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Selendang Bidadari</title><content type='html'>Kenapa ujung pelangi tak sampai ke tepi bumi?&lt;br /&gt;Apa mungkin dia merasa paling cantik, cukup dilirik, tak boleh ditarik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau memang benar begitu, kasihan sekali bidadari itu&lt;br /&gt;Dia pasti sungguh kesepian di kahyangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-3886565605504588923?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/3886565605504588923/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=3886565605504588923&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/3886565605504588923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/3886565605504588923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2009/07/selendang-bidadari.html' title='Selendang Bidadari'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-6680256804819915418</id><published>2009-07-06T13:05:00.000+07:00</published><updated>2009-07-06T13:07:12.205+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita'/><title type='text'>Me(gawat)i - serupa dialog</title><content type='html'>+ Adalah bulan yang paling menawan, bersinar dikegelapan. Cahayanya terang hingga pagi menjelang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Dan adalah matahari yang selalu memberi, dia terus berbagi hangat tanpa istirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ Tapi meski bulan tak hangat digelap pekat, sinarnya menerangi malam yang hitam kelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tapi terangnya itu pantulan sinar matahari, bulan takkan bercahaya bila matahari tak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;sejenak hening, terdengar desau angin kering dan anjing yang sesekali mendengking&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ Kau ingat saat bulan Maria, ketika kita mengikrar setia, kau bilang aku yang pertama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tentu saja aku tidak lupa, janji setia untuk bersama, tapi pertama tidak harus utama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ Dan kau bilang aku paling cantik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tapi cantik belum tentu menarik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ Tapi kau kan milikku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Dan bukan berarti bisa kau rayu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ Ahh, susah sekali bicara denganmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Karena kau tak gunakan logikamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wajahmu cemberut, sementara malam terus merayap menuju larut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ Gawat! Ucapmu tersekat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Apanya? Tanyaku bingung melihatmu tiba-tiba menutup hidung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ Bau sekali gubuk kita ini padahal sudah kusemprot pengharum paling wangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kau ini lupa apa tidak mengerti? Bukannya kita sudah lama tinggal di sini, kenapa baru sekarang kau menyadari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kau terdiam. Tatapan tajam matamu menyirat dendam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di luar sana kecoa masih saja berkerumun, mengerubuti sampah yang semakin menimbun.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-6680256804819915418?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/6680256804819915418/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=6680256804819915418&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/6680256804819915418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/6680256804819915418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2009/07/megawati-serupa-dialog.html' title='Me(gawat)i - serupa dialog'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-5598963731092788321</id><published>2009-07-06T12:55:00.000+07:00</published><updated>2009-07-06T12:57:26.215+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Penat</title><content type='html'>Tik…tak…tik…tak…&lt;br /&gt;Waktu seakan enggan bergerak&lt;br /&gt;pun merangkak&lt;br /&gt;tak hendak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku di sini&lt;br /&gt;menanti&lt;br /&gt;mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-5598963731092788321?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/5598963731092788321/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=5598963731092788321&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/5598963731092788321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/5598963731092788321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2009/07/penat.html' title='Penat'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-2048104914548522361</id><published>2009-07-06T12:53:00.000+07:00</published><updated>2009-07-06T12:54:34.508+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Sajak Gagu</title><content type='html'>sehelai kertas menengadah menatapku pongah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;: penaku beku sekaku jemariku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-2048104914548522361?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/2048104914548522361/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=2048104914548522361&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/2048104914548522361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/2048104914548522361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2009/07/sajak-gagu.html' title='Sajak Gagu'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-4998104225044735138</id><published>2009-07-06T12:44:00.000+07:00</published><updated>2009-07-06T12:53:05.444+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita'/><title type='text'>Magali, Siang Hari (versi cerita)</title><content type='html'>Matahari tepat di atas kepala ketika aku tiba di Magali, sebuah rumah makan di daerah Fatmawati. Kulirik jam di pergelangan tanganku, jarum panjang dan pendek sama-sama menunjuk ke atas, yang berarti tepat jam 12. Hmm…semoga kali ini aku tidak terlambat. Doaku dalam hati mengingat setiap janji bertemu dengan Radya, aku selalu tidak tepat waktu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuparkir mobil lalu bergegas masuk ke dalam. Tak kulihat sosok Radya di sana, mungkin dia sedang dalam perjalanan, jam 12 juga baru beberapa menit lalu. Magali belum begitu ramai, baru beberapa meja yang terisi. Kupilih meja di sudut ruangan dekat tangga yang kebetulan kosong, agar pandanganku bebas ke mana saja dan tentu saja agar aku bisa melihat kedatangan Radya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupesan minuman untuk mengisi waktu menunggu Radya. Setelah dia datang, baru kami akan memesan makan siang. Tak berapa lama pelayan mengantarkan pesananku. Kopi hitam tanpa gula dengan cangkir keramik warna coklat tua. Entahlah, akhir-akhir ini aku semakin kecanduan dengan serbuk hitam bernama kopi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku reguk kopiku perlahan, pandanganku kualihkan ke seluruh ruangan. Ada sepasang muda-mudi duduk di dekat pintu masuk, mereka asyik bercengkerama tertawa, kadang terkikik disiang yang terik. Sepertinya mereka sedang dimabuk asmara, tangan mereka tak pernah lepas satu dengan lainnya. O, betapa indah dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mataku beralih ke meja sebelahnya, Ada tiga orang bapak-bapak berdiskusi sambil sesekali meminum &lt;span style="font-style:italic;"&gt;lemon tea&lt;/span&gt;, mereka tampak lelah dengan wajah-wajah payah. Mungkin mereka sedang membicarakan bisnis, masa depan perusahaan atau entahlah aku tak tahu pasti. Hanya kadang kulihat seseorang dari mereka mencorat-coret agenda seperti menulis sesuatu atau bisa jadi sedang menghitung untung rugi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebelah mejaku, seorang ibu berjilbab mengunyah makan siangnya dengan lahap, sesekali terdengar denting sendok beradu dengan piring. Kulihat menu makannya sederhana, nasi rames ala Magali plus es teh manis, tapi sepertinya ia sangat menikmatinya. Mungkin ini yang dinamakan hidup tanpa beban, yang terasa hanya kenikmatan, tak terkecuali saat makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima belas menit berlalu, Radya belum tampak dalam pandanganku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku beralih ke deretan foto-foto yang terpajang di sepanjang dinding. Wajah-wajah di dalamnya sangat ekspresif sekali, ada yang tersenyum, tertawa bahkan diam dengan tatapan tajam. Semua pasang mata dalam pigura itu seperti tertuju padaku, seakan bertanya siapa yang aku tunggu. Jengah dengan tatapan itu, pandanganku beralih pada meja di depanku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada vas bunga dengan setangkai mawar merah muda di atas meja. Ada asbak berbentuk dadu menanti puntung rokok yang akan berubah abu. Ada secangkir kopi tanpa gula yang setia tanpa pernah bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tiga puluh menit berlalu, tapi Radya belum muncul juga. Tak biasanya dia terlambat begini lama. Atau mungkin dia lupa. Aku mulai gelisah. Tangan kananku menari-nari di bibir cangkir. Kureguk kopiku yang tak lagi panas hingga tandas. Tiba-tiba…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praaanng!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cangkir yang ku pegang terlepas, kurasakan tiba-tiba tubuhku lemas. Hatiku diliputi rasa cemas. Was-was.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang begitu terik, panas matahari menyengat kulitku. Ubun-ubun kepalaku kurasakan seakan mendidih. Kularikan motorku dengan kencang ke arah Fatmawati, ke Magali tempat pertemuanku dengan Kanthi. Seharusnya saat ini aku sudah sampai di sana, kalau tidak ada kejadian pecah ban di Senen tadi. Terpaksa aku harus mendorong motorku sampai ke tambal ban terdekat dan sialnya lagi tempat itu ramai, jadi aku harus mengantri cukup lama sampai giliran motorku diperbaiki tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai perempatan H. Nawi, lampu merah yang biasanya cuma dua menit langsung berubah hijau kurasakan lama sekali berganti warna. Sementara tanganku mulai gelisah memegang setang motor dan memain-mainkan gas. Mataku tak henti-hentinya menatap tiga bulatan lampu di sisi kiri jalan. Merah, kuning dan…… hijau. Langsung kutancap gas motorku, tak kuperdulikan lagi jarum spedometer yang merangkak tajam. Aku harus cepat tiba di sana. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kanthi, aku tak akan membuatmu terlalu lama menunggu.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patung kuda sudah terlewati, aku bersyukur dalam hati, sebentar lagi pasti aku sampai di Magali. Sampai pertigaan D’best rambu masih kuning, semakin ku laju motorku berpacu dengan rambu jalan yang mungkin sedetik lagi akan berubah merah. Tiba-tiba dari arah Cipete Raya, Corolla Altis silver masuk ke jalur kiri. Tak ayal, spontan aku menekan rem secara mendadak, tapi sepertinya terlambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Braaaakkk!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kudengar suara benturan menggema di telingaku. Kurasakan tubuhku melayang sebelum akhirnya menyentuh aspal. Kulihat motorku tergeletak tak jauh dariku, roda depannya masih berputar-putar. Mobil yang kutabrak berhenti dan seorang wanita keluar dari dalamnya. Tubuhnya gemetar dan tampak panik. Sempat kurasakan sesuatu mengalir deras melewati ekor mataku dan beberapa benda runcing menusuk punggungku, jari-jari tangan dan kakiku mulai kebas, lalu menjalar ke seluruh tubuhku… mataku memejam tenang sebelum akhirnya mati rasa. Tapi sedetik kemudian aku teringat Kanthi. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ohh tidak, aku pasti terlambat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku bangkit dan mendekati motorku, tapi sepertinya tidak bisa aku pakai karena ringsek di sana sini. Magali tinggal beberapa ratus meter lagi, kuputuskan saja untuk berlari. Tak kuperdulikan orang-orang yang mulai berkerumun mengelilingiku. Aku menerobos di antara himpitan tubuh-tubuh yang penasaran melihatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berlari sekuat tenaga. Ahhh, kurasakan tubuhku melayang tanpa beban. Lebih ringan daripada saat aku harus menjaga keseimbangan saat melaju di atas motorku. Sudah dekat. Kulihat di kejauhan Honda Jazz merah metalik dengan seorang perempuan berdiri di dekatnya. Itu Kanthi. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ooh tidak, aku terlambat. Dia sudah terlalu lama menungguku. Maafkan aku&lt;/span&gt;.  Aku berlari semakin kencang dan akhirnya tiba di sana. Aku berhenti sejenak, mengatur nafas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kanthi bersandar di body mobilnya. Tangan kanannya mengenggam ponsel, berulang kali dia menekan keypad dan menelpon seseorang. Aku sudah di sini sayang, untuk apa kau menelepon, lalu aku menghambur ke arahnya. Kurengkuh dia dan kuusap rambutnya. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Aku di sini, aku sudah di sini&lt;/span&gt;, kukecup keningnya dan kuusap lembut pipinya. Tapi, tunggu…apa yang terjadi padaku. Aku tak bisa memegangnya, seperti dalam ruang hampa. Semua begitu nyata di hadapanku, tapi aku tak mampu merasakannya. Tanganku tak bisa menyentuhnya. Sementara Kanthi masih gelisah, berulang kali tangannya me-redial ponselnya, sampai akhirnya terdiam. Bingung. Dia tak bisa melihatku, padahal aku tepat di hadapannya. Merengkuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mbak tidak apa-apa?” Suara pelayan membuyarkanku. Spontan aku berdiri. Sadar atas apa yang baru saja terjadi. Kulihat pecahan-pecahan keramik dan sisa ampas kopi berserakan di lantai. Pelayan dengan cekatan membersihkan semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf, mestinya hal ini tidak perlu terjadi.” Ucapku gugup, lalu berusaha ikut membantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nggak usah mbak. Biar saya saja. Sudah menjadi pekerjaan saya,” ucapnya sambil tersenyum, “mungkin mbak bisa pindah duduk di sebelah sana.” Tangannya menunjuk ke meja sebelah yang sudah kosong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terima kasih, nanti minta tolong &lt;span style="font-style:italic;"&gt;bill&lt;/span&gt;-nya ya, sekalin kerugian ini dimasukkan.” Lalu aku bergeser ke meja sebelah. Duduk dengan gelisah. Mungkin Radya memang tidak bisa datang, dan sebaiknya aku pulang. Sementara pelayan itu sudah selesai membersihkan akibat kekacauanku tadi. Aku masih tak juga mengerti kenapa semua itu bisa terjadi. Pertanda apakah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat kemudian, pelayan tadi menghampiriku, lalu menyodorkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;bill&lt;/span&gt; padaku. Kulihat sebentar lalu kukeluarkan selembar uang limapuluhribu rupiah dari dompet hitamku dan kuletakkan di meja. Lalu aku cepat-cepat beranjak ke luar, setelah mengucapkan terima kasih dan permohonan maaf atas kejadian tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di pintu keluar, angin siang menampar mukaku. Panas. Debu terlihat seperti menari mengikuti kemana angin akan pergi. Kulihat sepanjang jalan mobil-mobil mengantri, macet. Aku jadi ragu untuk pulang. Mungkin aku akan menunggu Radya sebentar lagi, sambil menunggu jalan lancar kembali, putusku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada apa Pak, kok tumben jalanan macet begini?” tanyaku pada bapak petugas parkir yang berdiri tak jauh mobilku. Penasaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anu neng, katanya di pertigaan D’best ada kecelakaan. Motor tabrakan sama mobil. Kata orang-orang yang barusan lewat, yang naik motor meninggal.” Kata si bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Innalillahi.&lt;/span&gt; Pikiranku semakin tertuju pada Radya, dia juga sedang dalam perjalanan ke arah sini, semoga dia bukan yang mengalami kecelakaan. Mungkin dia terjebak macet, hiburku dalam hati. Hmm…lebih baik aku meneleponnya, memastikan tidak terjadi apa-apa dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kukeluarkan ponsel dari tas. Kutekan angka-angka yang sudah hapal di luar kepala. Ada nada sambung, tapi tidak diangkat. Kucoba beberapa kali, tapi tak juga diangkat. Radya, kamu di mana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sia-sia aku me&lt;span style="font-style:italic;"&gt;redial&lt;/span&gt; berulang kali. Nadanya masuk tapi tak terjawab dan akhirnya mati sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tut..tut..tut..tut…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku semakin resah. Gerah yang kurasa tersamarkan oleh rasa gelisah. Tiba-tiba angin mendesir perlahan. Aneh. Padahal terik begini. Dan seperti ada yang menghembus nafas sangat pelan di sekitar wajahku. Aku seperti merasakan kehadiran seseorang, yang sayangnya tak terlihat olehku. Seperti sesuatu yang tak kasat mata. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Radya… Kaukah itu?? Aku masih di sini, menunggu datangmu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta 2009&lt;br /&gt;Catatan : &lt;br /&gt;*Magali : tempat makan di Fatmawati&lt;br /&gt;*nama-nama tokoh ambil dari nama wayang : Radheya/Karna (Radya) &amp; istrinya Surtikanti (Kanthi)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-4998104225044735138?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/4998104225044735138/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=4998104225044735138&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/4998104225044735138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/4998104225044735138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2009/07/magali-siang-hari-versi-cerita.html' title='Magali, Siang Hari (versi cerita)'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-4474747383427373972</id><published>2009-07-06T12:39:00.000+07:00</published><updated>2009-07-06T12:41:35.213+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Magali, Siang Hari</title><content type='html'>Ada sepasang mudamudi duduk di dekat pintu masuk,&lt;br /&gt;Mereka asyik bercengkerama tertawa, kadang terkikik di siang yang terik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga orang bapakbapak berdiskusi sambil sesekali meminum lemon tea&lt;br /&gt;Mereka tampak lelah dengan wajahwajah payah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang ibu berjilbab mengunyah makan siangnya dengan lahap&lt;br /&gt;Sesekali terdengar denting sendok yang beradu dengan piring&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pramusaji seliweran mengantarkan makanan&lt;br /&gt;Ada deretan foto terpajang di sepanjang dinding&lt;br /&gt;Ada vas bunga dengan setangkai mawar merah muda di atas meja&lt;br /&gt;Ada asbak berbentuk dadu menanti puntung rokok yang akan berubah abu&lt;br /&gt;Ada secangkir kopi tanpa gula yang setia tanpa pernah bertanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ada aku, yang menunggu datangmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2009)&lt;br /&gt;*Magali : tempat makan di Fatmawati&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-4474747383427373972?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/4474747383427373972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=4474747383427373972&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/4474747383427373972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/4474747383427373972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2009/07/magali-siang-hari.html' title='Magali, Siang Hari'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-3405853978319426328</id><published>2009-07-06T12:27:00.000+07:00</published><updated>2009-07-06T12:28:11.966+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Adalah Cinta</title><content type='html'>Pernah kau bertanya pada senja yang merona.&lt;br /&gt;Mengapa dia biarkan malam diamdiam menyergap&lt;br /&gt;dan menutupnya dengan selubung hitam gelap?&lt;br /&gt;Padahal setelah semua terselimuti, malam pun pergi menjemput pagi.&lt;br /&gt;Karena cinta katanya, dan senja pun berlalu meninggalkanmu yang diam termangu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kau bertanya pada daundaun gugur pohon belimbing di taman samping.&lt;br /&gt;Mengapa dia biarkan diri terlepas dari sang induk lalu membusuk menjadi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;rabuk*&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;Padahal setelah daun terurai, akar menyerapnya dan mengedarkan ke dahandahan tempat dia dulu pernah bertahan.&lt;br /&gt;Karena cinta katanya, dan daundaun gugur itupun mematung mengabaikanmu yang nampak linglung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sore ini, kau bertanya padaku (lagi)&lt;br /&gt;Mengapa aku rela melepas jubah satriaku dan membiarkan diriku ikut mengembara bersamamu?&lt;br /&gt;Padahal kau hanya seorang sudra, pecinta katakata tanpa harta tanpa tahta.&lt;br /&gt;Karena cinta kataku, seraya menyodorkan secangkir kopi tubruk kesukaanmu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini kau mengerti dan tersenyum penuh arti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah cinta, yang dengan rela mengikuti ke mana arah takdirnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2009)&lt;br /&gt;cat.&lt;br /&gt;*rabuk : pupuk dalam bahasa jawa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-3405853978319426328?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/3405853978319426328/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=3405853978319426328&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/3405853978319426328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/3405853978319426328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2009/07/adalah-cinta.html' title='Adalah Cinta'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-1860565713537358310</id><published>2009-07-06T12:24:00.000+07:00</published><updated>2009-07-06T12:27:07.829+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='re-post'/><title type='text'>Menunggu (re-post)</title><content type='html'>Jenuh kuhitung ulang waktuku, dari detik ke menit, menit ke jam, jam ke hari dan terus berulang hingga ke tahun, membuatku semakin penat merangkai jejaring ingat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun lelah menulis kisah, pada dinding kusam di dasar hatiku yang paling dalam, yang takkan terbaca oleh mulut-mulut yang penuh keluh dan tak terlihat oleh mata-mata yang penuh tanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kau, masih saja tak perduli denganku. Kau seakan sengaja mengulur-ulur waktu untuk datang padaku. Menikmati setiap detik keresahanku. Bahkan kau enggan memberikan tanganmu untuk kugenggam meski dalam pejam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara aku mulai tak berdaya, menahan jiwaku yang semakin merindu dan ragaku yang kian melemah, lelah meredam amarah dan menahan kalut yang begitu akut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akankah kau datang padaku untuk sekedar ucapkan salam selamat datang atau hanya menatap hampa mataku tanpa bicara? (lalu kau akan merengkuhku dan mengajakku serta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah, yang jelas aku masih di sini tanpa ragu, setia menunggu datangmu... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kau akan menjelma menjadi Izrail yang datang menjemputku dan menuntunku ke arah cahaya nun jauh di ujung sana.&lt;br /&gt;(atau barangkali kau menyaru menjadi sosok tampan yang tersenyum manis dengan bibirmu yang tipis, menyamarkan taringmu yang menyembul malu-malu dan tatkala kau terlupa kau pun tertawa hingga tanduk merahmu akan menyala, lalu kau akan mencengkeramku dan menyeretku menyusuri lorong gelap nan senyap dan tak berkesudahan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak mengerti berapa lama aku harus menanti hingga tiba waktuku berhenti menepi dan menemukan jalanku kembali.&lt;br /&gt;Bersamamu menuju yang abadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;: mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2008)&lt;br /&gt;pernah di posting di situs kemudian.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-1860565713537358310?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/1860565713537358310/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=1860565713537358310&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/1860565713537358310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/1860565713537358310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2009/07/menunggu-re-post.html' title='Menunggu (re-post)'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-7760033814885309372</id><published>2009-07-05T14:56:00.000+07:00</published><updated>2009-07-05T15:05:20.422+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='re-post'/><title type='text'>Cemburu (re-post)</title><content type='html'>kenapa denganku kau tak mampu bicara&lt;br /&gt;sedang dengannya kau liar bersetubuh dengan kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2008)&lt;br /&gt;*mengalami editan, baris ke-3 dihilangkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-7760033814885309372?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/7760033814885309372/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=7760033814885309372&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/7760033814885309372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/7760033814885309372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2009/07/cemburu-re-post.html' title='Cemburu (re-post)'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-802733326883544722</id><published>2009-07-05T14:49:00.000+07:00</published><updated>2009-07-05T14:55:42.942+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='re-post'/><title type='text'>Skak Mat (re-post)</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Raga berkata :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;aku tidak mau kita seperti rel kereta&lt;br /&gt;selalu terlihat bersama dan searah&lt;br /&gt;tapi kedua rel itu tidak pernah bersatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jiwa menanggapinya :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;akupun tidak mau seperti kereta&lt;br /&gt;terlalu banyak tempat persinggahan&lt;br /&gt;melelahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2008)&lt;br /&gt;*pernah diposting di kemudian.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-802733326883544722?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/802733326883544722/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=802733326883544722&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/802733326883544722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/802733326883544722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2009/07/skak-mat-re-post.html' title='Skak Mat (re-post)'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-6068501760786082113</id><published>2009-07-05T14:37:00.000+07:00</published><updated>2009-07-05T14:41:23.628+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='re-post'/><title type='text'>Perempuan itu (re-post)</title><content type='html'>Aku memuja perempuan itu. Di hadapannya, jutaan katakataku lenyap terhisap ke kedalaman matanya, ribuan warnawarnaku hilang tertelan bening matanya. Aku tak mampu melukisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu memuja perempuan itu. Di hadapanku, dialah lukisan Tuhan yang paling sempurna. Dia yang pernah membenamkan tubuhku di rahimnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;: Ibuku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-6068501760786082113?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/6068501760786082113/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=6068501760786082113&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/6068501760786082113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/6068501760786082113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2009/07/perempuan-itu-re-post.html' title='Perempuan itu (re-post)'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-672339672673582234</id><published>2009-07-05T14:27:00.001+07:00</published><updated>2009-07-05T14:31:34.091+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='haiku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='re-post'/><title type='text'>Sajak Pak Tua (re-post)</title><content type='html'>: Steffanus Olloth Pilling&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;/1/ &lt;br /&gt;Malam kian temaram. Bias cahaya rembulan tak lagi menawan. Bahkan kerlip bintang semakin menghilang, tertutup awan yang berarak beriringan dan mewujud mendung yang menggantung. Kau masih di sini, menikmati malammalammu yang sunyi. Berteman dingin angin yang menghembus perlahan, seirama denyut nadimu yang semakin pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kau pun akan kembali bercerita, mengurai perjalanan hidupmu yang penuh warna. Tentang masa kecilmu yang nakal dan bahagia di Singkawang sana, hingga masa mudamu yang penuh gejolak di rimba Jakarta. Bertahan hidup dikerasnya Ibukota, bekerja apa saja demi sesuap nasi untuk anak dan istri. Kenangankenangan itu begitu dalam membekas dalam ingatanmu sejelas kerutkerut yang menggurat di kening wajahmu. Iya engkau, wajah tua yang bersahaja, terbungkus tubuh letih yang merintih perih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam semakin kelam. Tangis gerimis melagukan nadanada ritmis. Dingin angin menghembus perlahan. Dan kau masih di sini. Tegar menanti, hingga tiba saat untuk menepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;/2/ &lt;br /&gt;Jari gemetar&lt;br /&gt;lelah toreh sejarah:&lt;br /&gt;Senja menepi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(haiku 5-7-5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2008)&lt;br /&gt;pernah di muat di Kompas.com &amp; kemudian.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-672339672673582234?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/672339672673582234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=672339672673582234&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/672339672673582234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/672339672673582234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2009/07/sajak-pak-tua-re-post.html' title='Sajak Pak Tua (re-post)'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-4032931965046244833</id><published>2009-07-05T14:13:00.000+07:00</published><updated>2009-07-05T14:24:52.081+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita'/><title type='text'>Menepis Kenangan</title><content type='html'>“Beth... Bethari,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panggilan itu... panggilan itu sangat kukenal. Aku menghentikan langkah. Menengok ke arah suara yang memanggilku. Kulihat sesosok lelaki berdiri di ujung lorong, dekat ruang ICU. Mengenakan jubah Pastor, tangannya menggenggam Alkitab dan Rosario. Lelaki itu lalu perlahan berjalan ke arahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Radheya?” ucapku tak percaya. Kupertajam penglihatanku ke arahnya. Iya, itu benar dia. Wajah oval dengan rambut ikal, mata sayu, hidung mancung dan bibir tipisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radheya berhenti dua langkah di depanku. Tangannya terulur padaku, akupun menjabat tangannya, meski agak ragu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa kabar Beth?” tanyanya setelah usai berjabatan tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh.. aku baik. Hmm... “ jawabku kaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Panggil Radheya aja, seperti biasanya kamu memanggilku.” Ucapnya seakan tahu maksud hatiku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu apa kabarnya Rad?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku baik. Puji Tuhan. Akhirnya setelah sekian lama kita bisa bertemu lagi. Hmm... sepertinya mimpimu terwujud Beth?” ucapnya seraya memperhatikan baju putih seragam dinasku. “Dr Theresia Bethari Ratri. Cocok banget Beth,” lanjutnya membaca nametag yang tersemat di baju seragamku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Makasih Rad, ini wujud janjiku. Masih ingat kan, waktu itu aku berjanji untuk tetap menggapai mimpiku?” Tanyaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya. Aku ingat...”  Radheya mengalihkan pandangan ke bangku-bangku yang berjajar di lorong Rumah Sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak kami terdiam. Sibuk dengan pikiran masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oiya, kamu dalam rangka apa di Rumah Sakit ini?” tanyaku setelah mampu menenangkan hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kebetulan ada salah satu jemaah gereja yang dirawat di sini. Tadi kami melakukan perminyakan, karena kondisinya sudah cukup kritis.” jelasnya padaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di ruang ICU?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ohh, terus kamu sudah lama kembali ke sini Rad?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku baru dua bulan di Gereja St. Laurensia. Awalnya aku ditempatkan di Malang sebelum akhirnya diberi kesempatan untuk mengabdikan hidupku melayani di sini. Kembali ke kota ini. Kamu masih misa di St Monica?” tanyanya. “Ahh, masih ingat dia dengan gereja tempat aku dan dia beribadah dulu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, yang dekat dari rumah.” Ucapku sambil melihat jam di pergelangan tanganku. Hampir pukul sebelas siang. “Maaf Rad, aku masih ada kunjungan pasien. Senang melihatmu lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ooh, aku yang mestinya minta maaf, karenaku tugasmu jadi tertunda,” ucapnya dengan nada menyesal, “Datanglah minggu besok Beth, biar kamu ngerasain misa bersamaku.” Tak lupa senyum manis menghias bibir tipisnya. “Oh Tuhan, aku tak tahu apakah harus kecewa atau bahagia, saat kembali melihatnya,” bathinku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semoga tidak ada halangan Rad, tapi aku nggak janji ya,” jawabku gelisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Usahakan,” pintanya memohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baiklah...akan aku usahakan,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terima kasih. Selamat bertugas kembali Beth.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terima kasih Rad.” Lalu aku permisi menuju ruang Kenanga, tempat aku melanjutkan kunjungan pasien berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- - &amp; - -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ahh Radheya, setelah aku mulai bisa melupakanmu kenapa kamu hadir lagi dalam hidupku.” gumamku seraya menghempaskan tubuhku di sofa. Hari baru beranjak petang. Kupejamkan mata sejenak, mencoba menghadirkan kembali peristiwa siang tadi. Radheya masih sama seperti dulu, wajahnya, gerak tubuhnya, nada bicaranya, tak banyak yang berubah. Bahkan senyumnya masih sama. Senyum yang telah membuat hari-hariku begitu merindu. Hufff... kucoba hembuskan nafas keras-keras, berharap beban di hatiku ikut terlepas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatanku melayang beberapa tahun yang lalu, saat pertama kali aku bertemu dengannya. Waktu itu acara retret pemuda-pemudi gereja di Anyer. Saat istirahat, teman-temanku pergi menyusuri pantai atau naik kapal, sementara aku menghabiskan waktuku duduk sendiri di tepi pantai, menikmati desir angin pesisir sambil melihat pemandangan laut lepas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa nggak gabung dengan teman-temanmu?” sebuah suara mengalun merdu di telingaku. Saat itulah aku tersadar, ternyata ada yang duduk di sampingku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Heh?” Aku tersentak. Kupandangi lekat-lekat wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ups, maaf mengagetkan. Namaku Radheya?” tangannya terulur padaku. Bibirnya tersenyum, rambut ikalnya sesekali berkibar ditiup angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bethari,” jawabku singkat seraya menyambut tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nama yang indah. Orangnya juga seperti dewi, persis seperti namanya Bethari yang berarti dewi.” Ucapnya. Senyumnya tulus tanpa ada maksud menggoda. Kurasakan hangat menjalari pipiku. Aku menunduk menyembunyikan rasa malu. “Kamu suka menyendiri rupanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nggak juga, cuma lagi nggak minat gabung dengan teman-temanku. Terus, kamu kenapa nggak gabung dengan mereka?” tanyaku sambil menunjuk ke gerombolan teman-teman yang bermain jetski.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hmm... malas ah. Lagi nggak minat juga,” jawabnya menirukan jawabanku. Aku tergelak mendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sama kalau gitu. Ngomong-ngomong, namamu Radheya. Nama kecil Karna. Lalu...apakah kamu terlahir lewat telinga seperti Kunti melahirkan Karna?” tanyaku semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ahaha... menurutmu?” Radheya tertawa memperlihatkan deretan giginya yang rapi. Matanya menyipit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hmm... bisa jadi.” Jawabku ngawur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang benar saja. Ibuku bisa pecah kepalanya kalau aku lahir lewat telinga he..he..” Dia tersenyum, lekuk kecil di tengah pipi kirinya menambah manis senyumnya. “Ibuku suka dengan sosok Karna yang ksatria dan berpegang teguh pada janjinya, mungkin harapan ibuku agar aku bisa belajar dari sosok panutannya itu. Kamu suka cerita wayang juga ya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya. dulu sering didongengin sama mama,” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ohh. Lalu kenapa namamu Bethari. Orangtuamu pasti berharap kau menjadi dewi kebanggaan mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ehehe... mungkin. Atau bisa jadi mamaku tahu kalo aku bakalan cantik seperti dewi.” jawabku ngasal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dasar narsis.” Serunya gemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Biarin...wee.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oiya, aku panggil kamu Beth aja ya, sepertinya lebih enak ngucapinnya daripada Tha atau Ri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Beth. Hmm... boleh juga. Lebih keren he..he.. seperti nama barat kedengarannya,” ucapku setuju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kamipun tertawa bersama. Sejak itu, hanya satu orang yang memanggil namaku dengan sebutan Beth, dialah Radheya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pertemuan retret itu, aku semakin akrab dengan Radheya yang belakangan aku tahu ternyata dia satu tingkat di atasku. Dia kelas dua SMU, sedangkan aku kelas satu. Meski beda sekolah tapi kami sering bertemu, baik dalam kegiatan gereja atau dia yang sengaja main ke rumahku. Membimbingku belajar, main atau sekedar ngobrol. Dia sangat sopan dan santun dalam bertutur. Dia juga melindungiku dan seringkali berperan menjadi kakak bagiku, mungkin karena Radheya terlahir sebagai anak bungsu, sehingga dia menempatkan aku sebagai adiknya.&lt;br /&gt;Kebersamaan dan perhatiannya yang tercurah kepadaku membuatku merasa ada sesuatu yang tumbuh di hatiku. Perasaan sayang (atau mungkin cinta) dan takut kehilangan yang semakin lama semakin subur. Tapi aku tak pernah menunjukkannya, perasaan itu hanya bisa kupendam dan kunikmati sendiri. Aku hanya berharap Radheya pun merasakan hal yang sama dan mengatakannya padaku suatu hari nanti. Hanya itu harapan satu-satunya yang selalu terlantun di setiap doaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga suatu hari satu tahun kemudian, tiba-tiba dia datang padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Beth... minggu depan aku dan keluargaku pindah ke Yogya, kebetulan Ayah ditempatkan di sana. Aku pernah cerita kan, Eyangku sering sakit-sakitan, makanya kami memutuskan pindah ke sana sekalian untuk merawat Eyang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Secepat itu?” hanya itu yang mampu terucap dari mulutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya. Karena kondisi kesehatan eyang sudah menurun. Selain itu, posisi kepala cabang di sana juga kosong, jadi Ayah diminta cepat-cepat mengisinya.” Jelasnya padaku, “Akupun harus segera mengurus surat kepindahanku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi kan tinggal satu semester lagi terus kelulusan. Apa nggak nanggung? Mendingan kamu selesain dulu sampai lulus, baru menyusul ke Yogya.” Protesku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nggak Beth, mungkin justru ini kesempatan baikku. Aku bisa mencari informasi tentang Wedabhakti di sana. Jadi aku bisa mempersiapkannya jauh-jauh hari.” ucapnya bersemangat. Aku bagai tersengat mendengarnya. Fakultas Teologi Wedabhakti, itu salah satu sekolah tinggi untuk menjadi Pastor, sama halnya Driyarkara di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rad, aku nggak salah dengar kan?” tanyaku lemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maksud kamu?” wajahnya berubah bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wedabhakti...”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oohh... Nggak Beth, kamu nggak salah.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu tidak pernah cerita sebelumnya...” gumamku lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maafkan aku. Aku baru benar-benar yakin enam bulan terakhir ini Beth. Aku memang menginginkan masuk seminari. Keinginan itu muncul saat aku kecil. Waktu itu masih di yogya, di rumah eyang. Di sana aku mengenal Pater Laurentz, pastor dari Belanda. Beliau sangat dekat dengan anak-anak, penuh kasih dan melayani umat dengan tulus. Aku ingin seperti beliau. Awalnya aku menduga motivasiku hanya karena ingin seperti Pater Laurentz, tapi setelah aku beranjak remaja, keinginan melayani itu malah semakin kuat. Sejak itu aku banyak berfikir dan melihat, hingga tekadku semakin bulat untuk mengikuti jejak Pater Laurentz di jalan Tuhan. Kemudian sekitar setengah tahun yang lalu, aku cerita sama ayah, ibu juga kakak-kakakku, awalnya juga mereka mempertanyakan motivasiku, tapi setelah aku menjelaskan kepada mereka, akhirnya mereka menghargai keputusanku. Bahkan Ayah berpesan, agar aku benar-benar menjalaninya karena panggilan Tuhan bukan karena keputusan sesaat semata.” Radheya terdiam, matanya teduh dan raut mukanya tenang. “Maafkan aku Beth. Aku baru memberitahumu sekarang. Momentnya kurang tepat ya, disaat aku harus pergi meninggalkan kamu, teman-teman dan kota ini. Maafkan aku, aku tahu kamu pasti kecewa mendengarnya. Tapi aku yakin kamu pasti mengerti dengan keputusanku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak tahu harus bagaimana dan berkata apa. Yang aku tahu bahwa detik itu, pupus sudah harapanku untuk mendapatkan cintanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Beth... “ Radheya menggeser duduknya sehingga berhadapan denganku. Tangannya meraih tanganku. Aku masih diam termangu, mencoba mencerna penjelasannya yang baru saja kudengar. “Mimpi kita sama kan? Sama-sama ingin melayani, cuma jalannya saja yang berbeda.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya.” Hanya itu yang terucap dari bibirku. Lidahku rasanya kelu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau begitu, gapailah mimpimu itu Beth, sebagaimana aku berusaha menwujudkan keinginanku. Aku akan selalu mendukungmu Beth, meski dari tempat yang berbeda. Berjanjilah padaku.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutatap wajahnya, begitu tenang begitu damai. Bibirnya membentuk senyuman. “Iya, aku janji.” Ucapku lirih. Mulutku terasa kering, mataku panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Makasih Beth. Be a good girl OK.” Suaranya terdengar lega. Direngkuhnya kepalaku ke dadanya. “Aku akan selalu menyayangimu Beth. Kamu tahu itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku juga, bahkan lebih dari diriku sendiri.” Bathinku. Aku terdiam. Tak kuasa menahan perih yang datang mendera. Genangan di mataku menjebol pertahananku. Aku menangis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- - &amp; - -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Andai saja dulu aku mampu mengatakannya dan mencegahnya untuk mengurungkan niatnya.” Sudah tiga hari sejak pertemuanku dengan Radheya, kalimat itu selalu menghantuiku seperti alarm yang setiap saat berbunyi di telingaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tha... kau baik-baik saja?” suara bernada khawatir terdengar di telingaku. Aku tersentak dari lamunan. Kulihat Krishna menatapku gelisah. Untuk beberapa saat aku terdiam,  mengumpulkan kesadaranku yang entah untuk berapa lama terserak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh... Aku baik. No need to worry.” Aku tersenyum, meski tahu pasti terlihat dipaksakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nggak Tha, tidak biasanya kau begini.” Khrisna menggeleng-gelengkan kepala. “Sudah beberapa hari ini kulihat kau lebih pendiam. Seperti ada yang kau pikirkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku baik-baik saja, hanya kecapekan. Banyak pasien di Rumah Sakit.” Elakku, lalu kuaduk-aduk orange juice untuk mengalihkan kegelisahanku. “haruskah aku bilang padanya kalau aku ketemu lagi dengan Radheya, cinta pertamaku?” bathinku gusar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayolah Tha, aku tahu kau tidak baik-baik saja.” Wajahnya serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menghela nafas. Mencoba bersikap tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Krish, kau masih ingat tentang Radheya yang pernah aku ceritakan dulu?” tanyaku ragu-ragu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, lelaki yang pernah mengisi hatimu.” jawabnya tenang. “Memangnya ada apa dengannya Tha?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selasa kemarin aku tak sengaja bertemu dengannya di Rumah Sakit. Dia sudah kembali ke kota ini. Menjadi pastor untuk gereja St Laurensia.” Aku menatapnya gelisah, kugigit bibirku. “Sejak pertemuan itu, kenangan tentangnya kembali muncul. Aku takut Krish. Aku takut rasa itu tumbuh kembali.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krishna meraih tanganku, jemarinya mengusap-usap punggung tanganku. Hal itu sedikit menenangkan aku. Sorot matanya melembut. “Kau tahu Tha, setiap orang mempunyai masa lalu. Kita semua memiliki kenangan akan sesuatu yang pernah mengisi hidup kita dan aku rasa itu wajar. Yang menurutku tidak wajar adalah ketakutanmu yang berlebihan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menunduk. Dalam hati aku membenarkan ucapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tahu itu sulit, karena dia pernah menjadi yang paling istimewa di hatimu. Tapi itu kan dulu. Yang ada saat ini adalah dirimu yang sekarang.” Ujarnya meyakinkanku, “Kau punya kehidupanmu sendiri begitu pula dia. Dia sudah menemukan kebahagiaannya dengan menjadi dia yang sekarang, yang mengabdikan diri di jalan Tuhan. Begitu pula kau Tha, kau pun menemukan kebahagiaanmu sendiri, yang kuharap itu bersamaku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mendongak. Kutatap wajahnya. Mataku beradu pandang dengannya, tak ada ragu di sana. Teduh dan tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau benar Krish. Aku harus bisa melupakannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukan melupakannya Tha.” Krishna meralat ucapanku. “Kenangan itu akan selalu ada di hatimu sampai kapanpun. Yang bisa kau lakukan adalah mencoba berdamai dengan hatimu Tha. Yakinkan dirimu bahwa Radheya hanyalah bagian dari masa lalumu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ingatkan aku kalau aku mulai goyah.” pintaku padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selalu. Aku akan selalu mengingatkanmu sampai kau benar-benar yakin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Makasih Krish. Kau sangat mengerti aku. Seharusnya aku tidak melibatkanmu dengan masalah ini. Maafkan aku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan sungkan Tha. Kau mempunyai aku, ingat itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krishna Diptaraya. Lelaki yang dua tahun terakhir mengisi hatiku. Yang mengajariku mengeja cinta dan makna setia, yang selalu menemaniku merajut mimpi dan berbagi sepi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau tidak marah padaku kan?” tanyaku hati-hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa musti marah?.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau tidak cemburu kan Krish?” tanyaku lagi. Memastikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gadis bodoh. Untuk apa aku cemburu,” ucapnya tak sabar, mulutnya menahan tawa “Kau lupa ya? Bukannya Radheya itu pastor. Jadi dia nggak berhasrat padamu Sayang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini tawanya pecah. Bahunya terguncang. Tangannya mengacak poni rambutku dengan gemas. Kurasakan mukamu memanas setelah aku menyadari pertanyaan bodohku itu. Akupun ikut tertawa bersamanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oiya Krish, dia mengundang aku misa minggu besok. Kau mau menemaniku?” tiba-tiba aku teringat undangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pasti. Aku akan menemanimu. Aku juga penasaran dengan sosok bernama Radheya itu. Semoga dia tidak lebih ganteng daripada aku.” Ucapnya setengah menggoda. Matanya mengerling padaku. Aku tergelak melihat tingkahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krishna. Dia selalu saja bisa membuatku tertawa. Membantuku melupakan kegelisahan dan kesedihanku. Aku tak tahu, apa jadinya aku tanpanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &amp; -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam tanganku menunjukkan pukul 7.30 WIB ketika aku dan Krishna tiba di gerbang gereja St. Laurensia, kemudian Krishna langsung mengarahkan mobilnya ke lapangan parkir yang terletak di sebelah kiri gereja. Untuk kesekian kalinya aku menarik nafas panjang, berharap bisa meredam detak jantungku yang melaju kencang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi ikut misa kan Tha?” suara Krishna memecah kebisuanku setelah beberapa saat kami terdiam di jok masing-masing. Aku mengangguk ke arahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kami turun. Krishna menggenggam tanganku dan kamipun melangkah bersama. Kulihat wajahnya tenang dan senyum tipis tak lepas dari bibirnya, sesekali dia menengok ke arahku. Seperti memastikan aku tak berbalik arah. “Kenapa aku harus risau akan kenanganku, sementara aku sekarang memiliki Krishna yang selalu mengisi hidupku. Yang akan selalu bersamaku menyongsong hari esok.” Kupererat genggaman tanganku. Krishna menengok ke arahku dengan penuh tanya. Aku tersenyum penuh arti ke arahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki gereja, suasana terasa  khidmat meskipun misa belum dimulai. Masih ada beberapa bangku yang belum terisi. Aku dan Krishna mengambil tempat di deretan tengah yang kebetulan kosong. Ruangan dalam gereja begitu luas dengan pilar-pilar yang menempel di dinding dengan patung Santa di atasnya. Kemudian relief timbul peristiwa-peristiwa jalan salib juga tergambar di sekeliling tembok bagian dalam gereja. Salib utama berukuran besar dengan tubuh Yesus yang disalib tergantung di tembok tengah altar, sementara bangku kayu cokelat tua dengan bantalan untuk berlutut dan tempat peletakan sakramen serta sakristi berada pada permukaan yang lebih tinggi dari altar di belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebelah kiri altar, pemberkatan sebelum misa kepada para putra-putri altar dan para petugas liturgi agar misa berjalan dengan baik sudah selesai. Kemudian para pelayan Sabda itu menempatkan diri ke tempat masing-masing sesuai dengan tugasnya. Dan saat itu kulihat sesosok Pastor berjalan memasuki mimbar. Dia, orang yang dulu pernah mengisi hatiku. Pastor Vincentius Damar Radheya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bapa, kumohon kuatkan hatiku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &amp; -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-4032931965046244833?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/4032931965046244833/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=4032931965046244833&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/4032931965046244833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/4032931965046244833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2009/07/menepis-kenangan.html' title='Menepis Kenangan'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-8611351584297445856</id><published>2009-07-05T14:07:00.000+07:00</published><updated>2009-07-05T14:09:48.468+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Puisi bagimu</title><content type='html'>adalah lelehan airmata,&lt;br /&gt;kian kuat mengakar&lt;br /&gt;di retak pijakmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-8611351584297445856?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/8611351584297445856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=8611351584297445856&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/8611351584297445856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/8611351584297445856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2009/07/puisi-bagimu.html' title='Puisi bagimu'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5882549524362624071.post-7095966943430477583</id><published>2009-07-05T14:02:00.000+07:00</published><updated>2009-07-05T14:06:14.039+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Kota Kita ; Kata</title><content type='html'>Kau pernah bercerita di satu senja yang hampir purna&lt;br /&gt;tentang kota yang sangat ingin kau ke sana&lt;br /&gt;kota yang selalu menerima siapa saja, jiwajiwa pengembara&lt;br /&gt;tapi katamu kau tak ingin sekedar singgah, peziarah yang melepas lelah &lt;br /&gt;kau ingin menetap, untuk berbagi sepi yang kerap&lt;br /&gt;hinggap, terperangkap dalam hariharimu yang senyap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun pernah menitipkan cemas di ujung nafas, menanti saat retas&lt;br /&gt;tentang kota yang selalu muncul dalam mimpimimpiku yang ganjil&lt;br /&gt;kota yang menyimpan kisah di setiap jengkal tanah, menoreh sejarah&lt;br /&gt;aku juga tak ingin sekedar datang, berbincang lalu pulang &lt;br /&gt;aku ingin menjejak nafas, mengalirkan airmata yang menderas&lt;br /&gt;sebelum ruh terlepas dari tubuh, nadi terhenti, tak bergerak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau dan aku. kita merindu&lt;br /&gt;kota yang sama, kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5882549524362624071-7095966943430477583?l=kotakitakata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kotakitakata.blogspot.com/feeds/7095966943430477583/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5882549524362624071&amp;postID=7095966943430477583&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/7095966943430477583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5882549524362624071/posts/default/7095966943430477583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kotakitakata.blogspot.com/2009/07/kota-kita-kata.html' title='Kota Kita ; Kata'/><author><name>Eti Puji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09254563126814892998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_t1C6m28KOaE/TT1Sq-DyNCI/AAAAAAAAADA/kAFxphW9QE8/s220/IMG_2552.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
